Mengatasi Memar

Memar dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah “kontusio”, adalah salah satu kondisi yang banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Memar umumnya terjadi akibat benturan permukaan tubuh dengan benda yang relatif keras. Kondisi memar akan memunculkan warna merah kebiruan atau kehitaman pada permukaan kulit, diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan darah bocor ke jaringan di sekitarnya.

Jangan panik ketika terjadi memar, beberapa pertolongan pertama yang sederhana akan dapat membantu Anda. Jika kulit Anda tidak terluka (baik sobek ataupun lecet), maka perban nyaris tidak akan diperlukan pada banyak kasus. Anda bisa mempercepat penyembuhan memar dengan melakukan beberapa langkah berikut.

  • Angkat atau tinggikan area tubuh yang memar; misalnya jika kaki Anda yang memar, maka Anda dapat berbaring sambil meninggikan posisi kaki di atas posisi tubuh.
  • Berikan kompres dingin atau es beberapa kali sehari pada satu atau dua hari pertama pasca cedera. Hal ini akan membantu mengurangi proses peradangan dan bertambah parahnya memar. Kompres hangat atau panas pasca cedera bisa memperparah kondisi, jadi sebaiknya dihindari.
  • Istirahatkan area memar; tidak perlu dipijat atau diurut, karena bisa memperburuk kondisi memar.
  • Untuk mengurangi nyeri, golongan obat acetaminophen (paracetamol) bisa dipertimbangkan, sementara untuk mengurangi nyeri dan bengkak, golongan ibuprofen cukup membantu. Pertimbangan golongan obat antiinflamasi non-steroid hanya jika nyeri tergolong hebat.

Darah yang memang menumpuk di bawah kulit akan diserap kembali oleh tubuh, hanya saja ini memerlukan waktu dan bisa berbeda-beda periodenya pada masing-masing orang tergantung sejumlah faktor seperti kondisi kesehatan, status gizi, dan parah tidaknya memar tersebut. Anda tidak bisa berharap bahwa memar akan hilang secara serta merta, demikian juga rasa nyerinya.

Memar
Ilustrasi memar pada permukaan kulit. Sumber gambar: deviantart.net

Jika memar Anda memiliki luka terbuka, maka pemberian larutan antiseptik (seperti povidine iodine/obat merah) secara rutin sebagai upaya pencegahan efeksi sangat disarankan. Beberapa jenis luka mungkin memerlukan pertolongan medis, setelah Anda melakukan pertolongan pertama pada luka, kunjungi sarana kesehatan terdekat (klinik, puskesmas, atau rumah sakit). Di sana tindakan lebih lanjut yang diperlukan akan dilakukan, misalnya penjahitan luka robek yang menyertai memar.

Anda disarankan berkonsultasi langsung pada dokter jika:

  • Memar cukup besar dan sangat nyeri, khususnya jika memar tersebut muncul tanpa penyebab yang jelas.
  • Memar mulai muncul dengan mudah.
  • Memar disertai dengan perdarahan yang tidak normal pada bagian tubuh lainnya, misalnya pada gusi, pada mata, atau pada saat buang air.
  • Anda tidak pernah memiliki riwayat memar sebelumnya, dan mendadak Anda memar.

Tanda-tanda tersebut bisa jadi berhubungan dengan masalah serius seperti kondisi penjendelan/pembekuan darah atau penyakit darah tertentu.

Atau jika Anda cukup khawatir dengan kondisi memar Anda dan gejala/keluhan lain yang menyertainya, silakan berkonsultasi dengan dokter terdekat.

Tulisan ini diadaptasi dari Klinik Mayo, jika Anda memiliki pertanyaan seputar memar, silakan gunakan kolom komentar di bawah untuk berdiskusi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.