Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed

Karena sudah rilisnya openSUSE Leap 42.2, saya berminat melakukan peningkatan (upgrade) dari seri 42.1 yang saat ini saya gunakan ke seri 42.2. Namun setelah membaca sejumlah panduan dan pengalaman pengguna, saya tidak memilih meningkatkannya, karena tetap saja untuk keamanan, saya akan memerlukan sebuah DVD instalasi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan peningkatan, atau mungkin lebih tepatnya migrasi dari seri Leap 42.1 ke seri Tumbleweed. Dari yang saya baca, Tumbleweed saat ini sudah cukup stabil untuk digunakan harian.

Pengalaman saya menggunakan Leap selama sekitar kurang dari setahun (dan sebenarnya masih ada dukungan untuk enam bulan ke depan) bagi saya cukup nyaman, saya menyukai stabilitas yang diberikan oleh Leap. Tapi sayang, mungkin saya bukan orang yang betah dengan peningkatan besar setiap periode tertentu, walau itu cukup lama sekitar 18 bulan.

Demikianlah pertimbangan yang kemudian menguatkan niat saya untuk mencoba bermigrasi, dan setelah melalui proses selama 48 jam, migrasi ini berhasil.

Adapun langkah-langkah yang saya gunakan adalah:

  1. Mengunduh DVD instalasi 64-bit dari beranda situs openSUSE.
  2. Memasang imagewriter pada seri Leap.
  3. Menyalin berkasi ISO DVD instalasi ke USB Flashdisk dengan menggunakan imagewriter, dan sedemikian hingga siap sebagai bootable media.
  4. Memindahkan tautan alamat repositori tambahan yang saya gunakan dari Leap ke Tumbleweed (proses ini agak lama karena harus melihat satu per satu apakah repositori tambahan memiliki dukungan Tumbleweed atau tidak, jika ‘tidak ada’ maka kemungkinan saya harus merelakan aplikasi dan paket dari repositori itu akan hilang saat migrasi).
  5. Booting up dengan Flashdisk sebelumnya, lalu saya memilih ‘upgrade’.
  6. Melanjutkan proses seperti instalasi biasa, dan ketika ada pilihan untuk memilih antara repositori mana yang paket dipertahankan dan dibuang, saya memilih mempertahankan semua repositori yang sudah saya pindahkan tautannya ke Tumbleweeb pada poin 4 di atas.
  7. Melakukan konfigurasi jaringan dan menyambungkan ke WiFi.
  8. Proses pemasangan berlangsung hingga selesai.

Proses ini memakan waktu yang cukup lama, apalagi di tengah jalan sistem juga mencari paket-paket terkini untuk diunduh dan dipasang.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s