MediaPad X1 Sebagai Alternatif Kindle

Dulu saya menggunakan tablet HP Stream 8 untuk melakukan aktivitas membaca dan menulis. Walau pun hanya dengan 1 GB RAM, tablet berbasis Windows 8 tersebut dapat memenuhi kebutuhan keduanya dengan baik. Tapi sejak saya memiliki Dell Inspiron, saya lebih banyak menulis di notebook. Lalu, dukungan terhadap Windows 8 juga sudah berakhir, dan sejumlah masalah teknis yang mulai bermunculan pada HP Stream 8. Saya memutuskan untuk mencari media pembaca yang anyar dan terjangkau.

Pada awalnya, karena saya memiliki akun Amazon dan memiliki sejumlah koleksi buku di Kindle, saya mencoba untuk mempertimbangkan mendapatkan Kindle atau Kindle Paperwhite yang cukup dinikmati dengan harga terjangkau. Namun kembali, anggaran untuk mendapatkan Kindle Paperwhite masih cukup tinggi menurut saya, dan saya perlu alternatif lainnya.

Sehingga pilihan itu kemudian jatuh pada Huawei MediaPad X1.

IMG_20180211_095231

Untuk membaca, entah mengapa saya masih lebih percaya Kindle Paperwhite lebih nyaman dibandingkan dengan menggunakan tablet berbasis Android atau iOS yang layar LED-nya memantulkan sinar dan sering kali terlalu terang untuk mati. Namun kembali, seberapa jam sih dihabiskan untuk membaca?

MediaPad X1 7.0 dengan versi nomor pembuatan 7D-501u ini memang tablet lawas berbasis Android 4.2.2 Jelly Bean keluaran tahun 2014 (hampir 4 tahun yang silam) yang bahkan banyak sekali aplikasi di Google Play Store sudah tidak dapat dipasang pada gawai ini. Misalnya saja, jika saya masih bisa mengetik Microsoft Word dari Office 365 di HP Stream 8, maka di MediaPad X1 aplikasi Office dari Microsoft sudah tidak bisa dipasang lagi. Ini adalah salah satu kekurangan yang paling kentara dari produk Android lawas.

Namun harganya berkisar di nilai IDR 1,200 K membuat ini menjadi salah satu tablet dengan spesifikasi mumpuni yang termurah di pasaran (dengan perbandingkan ketika rilis di tahun 2014, harganya mencapai IDR 4,500 K). Menggunakan CPU Empat Inti 1,6 GHz dan 2 GB RAM sudah mencukupi untuk kegiatan dasar, belum lagi resolusi layar 1200 x 1920 yang membuat tampilan menjadi lebih jernih.

Saya membelinya dari salah satu kios di Tokopedia, dan mendapatkan penawaran yang cukup baik.

Saya bisa memasang Kindle for Android, Qidian (versi internasional), dan tentunya Moon+ Reader Pro untuk membaca koleksi saya. Yang kesemuanya berfungsi dengan baik.

Karena saya tidak menggunakan SIM Card, jadi saya tidak peduli dengan dukungannya yang belum 4G LTE, karena Kindle Paperwhite yang saya jadikan rujukan awal juga hanya mendukung konektivitas melalui WiFi. Saya tidak tahu apakah kameranya cukup bagus, namun saya rasa standar saja, karena saya tidak berminat menggunakannya. Kamera saku dari semua gawai saya, yang paling baik hasilnya masih tetap dari BlackBerry Passport.

Untuk membaca dalam jangka waktu lama, MediaPad X1 cukup nyaman, dan beratnya juga tidak berlebihan – selama membaca dalam posisi yang wajar. Daya tahan baterai juga saya rasa cukup baik, sekitar 5 – 6 jam waktu baca sudah cukup memuaskan. Satu hal yang tetap kalah dari Kindle Paperwhite adalah kemampuan untuk membaca di luar ruangan.

Android 4.2 Jelly Bean masih dapat ditingkatkan menjadi Andorid 4.4 KitKat melalui firmware yang bisa diunduh manual di situs After-Sales Support MediaPad X1 atau beberapa menyediakan peningkatan ke Android 5 Lollipop versi beta (namun sepertinya kurang stabil).

Jika hendak mencari tablet yang sekadar untuk membaca, cukup nyaman dan harga terjangkau, maka pertimbangan MediaPad X1 tidak-lah keliru.

 

Iklan

Satu respons untuk “MediaPad X1 Sebagai Alternatif Kindle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s