Kesan Awal dengan HP Stream 8

Hewlett Packard merupakan salah satu produsen komputer dan gawai yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kebetulan mereka juga partner resmi Microsoft, sebagaimana juga dengan IMB/Lenovo. Sehingga ketika saya memutuskan mencari sebuah tablet kecil berbasis Windows, saya memutuskan melirik produk antara HP atau Lenovo. Pilihan saya kemudian jatuh pada HP Strem 8 yang berbasis Intel Atom dengan layar sentuh 8″ dan dioperasikan dalam Windows 8.1.

Produk HP Stream 8 sebenarnya sudah rilis pada tahun 2014, dan merupakan produk lawas jika dibeli pada tahun ini.

Tapi pada akhirnya saya memilih menggunakan produk ini. Karena alasan utamanya adalah anggaran (budget). Dan yang kedua adalah kebutuhan.

Tablet HP Stream 8 termasuk produk yang terjangkau, dan sebanding dengan Advan W100 jika saya tidak keliru. Prosesor Intel Atom 1,33 GHz, RAM 1GB DDR3, Memori 32 GB (bisa terpakai sekitar 17 GB).

Setelah beberapa hari saya menggunakan tablet ini, kesan awal yang saya rasakan adalah puas. Karena bisa memenuhi kebutuhan saya.

Working on my manuscript … #tab #windows #microsoft #hewlettpackard

A post shared by Cahya Legawa (@haridiva) on

Saya menggunakannya untuk mengerjakan berkas-berkas yang berbasis Microsoft Office, karena laptop kerja saya sendiri berbasis Linux. Sehingga apa yang saya benar-benar perlukan adalah sebuah mesin yang bisa saya bekerja dengan Microsoft Office untuk tujuan tertentu, terutama mobile office. Dan akun Office 365 saya bekerja dengan baik di sini.

Catatan: Saya memiliki langganan Office 365 sendiri, sedangkan untuk penawaran Office 365 yang di-bundle dengan HP tampaknya tidak bisa digunakan karena dikatakan penawaran telah kedaluwarsa.

Jika saya tidak memerlukan tablet yang bisa mengerjakan Office 365 secara optimal, saya tidak akan memilih HP Stream 8. Ada banyak tablet berbasis Android yang lebih baik.

Blogging with Windows Tablet #hewlettpackard

A post shared by Cahya Legawa (@haridiva) on

Saya membeli dari Bhinneka toko daring yang edisi Purple, edisi ini tidak disertakan dengan bluetooth keyboard sebagaimana edisi yang Black. Tapi saya sendiri sudah punya folding keyboard produk Microsoft, jadi hal ini tidak masalah bagi saya. Tapi case Uneed yang berikan Bhinneka tidak sesuai dengan posisi kamera tablet ini.

Dengan spesifikasinya, saya memang sudah memperhitungkan kemungkinan tablet ini akan terjadi lag saat penggunaannya. Dan ini memang terjadi, terutama jika mengerjakan mutitasking terlalu banyak.

Biasanya saya batasi semisal, masing-masing satu jendela Microsoft Word, Microsoft OneNote, dan Peramban Web Opera yang terbuka. Jika demikian, justru tidak akan terasa tersendat-sendat.

Saya belum menemukan cara untuk menghubungkan ke Update Center milik Microsoft, karena tampaknya Windows Update tidak merespons. Oleh karena itu, untuk memastikan keamanan, saya menambahkan salah satu antivirus gratis yang cukup ramah sumber daya, yaitu Panda Free Antivirus. Saya tidak berani menggunakan avast! karena sumber daya avast! walau juga ringan, tapi tetap beberapa kali di atas Panda AV.

Jaringan saya coba menggunakan kartu GSM 3, dan bisa mencapai jaringan HSPA+ (3,75G) di wilayah Bantul. Untuk wifi cukup lancar dan tidak banyak kendala.

Saya hanya menyayangkan penyimpanan internal yang hanya tersisa 17 GB. Bahkan ketika ditambah aplikasi seminimal mungkin, sisa penyimpanan tidak akan melebihi 10 GB. Walau saya menggunakan penyimpanan OneDrive, ini tetap tidak mencukupi.

Saya membeli SDXC Samsung Evo+ 64 GB, yang saya pasang pada bagian microSD di HP Stream 8. Saat ini tidak ada kendala, namun Dropbox tidak bisa melakukan sinkronisasi dengan penyimpanan eksternal (kartu microSD dianggap sebagai penyimpanan eksternal). Saya belum mencoba mengaitkan kandar microSD ke kandar utama C:\ untuk bisa menggunakan Dropbox di situ. Saya biarkan sementara seperti itu saja.

Kamera saya belum mencoba, karena ini bukan fitur yang saya perlukan. Saya masih memiliki Samsung Galaxy Note 2 untuk sekadar menggambil gambar.

Baterai cukup bertahan lama, dan fitur sleep pada Windows 8.1 sangat bermanfaat dalam menghemat baterai, dan mungkin ini alasan saya tidak akan meningkatkannya ke versi Windows 10 – apalagi ketika masa upgrade gratis sudah lewat. Saya membawa powerbank Asus bersama saya untuk selalu berjaga-jaga jika diperlukan.

Video game? Ah, sudahlah lupakan saja. Mungkin saya akan mencoba memasang permainan yang ringan? Tapi saya belum tahu, masih mempertimbangkan sisa penyimpanan eksternal.

Salah satu nilai kurang, atau mungkin memang dampak dari teknologi ini. Tablet ini terasa cukup berat, saya bahkan khawatir, jika tablet ini jatuh mungkin tidak akan selamat dari retak dan lainnya.

Secara umum, saya puas dengan kualitas yang ditawarkan setara dengan harga yang dipasarkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s