Pendekatan Pasien dengan Disabilitas Netra di Rumah Sakit

Orang-orang dengan disabilitas penglihatan (tuna netra, kebutaan, rabun/low vision) merupakan pribadi yang berkebutuhan khusus dalam menyerap situasi lingkungan mereka. Mari kita lihat sedikit panduan bagi tenaga kesehatan atau keluarga pasien, sedemikian hingga Anda bisa membantu pasien merasa mudah dan nyaman selama menjalani rawat inap di rumah sakit.

Memulai dengan baik

  • Perkenalkan diri Anda dan sapa pasien dengan nama mereka, sehingga pasien mengetahui bahwa Anda sedang berbicara dengan dirinya dan bukan dengan pasien lain di area yang sama.
  • Perkenalkan pasien dengan pasien lain yang berada dalam satu ruangan.
  • Tanyakan pada pasien apakah mereka dapat melihat (dalam derajat tertentu). Sedikit pasien buta total.
  • Tanyakan pada pasien bantuan apa yang mereka perlukan, hindari berasumsi sendiri tentang apa yang mereka perlukan.
  • Pastikan pasien dilibatkan dalam diskusi mengenai rencana pengobatan dan tindakan medis. Dalam kondisi buta atau terganggu daya penglihatannya tidak bermakna bahwa mereka tidak dapat mendengar atau memamahi apa yang sedang disampaikan.
  • Ucapkan selamat tinggal ketika Anda menyelesaikan sebuah percakapan dan sampaikan ketika Anda hendak meninggalkan ruangan.

Pasien di tempat tidur

  • Tempatkan suatu “tanda identifikasi pasien’ di atas tempat tidur pasien dan/atau pintu masuk ruangan (lihat di bawah).
  • Pertimbangkan penyesuaian pencahayaan tambahan bagi pasien yang masih memiliki sisa penglihatan yang bermanfaat baginya.
  • Tandai botol-botol obat pasien dengan label cetak yang besar atau dengan penanda taktis seperti Braille atau Polymark.
  • Pasien mungkin lebih menyukai tempat tidur yang berada di sudut ruangan untuk membantu membuat lokasi lebih mudah, untuk menghindari dengan perlengkapan pasien lainnya dan membantu mereka mengatur barang-barang pribadi dengan lebih mudah.
  • Jangan memindahkan barang-barang pasien tanpa sepengetahuan dan seizin pasien. Jika suatu barang dipindah, beri tahu mereka posisi/tempat yang baru.
  • Selalu beri tahu pasien sebelum melakukan tindakan apapun; akan bisa sangat tidak nyaman bagi pasien jika disentuh tanpa peringatan/pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Jika mata ditutup dengan balutan/perban/bidai, pastikan telinga dan organ indera lainnya tidak terhalangi.
  • Mengetahui waktu bisa membantu pasien membentuk struktur kegiatan harian mereka. Pastikan pasien memiliki akses terhadap radio, jam yang bisa memberitahukan waktu. Atau metode lain ketika pasien perlu tahu waktu untuk kegiatan harian mereka.

Penanda identifikasi pasien

Penanda identifikasi di sini bisa bebas ditentukan oleh rumah sakit, sesuai dengan kebijakan yang dimiliki oleh rumah sakit. Tujuan sistem penanda identifikasi pasien adalah untuk menginformasikan kepada setiap orang atau tenaga kesehatan yang hendak berkomunikasi dengan pasien, bahwa pasien adalah seorang penyandang disabilitas netra.

Sebuah papan penanda di atas tempat tidur pasien akan sangat membantu, misalnya dengan informasi:

Saya penyandang disabilitas netra.

Mohon perkenalkan diri Anda dan beri tahu saya jika Anda hendak meninggalkan ruangan.

Mohon bertanya apakah saya memerlukan bantuan.

Tentu papan ini selayaknya dipasang setelah mendapatkan persetujuan dari pihak pasien atau walinya. Diharapkan dengan penanda seperti ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penyandang disabilitas netra di rumah sakit.

Pasien yang dapat berpindah

  • Kenalkan (beri orientasi) pasien pada lingkungan/area/ruangan mereka dengan memulai dari pusat aktivitas mereka (misalnya tempat tidur pasien).
  • Ketika memperkenalkan pasien ke area yang baru, berjalanlah bersama mereka (hindari hanya memberikan arahan secara verbal saja). Ini akan membantu pasien mengenali jarak dan mengambil petunjuk-petunjuk sensoris, sehingga kali berikutnya mereka bisa berpindah secara mandiri.
  • Jaga agar jalan dan koridor bebas dari hambatan jika dimungkinkan, dan beri tahu pasien jika ada perubahan pada kondisi lingkungan.
  • Tanya pasien jika mereka ingin memegang lengan Anda guna membantu memandu. Jika demikian, biarkan pasien yang memegang lengan Anda di sekitar atas siku dengan ibu jari mereka ada di bagian depan. Hindari Anda yang memegang pasien saat memandu pasien berpindah.

Anak-anak

Staf medis selayaknya menanyakan pada orang tua / wali guna mendiskusikan kebutuhan khusus apa saja yang mungkin diperlukan anak, sebelum seorang pasien anak menjalani rawat inap. Jika ini tidak memungkinkan, maka salah satu orang tua selayaknya tinggal bersama anak atau berkunjung dalam periode yang panjang sementara lingkungan belum begitu dikenal oleh anak.

Bayi

Meninggalkan bayi yang buta dalam kondisi berbaring/telentang dalam jangka waktu lama, meskipun bayi tersebut tampak nyaman, membuat mereka rentan mengalami penurunan fungsi sensoris. Kurangnya respons mereka tidak boleh disangka sebagai ketulian atau handaya kecedasan. Rangsangan yang tepat serta terus menerus, seperti berbincang dengan lemah lembut dan sentuhan yang lembut, menjadi tindakan dan kegiatan yang disarankan.

Bayi yang buta belajar mengenai sekitar mereka melalui usaha berucap, dan kemudian melalui penjelajahan dengan sentuhan (taktil). Pastikan bayi memiliki pelbagai mainan yang dikenal dan digemari dalam jangkauannya. Mainan selayaknya memiliki permukaan yang beragam, menciptakan bunyi yang menarik, serta aman dan menyenangkan bagi mulut.

Balita dan prasekolah

  • Balita selayaknya mampu menjelajah lingkungan mereka sebebas dan semandiri mungkin.
  • Selalu jelaskan apa yang Anda kerjakan dan gambarkan lingkungan dan situasi sekitar yang baru.
  • Gunakan pendekatan dari tangan ke tangan untuk mengenalkan objek yang baru. Tunjukkan pada mereka di mana makanan atau minuman mereka pada tempatnya, dan bagaimana mereka membuka tempat makanan.
  • Hindari berbicara mengenai kondisi mereka saat berada di dekat/sekitar mereka.
  • Hindari pemindahan yang tidak diperlukan pada furnitur dan awasi kemungkinan halangan atau bahaya seperti misalnya sudut yang tajam atau perpanjangan kabel.
  • Pacu mereka untuk melatih kemampuan mereka, seperti makan.
  • Perkenalkan dengan kelompok bermainan sesuai usia mereka.

Waktu makan

  • Bacakan dengan jelas menu-menu makanan dan biarkan pasien memilih makanan mereka.
  • Beri tahu pasien ketika makanan mereka telah datang, dan di mana wadah makanan diletakkan.
  • Kontras warna bisa menjadi penting bagi mereka dengan hendaya/disabilitas penglihatan. Menempatkan wadah makanan yang berwarna gelap di bawah piring makan yang berwarna terang bisa membantu mereka menentukan tempat makanan.
  • Gambarkan isi wadah makanan, misalnya dengan mengatakan daging di arah pukul 12.00, tanyakan juga pada pasien apakah dia nyaman dengan penataan menu makanannya.
  • Tanyakan pada pasien apakah dia memerlukan bantuan untuk membuka wadah makanan.
  • Tanyakan pada pasien apakah dia memerlukan bantuan dengan waktu makan mereka, hindari menawarkan bantuan secara terbuka seperti menyuapi pasien, biarkan pasien menentukan bantuan apa yang mereka inginkan.
  • Sediakan minuman hangat/panas pada wadah antitumpah dan beri tahu pada pasien posisi tempat minum tersebut.

Tentu saja ada sejumlah lain bagaimana kita bisa membantu penderita hendaya penglihatan di sekitar lingkungan rumah sakit. Jika Anda masih memiliki masukan, silakan menyampaikan melalui kolom tanggapan di bawah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.