Selamat Datang openSUSE 13.2

Petang ini, lini masa saya dipenuhi oleh pelbagai warna hijau toska dan muda. Sepertinya Slyterin sedang memenangkan house cup dalam serial Harry Potter. Tapi ini bukan tentang itu, para pengguna sedang menyambut kedatangan Green Geeko terbaru, openSUSE 13.2. Anda pengguna Linux pasti tidak akan pernah melewatkan nama salah satu distribusi yang memiliki sejarah panjang ini, dan memiliki banyak penggemar di pelbagai belahan duni, termasuk saya di sini.

Saya hanya bisa mengucapkan selamat datang pada openSUSE, beberapa hal yang menarik di sini. Pertama menyambut rilis Gnome 3.14 – yang merupakan versi Gnome yang cukup ringan berjalan di komputer dengan perangkat keras kelas menengah. Saya sendiri sekarang sedang menikmati Gnome dengan menggunakan Antergos.

Gnome Weather.
Tampilan Gnome dengan memperlihatkan Gnome Weather.

Isu lain yang diangkat adalah penggabungan antara Tumbleweed dan Factory, saya dulu selalu menggunakan Tumbleweed untuk rolling release karena stabilitas dan ketangguhannya. Saya merasa tidak memerlukan yang lain dengan adanya paket RPM dan Tumbleweed di tangan, segala masalah bisa terpecahkan dengan baik. Dari Gnome, KDE, hingga MATE bisa memanfaatkannya.

Jangan lupa, selain sebagai dekstop, openSUSE juga sangat cocok bagi para pengembang (developer), baik yang baru belajar kode-kodean atau sudah sarapan dan makan malam semua kode yang di-hash dan di-salt setiap hari.

Saya mengucapkan selamat datang pada openSUSE 13.2 – sebuah dunia yang membuat saya bisa bebas dari ketergantungan dengan proprietary software seperti Microsoft Windows.

Iklan

4 thoughts on “Selamat Datang openSUSE 13.2

  1. Saya mengucapkan selamat datang pada openSUSE 13.2 – sebuah dunia yang membuat saya bisa bebas dari ketergantungan dengan proprietary software seperti Microsoft Windows…… tapi tidak Office-nya 😀 …. *damn you world! why wouldn’t you adopt libreoffice!*

    Suka

    1. Ya, mungkin 5 atau 10 tahun lagi Mas. Karena 5 atau 10 tahun yang lalu kita masih melihat betapa susahnya beralih ke Linux. Sekarang sudah mulai mudah. Dan LibreOffice mungkin sudah menjadi sangat intuitif dalam 5 atau 10 tahun mendatang.

      Suka

  2. saya pun sudah mencoba opensuse 13.2, namun rasanya agak kecewa karena sepertinya ada bug di bagian audionya (mungkin hanya berlaku di laptop saya) 😦

    btw, udah lama nih saya gk berkunjung ke sini 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s