Demensia

Surat kabar Internasional daring belakangan ini membuka hasil otopsi terhadap almarhum aktor ternama Robin Williams menunjukkan bahwa ditemukannya badan Lewy yang menandakan sang aktor kemungkinan menderita demensia (dementia) selama masa hidupnya, dan bisa jadi sebagai salah faktor pemicu kasus yang diduga bunuh diri tersebut.

Dimensia bukanlah suatu penyakit tertentu yang bisa dikategorikan secara spesifik. Namun bisa dikatakan merupakan sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan berpikir dan sosial secara cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Banyak yang menyebabkan gejala-gejala dimensia – atau pikun – ini muncul. Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyebab paling umum demensia yang semakin memburuk.

Dementia
Ilustrasi demensia, di mana kehilangan fungsi otak terjadi. Sumber gambar: healthsciences.curtin.edu.au.

Kehilangan ingatan umumnya terjadi pada demensia. Namun, kehilangan ingatan sendiri tidak bermakna seseorang menderita demensia. Agar dapat dinyatakan sebagai demensia, setidaknya terdapat permasalah pada dua fungsi otak, seperti kehilangan ingatan, dan gangguan penilaian atau bahasa, dan ketidakmampuan melakukan sejumlah aktivitas harian seperti tidak bisa membayar tagihan listrik, atau tersesat saat mengemudi pulang ke rumah.

Demensia bisa membuat penderitanya kebingungan dan tidak mampu mengingat orang serta nama mereka. Penderita juga bisa mengalami perubahan pada kepribadian dan perilaku sosial. Namun, sejumlah penyebab demensia bisa diobati dan bahkan dipulihkan.

Gejala-gejala demensia dapat beragam, tergantung pada penyebabnya, yang paling umum adalah tanda dan gejala yang meliputi:

  • Kehilangan ingatan.
  • Kesulitan berkomunikasi.
  • Kesulitan mengerjakan tugas yang rumit/kompleks.
  • Kesulitan merencanakan dan mengatur sesuatu.
  • Kesulitan dengan fungsi koordinasi dan motorik.
  • Masalah-masalah disorientasi, seperti tersesat atau lupa jalan.
  • Perubahan kepribadian.
  • Ketidakmampuan memberi alasan.
  • Tingkah laku yang kurang pantas.
  • Paranoia/paranoid (mudah takut/khawatir).
  • Agitasi (mudah tersinggung).
  • Halusinasi

Jika ada orang di sekitar Anda menderita gejala-gejala demensia, maka dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Beberapa kondisi yang bisa diobati mungkin dapat mencegah perburukan demensia. Dokter bisa membantu mengidentifikasi kondisi yang melandasi terjadinya gejala-gejala tersebut.

Senility
Penderita demensia kadang gagal mengingat sesuatu, sehingga tampak seperti penderita yang obsesif kompulsif. Sumber gambar: ewagele.

Penyakit alzheimer dan sejumlah penyebab lain demensia bisa memburuk sejalan dengan waktu. Diagnosis dini memberikan penderita waktu untuk merencanakan masa depan dengan turun serta mengambil keputusan penting ketika masih dapat memberikan keputusan.

Demensia melibatkan kerusakan pada sel-sel saraf pada otak, yang bisa terjadi pada sejumlah area di otak. Demensia bisa memengaruhi individu yang berbeda secara berbeda juga, tergantung bagian otak yang terlibat.

Demensia dapat diklasifikasikan dengan pelbagai cara, dan sering dikelompokkan dengan kesamaan yang dimiliki oleh masing-masing jenis, seperti bagian otak yang dipengaruhi, atau apakah mereka memburuk dari waktu ke waktu.

Sejumlah demensia yang memburuk berjalan seiring waktu adalah:

  • Penyakit Alzheimer. Kebanyakan pada orang usia 65 tahun ke atas. Merupakan penyebab terbanyak demensia. Alzheimer dimungkinkan oleg faktor risiko genetis, dan berkembang pelan dari tujuh hingga sepuluh tahun. Kemampuan berpikir menurun perlahan-lahan, hingga sejumlah area otak yang mengatur kemampuan ingatan, bahasa, penilaian dan spasial menjadi tidak berkerja sebagaimana mestinya.
  • Demensia badan lewy. Juga merupakan salah satu bentuk demensia yang umum. Badan-badan lewy adalah lekatan protein abdnormal pada jaringan otak, dan terdapat tampilan yang unik dibandingkan dengan alzheimer, yaitu terdapat periode lusida (datang pergi antara kondisi bingung dan berpikir jernih), halusinasi visual, lalu ada gejala mirip parkinsonisme (tremor dan kekakuan).
  • Demensia vaskular. Merupakan hasil ketika otak rusak akibat kurangnya suplai darah, bisa jadi karena perdarahan ataupun halangan pada vaskular (pembuluh darah). Permasalahan pembuluh darah ini bisa disebabkan oleh stroke, infeksi katup jantung, atau lainnya. Biasanya muncul pada mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau stroke, atau juga serangan jantung.
  • Demensia frontotemporal. Biasanya terjadi pada usia yang lebih mudah (mulai usia 40-an tahun). Biasanya ditandai dengan kerusakan sel-sel saraf otak di lobus frontal (depan) dan temporal (samping), area-area yang dikaitkan dengan kepribadian, tingkah laku dan bahasa. Gejalanya dapat berupa tingkah laku yang kurang pantas, masalah bahasa, kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, serta gangguan bergerak.

Sejumlah penyakit juga dikaitkan dengan demensia, seperti misalnya penyakit Huntington, cedera traumatik otak, infeksi HIV, penyakit Creutzfeldt-Jakob, atau demensia sekunder lainnya.

Dan ada dmensia-demensia yang kemungkinan dapat dipulihkan. Di antaranya adalah yang disebabkan oleh:

  • Penyakit infeksi dan imunitas.
  • Masalah metabolik dan kelainan endokrin (hormonal).
  • Kekurangan nutrisi.
  • Reaksi terhadap obat.
  • Hematoma subdural.
  • Keracunan.
  • Tumor otak.
  • Anoksia/hipoksemia.
  • Masalah jantung dan paru.
  • Hidrosefalus tekanan normal.
Statistical type of Dementia
Pelbagai jenis demensia dan kisaran presentasi kejadiannya. Sumber gambar: mind.uci.edu

Demensia memiliki sejumlah faktor risiko, beberapa faktor risiko tidak bisa diubah, misalnya adalah usia, riwayat keluarga dengan demensia, dan sindrom Down.

Faktor risiko lain bisa diubah dengan perubahan pola hidup dan pengobatan, misalnya:

  • Konsumsi alkohol.
  • Atherosklerosis.
  • Tekanan darah.
  • Kolesterol.
  • Depresi.
  • Diabetes.
  • Kadar estrogen yang tinggi.
  • Kadar homosistein darah.
  • Obesitas.
  • Merokok.

Penderita demensia akan mengalami sejumlah masalah yang merupakan bentuk komplikasi dari kondisinya tersebut. Hal ini disebabkan karena penderita demensia kehilangan sejumlah kemampuan untuk melakukan aktivitas harian dengan semestinya.

Ada kalanya penderita demensia mulai mengurangi makan dan minum, dan pada akhirnya tidak makan dan minum sama sekali. Mereka bisa jadi lupa sudah makan atau belum, mereka akan berpikir bahwa mereka sudah makan. Kadang perubahan jam makan, atau bising di lingkungan bisa memengaruhi apakah mereka akan makan atau tidak. Kadang, demensia yang sudah pada tahapan lanjut bisa membuat penderitanya kehilangan kendali pada otot-otot yang digunakan untuk mengunyah dan menelan, sehingga berpotensi menimbulkan tersedak. Hal ini bisa menghalangi pernapasan, dan menimbulkan pneumonia. Sehingga bisa menyebabkan kehilangan rasa lapar, dan bersama dengan itu kehilangan nafsu makan. Sehingga penderita demensia sangat rentan kekurangan nutrisi.

Kehilangan kemampuan juga muncul dalam menjaga higienitas, seperti tidak mandi, keramas atau gosok gigi. Bahkan bisa juga tidak mampu menggunakan toilet, sehingga higienitas menjadi sangat berkurang.

Mereka dengan demensia dan sedang menjalani pengobatan juga berisiko tidak meminum obat dengan benar. Bisa jadi tidak minum obat sama sekali, atau malah minum obat secara berlebih.

Hal-hal lain seperti kerusakan kesehatan emosional, kesulitan berkomunikasi, delusi dan halusinasi, kesulitan tidur, hingga tantangan bagi keselamatan penderita demensia merupakan kompleksitas komplikasi yang menjadi beban tidak hanya bagi penderita dan yang merawat.

Guna menegakkan diagnosis demensia dan faktor yang menyebabkan, beberapa kali pertemuan dengan dokter mungkin diperlukan, atau rujukan ke ahli neurologi. Tes kognitif dan neuropsikologi serta evaluasi neurologi adalah tes sederhana yang dapat dilakukan di mana saja, hanya instrumen untuk mengerjakannya seringkali tidak tersedia. Pemeriksaan tambahan seperti pemindaian otak dengan CT-scan atau MRI mungkin diperlukan untuk sejumlah kecurigaan (misal stroke atau tumor otak). Tes darah sederhana untuk menentukan defisiensi vitamin B12 atau kelenjar tiroid yang kurang aktif bisa jadi juga diperlukan. Jika ada kecurigaan gangguan mental, maka rujukan ke psikiater untuk evaluasi psikiatri akan diperlukan.

Sebagian besar demensia tidak bisa disembuhkan, namun terapi bisa membantu menekan gejala-gejala yang muncul. Anda dapat berkonsultasi pada dokter dan ahli neurologi untuk informasi lebih lengkap.

Tagging Dementia
Jangan biarkan penderita demensia bepergian sendiri tanpa pengawasan. Sumber gambar: recogneyes.co.uk.

Di rumah ada hal-hal yang dapat Anda lakukan bagi penderita demensia. Semisal memperhalus komunikasi, berbicara pelan dengan kalimat sederhana, jangan terburu-buru. Berikan hanya satu petunjuk dalam satu waktu, jangan berikan banyak ide atau instruksi sekaligus, dan gunakan juga bahasa tubuh. Jika bisa ajak para manula untuk melakukan senam lansia.

Ikutkan juga penderita demensia untuk melakukan permainan yang mengasah otak dan kecerdasan, seperti teka-teki silang. Hindari kebisingan pada malam hari, dan usahakan ada lampu tidur di ruang tidur dan lampu lantai/penunjuk hingga ke toilet sehingga penderita tidak mengalami disorientasi. Kurangi kafein atau kopi pada siang, termasuk mengurangi tidur siang. Ajak penderita menggunakan kalender, untuk tetap menjaga daya ingat. Bicarakan hal-hal mengenai rencana ke depan atau ide-ide untuk hari esok dengan penderita.

Tidak dilarang, selama tidak terdapat kontraindikasi untuk melakukan terapi alternatif, seperti terapi vitamin E, ginko, omega 3. Atau terapi musik, pijat, aroma terapi, hingga terapi menggunakan hewan peliharaan.

Penderita demensia tidak bisa sendiri. Saya rasa itu adalah kunci yang paling vital dalam menghadapi kasus ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.