Cuti Hamil dan Melahirkan

Pembicaraan mengenai cuti hamil dan melahirkan (maternity leave) biasanya tidak akan pernah selesai. Di satu sisi, pekerja akan meminta waktu istirahat yang lebih panjang, di sisi lain ada kalanya pemberi kerja menginginkan pekerjanya segera kembali bekerja. Peraturan perusahaan setidaknya bisa memuat mengenai hal ini sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Saya sendiri ketika di rumah sakit, mungkin seharusnya melihat kembali apakah hospital by law sudah memuat mengenai hal tersebut.

Saat ini di Indonesia, secara legal formal, maternity leave dibagi ke dalam cuti hamil dan cuti melahirkan yang terpisah masing-masing sebanyak 45 hari – dan bisa diambil secara akumulatif selama 90 hari (3 bulan) berturut-turut.

Ini adalah yang dijamin undang-undang sebagai cuti yang ditanggung. Artinya upah karyawan tetap dibayarkan selama cuti tersebut. Dan peraturan perusahaan tidak bisa menyimpang dari peraturan perundangan ini.

Tapi tidak semua orang menganggap cuti yang hanya 45 hari setelah melahirkan tersebut cukup. Beberapa mungkin karena pelbagai kondisi memerlukan istirahat yang lebih lama (mungkin karena komplikasi kesehatan si Ibu), atau hal-hal lainnya. Jika dilihat, itu hanya 6 minggu waktu istirahat sepenuhnya bagi ibu dan bayinya. Dan 6 minggu sebelumnya untuk mempersiapkan kelahiran si kecil.

Kalau di bandingkan dengan negara lain, di Indonesia diberikan jaminan sekitar 13 minggu, ini lebih baik dibandingkan Meksiko ataupun Iran, namun masih kurang dibandingkan Kongo atau Tiongkok jika melihat grafik berikut.

Mapping Paid Maternity Leave

Amerika sendiri sebagai salah satu negara industri terbesar, tidak memiliki jaminan upah bagi cuti hamil dan melahirkan, namun mereka menjamin cuti sekitar 12 minggu bagi ibu yang baru melahirkan atau baru mengadopsi anak.

Dan kita di Indonesia masih di bawah Vietnam yang menjadi negara tetangga kita masalah cuti melahirkan. Mereka bisa memberikan sekitar 26 minggu (5-6 bulan) cuti melahirkan yang tetap ditanggung upahnya selama cuti. Saya dengar di Vietnam seorang ibu juga bisa kembali kerja di dalam masa cuti asalkan dia sudah mengambil cuti setidaknya selama 60 hari, dan diizinkan kembali bekerja dengan surat keterangan mampu kembali bekerja dari rumah sakit. Jika seorang ibu di sana melahirkan bayi kembar, maka ia berhak atas cuti tambahan sebanyak 30 hari dari setiap tambahan anak yang dilahirkan.

Kita mungkin berharap seperti di Vietnam, namun iklim industri kita di Indonesia tidak demikian. Jika seorang ibu tidak kembali bekerja dan memperpanjang cuti, maka walau perusahaan mengizinkan, akan terhitung sebagai cuti yang tidak tertanggung, dan ini masih dianggap memberatkan bagi banyak orang mungkin. Latar belakang ekonomi biasanya menjadi alasan utama.

Beberapa perusahaan di Indonesia ada juga yang memberikan cuti melahirkan yang lebih panjang, tentunya kembali kepada kebijakan perusahaan masing-masing.

Jika Anda seorang perempuan yang baru akan bekerja pada sebuah perusahaan, maka jangan lupa melihat kembali kebijakan perusahaan mengenai cuti hamil dan melahirkan. Hal ini bisa membantu merencanakan kelahiran ke depannya, termasuk merencanakan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi akan sangat bergantung pada pelbagai situasi Anda dan kebijakan perusahaan.

Iklan

4 tanggapan untuk “Cuti Hamil dan Melahirkan

  1. tiongkok maternity leave-nya lebih lama dari indonesia tapi KAN cuman boleh hamil 1 kali LOL …. lebih dari itu wajib di aborsi …. 😀 …
    ah … di indonesia sih … cuti hamil sedikit, masih banyak yg nyinyir hehehe … aneh … kok pada ngiri sama emak2 hamil … saya juga engga tahu deh kenapa (di lingkungan kantor) …

    saya lupa kalau engga salah di australia deh, kalau maternity leave bisa juga diajukan untuk bapak-nya … enak banget yah bli 😛 ….

    Suka

  2. Tulisan bermanfaat. Apalagi ditulis oleh seorang ‘bapak’. Senang mengetahui negara kita masih lebih baik dibanding beberapa negara lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s