Jutaan penderita HIV setiap harinya mendapatkan dosis pengobatan antiretroviral, hanya saja tidak semuanya taat minum secara teratur. Hal ini merupakan penyebab kekhawatiran munculnya kekebalan virus (HIV) terhadap obat-obat yang efektif dan (harganya) terjangkau. Ini menyebabkan virus tidak lagi berespons terhadap obat yang diberikan.

Hal ini menyebabkan ancaman terhadap target global 90-90-90 pada tahun 2020, di mana diharapkan 90% penderita HIV terdeteksi, 90% mendapatkan terapi anti-HIV, dan 90% mendapatkan supresi terhadap virus yang ada dalam darah mereka.

Saat ini sembilan dari sebelas negara yang disurvei menunjukkan peningkatan HIV yang resisten obat mencapai di atas 10% kasus.

WHO mengeluarkan rekomendasi baru – sebuah rencana global – untuk membantu mengatasi ini. Diharapkan melalui rencana aksi ini membantu mencegah munculnya kasus HIV-DR.