Bekerja Siang Malam

Bagi penggemar tidur siang seperti saya, frasa ini akan terdengar sama mengerikannya bagi seorang penakut yang sedang berada di dalam sinema saat klimaks adegan horor muncul di layar lebar. Tapi karena sudah terlanjur ada dalam “sinema kehidupan”, mau tidak mau frasa ini akan datang menjemput jikapun tidak dicari. “Bekerja siang dan malam”.

Bekerja dengan standar empat puluh jam dalam seminggu selama ini belum bisa memenuhi target yang saya kehendaki, bahkan setelah juga meninggalkan sementara hobi saya menulis di sini. Selama memiliki target, mendatangkan kapital adalah langkah selanjutnya – hanya saja tanpa strategi yang baik, maka tantangan berikutnya adalah waktu.

Sayangnya, kita tidak bisa memiliki semua waktu di dunia untuk urusan duniawi, walau untuk hal-hal yang lebih esensial – waktu tersedia tidak terbatas.

Untuk yang satu ini, maka pilihannya adalah bekerja siang dan malam. Ah, dan ini pun tidak mengagetkan sama sekali, karena sejak dulu profesi yang saya ambil juga sudah memiliki karakter “pekerja siang” dan “pekerja malam”.

Day & Night by Pixar Animation

Tapi, hei bukankah bekerja itu menyenangkan?

Kita tidak bisa hidup tanpa bekerja, karena kerja adalah bagian dari hidup (katanya). Saya hanya bisa menikmati apa yang ada saat ini, sambil berlari sedikit lebih cepat, dan tersenyum pada diri saya sendiri.

24/7 – here I am.

Dan mungkin karena stres saya akan bertambah, maka risiko artikel “sampah” di blog ini akan menjadi semakin menjadi-jadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s