Moonlight Sculptor

Hanya sedikit novel web yang membuat saya ketagihan, dan belakangan ini saya membaca “Moonlight Sculptor” yang diterjemahkan dari bahasa asli Korea oleh para penggemar. Jika tidak keliru, novel aslinya sudah mencapai volume 45, terjemahannya masih berkisar di volume 20-an. Tapi bagi yang menyukai novel petualangan, pasti akan menyukai novel ini; tentu saja dengan catatan, mereka akan lebih mudah memahami novel jika pernah bermain video game tipe RPG.

Karya Nam Hi Sung ini kisahnya berpusat pada seorang pemuda bernama Lee Hyun yang hidup miskin bersama adik perempuan, dan neneknya yang harus dirawat di rumah sakit. Lee Hyun suatu ketika menjual karakter game-nya dari sebuah game online yang berjudul Continent of Magic dalam sebuah lelang. Tanpa disangka, dia menghasilkan 3 milyar lebih dari hasil lelang tersebut, namun dengan seketika uang itu lenyap diambil oleh para lintah darah di mana orang tua Lee Hyun pernah berhutang.

Di sini, Lee Hyun bertekad mendapatkan uang lagi melalui video game online yang menggunakan realitas virtual bernama “Royal Road” keluaran perusahaan game Unicorn. Di mana pemain masuk ke dalam kapsul, dan benar-benar masuk ke dalam permainan seolah-olah merupakan realitas asli.

Moonlight Sculptor

Sebelum masuk ke dalam permainan realitas virtual, Lee Hyun juga mempersiapkan diri dengan olahraga dan mengikuti dojo di bawah bimbingan ahli pedang terbaik di negerinya. Namun sayang, ketika masuk ke dalam permainan, Lee Hyun dengan nama karakter Weed terseret ke dalam kelas (jenis karakter) yang tidak diinginkannya, dia tidak bisa memilih karakter petarung atau kesatria, justru dia mendapatkan kelas “pemahat” – sculptor. Namun bukan pemahat biasa, tapi “Legendary Moonlight Sculptor” yang menurut sejarah benua tersebut, kaisar yang pertama kali menyatukan benua memiliki kelas yang sama dengan yang dimiliki Weed, dan ini membuka jalan baginya menjadi penerus sang kaisar.

Permainan Royal Road, sesuai namanya, bertujuan mencari pemain yang bisa menyatukan seluruh wilayah dan kerajaan dalam game tersebut. Hanya saja ada jutaan pemain lain, dan banyak di antara mereka memiliki kemampuan jauh di atas Weed, belum lagi kesulitan pelbagai tantangan dalam permainan ini.

Novelnya berisikan kisah petualangan yang sangat unik, diselipkan humor-humor menggelitik di setiap sesinya, dan membuat pembaca tidak akan bosan. Karakter Lee Hyun dibuat sedemikian rupa menggambarkan orang yang tumbuh di lingkungan miskin, sehingga sangat berhitung dengan uang, ia menilai uang bisa menjadi sandaran yang tidak akan “berbohong”, sehingga ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan tambahan satu sen. Ia cukup cerdas dalam menyusun strategi, sehingga tokohnya perlahan-lahan menjadi legenda di dalam permainan, namun ia juga kadang harus berjudi dengan nasib karena permainan ternyata tidak pernah mudah apalagi ketika ia mengambil tantangan yang orang lain tidak berani mengambilnya. Ia tipe orang yang tidak segan berinventasi untuk keuntungan yang lebih besar, dan ia sangat pilih-pilih dalam berinventasi. Weed juga bermulut manis, sehingga sanjungan bisa membawanya menemui banyak kesempatan. Di dalam game ia menjadi tokoh yang dipuja, dicemburui, hingga dibenci karena kesuksesannya. Dan di atas semuanya, dia mengusahakan agar adiknya mendapatkan yang terbaik.

Kisah Lee Hyun juga berisi romantisme yang belum mekar, setidaknya hingga volume 20 yang sudah saya baca. Tapi entahlah, saya belum membaca sampai tuntas, menunggu para penggemar untuk menerjemahkannya.

Jika Anda berminat, Anda bisa membaca cuplikan light novel-nya di http://www.baka-tsuki.org atau membaca komik dengan judul yang sama di mangacow.co. Siapa tahu Anda juga akan ketagihan, dan mungkin berharap, bisa diterbitkan di Indonesia juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s