Sekilas Tentang Onychocryptosis

Kedengarannya agak rumit, tapi onychocryptosis adalah kondisi umum yang kita temui sehari-hari di lingkungan kita tinggal. Orang medis seperti saya lebih suka menyebutnya sebagai unguis incarnatus, baik yang terjadi secara unilateral ataupun bilateral. Istilah sederhananya adalah kuku jempol (ibu jari) kaki yang tumbuh ke dalam dan menyebabkan nyeri yang berkepanjangan karena infeksi dan peradangan. Nama lain yang lumrah di kalangan medis adalah paronikia jika sampai jaringan di sekitar kuku terlibat lebih luas, atau masyarakat di sekitar saya menyebutnya dengan cantengan.

Penyebabnya tidak selalu bisa dipastikan dalam kasus yang kita temui sehari-hari, biasanya ada sejumlah faktor risiko yang terlibat. Misalnya saja menggunakan sepatu yang terlalu ketat, infeksi pada kuku, bisa juga karena trauma atau cara memotong kuku yang kurang baik. Yang paling sering terkena tentu saja adalah jempol pada jari kaki, dan sisi luar lebih sering dibandingkan sisi dalam.

Infeksi pada Paronikia
Sebuah ilustrasi bagaimana onychocryptosis terbentuk.

Bagaimana terbentuknya onychocryptosis masih menjadi perbincangan hangat, ada yang mengatakan bahwa kuku tumbuh terlalu ke dalam seperti ilustrasi di atas sehingga menembus kulit bantalan kuku (paronychium), atau ada yang menyebutkan kulit bantalan kuku ini yang tumbuh berlebihan, sehingga kondisi onychoryptosis sering tertulis sebagai paronikia dalam diagnosis kerja dokter di IGD atau di Puskesmas ketika muncul infeksi jaringan lunak. Meskipun sebenarnya paronychia dan onychocryptosis adalah terminologi untuk dua kondisi yang berbeda. Apa ada yang tahu apa bedanya?

Apapun yang menjadi landasannya, gambaran pasien dengan kondisi ini selalu serupa, seperti keluhan tentang kuku yang tumbuh masuk ke dalam kulit, lalu kulit di sekitar kuku yang masuk itu menjadi membengkak dan nyeri ketika disentuh. Kadang-kadang jika kondisinya cukup buruk, maka akan muncul nanah dan bau yang tidak sedap. Di sini dokter akan berusaha setidaknya mengamankan kemungkinan lain yang menjadi faktor risiko penting, yaitu diabetes dan insufisiensi arterial. Saya sendiri menemukan sejumlah pasien diabetes yang memiliki kondisi unguis incarnatus ini mengalami diabetic foot yang sulit sembuh.

Dokter yang memeriksa akan menemukan semua tanda klasik yang perlu dikenali, nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan hangat relatif. Jika terdapat jamur (mikosis), maka akan ada pertimbangan lainnya. Riwayat menggunakan sepatu yang ketat atau memotong kuku terlalu pendek akan menjadi pencetus yang paling sering. Tentu saja dokter juga akan membedakan antara kondisi ini dan cedera pada bantalan kuku yang mungkin diakibatkan oleh ruda paksa lainnya, misalnya jari kaki yang tertimpa standar sepeda motor ketika hendak parkir.

Dokter tidak akan memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk kondisi kuku ini, tapi jika ada faktor pendukung lain yang dicurgai, seperti diabetes mielitus, maka pemeriksaan lab akan ditujukan untuk mengetahui kondisi tersebut. Demikian juga dengan pemeriksaan foto rontgen, hampir tidak pernah diperlukan, kecuali jika ada kecurigaan kesertaan tulang di dalamnya sebagai kondisi komplikasi ataupun penyerta, misalnya osteomilitis (infeksi tulang) atau patah tulang yang tentunya jarang.

Begitu kuku tumbuh masuk ke dalam, maka membran dasar kutikula menjadi terbuka dan rentan terhadap infeksi bakteri. Maka kita lakukan pemberian bantalan untuk mencegah infeksi ini.

Pertama, pada prinsipnya, ujung kuku harus diangkat dari dasarnya. Ini bisa dilakukan dengan menggulirkan/memasukkan gulungan kapas ke ujung jari dari sisi pinggir. Hanya saja, dikatakan jika mencoba memasukkan dari ujung depan, biasanya akan terasa lebih sakit. Jika masih terasa sakit, coba rendam terlebih dahulu pada air hangat. Dengan merendam pada air hangat, biasanya kuku menjadi cukup lunak untuk diangkat tepinya tanpa terlalu sakit.

Bantalan Kapas
Contoh bantalan kapas untuk mengangkat ujung kuku.

Jika cara di atas tidak menghentikan kuku tumbuh dengan terus menerus, bahkan menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu di atas. Maka segeralah kunjungi instalagi gawat darurat terdekat, kuku tersebut perlu diambil sebagian. Biasanya melalui operasi bedah sederhana yang menggunakan bius lokal.

Video di atas mungkin tidak nyaman bagi kebanyakan dari pembaca, namun kira-kira, seperti itulah prinsip melakukan bedah minor untuk menghilangkan kondisi kuku yang masuk ke dalam ini. Hanya saja memang tidak ada garansi apalagi jaminan bahwa kondisi ini tidak akan muncul lagi.

Obat-obatan biasanya terbatas pada antinyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen/paracetamol. Antibiotik biasanya tidak diberikan kecuali ada tanda penyebaran limfangitis. Sedangkan antijamur hanya diberikan jika ada indikasi infeksi jamur yang menyertai.

Jika tidak ada komplikasi lain yang menyertai, mungkin dalam 2-3 hari pasca bedah minor, luka akan mengeluarkan cairan kuning agak banyak pada kasa (namun perdarahan hanya sedikit). Ibu jari kaki akan tampak lebih baik, pasien akan merasa nyeri yang berkurang, dan pembengkakan yang kemerahan juga berkurang. Jika pasien memiliki faktor risiko dan komplikasi lain, biasanya disarankan berkonsultasi dengan ahlinya.

Untuk pencegahan agar tidak muncul kembali. Gunakan sepatu yang memberi ruang cukup banyak bagi jempol kaki, jangan sampai terdesak di dalam, terutama ketika menapak, sehingga ada cukup ruang bagi jempol kaki menyebar. Kuku sebaiknya dipotong lurus, dan ujung kuku tidak tertanam pada kulit.

Contoh memotong kuku.
Contoh pola memotong kuku yang baik guna menghindari kuku tumbuh ke dalam dan menjadi onychocryptosis.

Jika kita sudah paham bagaimana merawat kuku, maka kita bisa mengurangi kemungkinan kekambuhan dengan perawatan yang benar ini. Tentu saja ada sejumlah cara lain yang tidak bisa saya bahas satu per satu di sini. Jika Anda berminat mengobrol tentang kondisi ini lebih banyak lagi, silakan memanfaatkan kolom komentar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s