Menetap dengan Office 365

Setelah lebih dari setahun bermigrasi dari LibreOffice 1 ke Office 365 2 , ada beberapa hal yang bisa saya sampaikan.

Pertama-tama, LibreOffice masih tetap saya rekomendasikan bagi mereka yang tidak memerlukan fitur lengkap Microsoft Office, atau kemudahan yang ditawarkan oleh Office 365. Bagaimana pun juga, LibreOffice memiliki portabilitas yang tinggi, baik di komputer yang berjalan dengan Windows, Distro Linux, maupun Mac OS.

Saat saya bermigrasi ke Windows dari Linux, lebih pada kenyamanan bekerja dengan mereka yang tidak bersama-sama menggunakan Linux, saya juga akhirnya pindah ke Office 365 karena bekerja bersama-sama mereka yang tidak menggunakan bentuk dokumen terbuka.

Terus terang membeli lisensi untuk Microsoft Office tunggal seperti Office 2016 terasa mahal. Dan bagi penggemar teknologi yang selalu terbarukan, mengeluarkan pembelanjaan yang sama setiap tiga atau empat tahun sekali untuk lisensi ini terasa berat, jika kemudian ditambah digunakan pada beberapa komputer dalam satu keluarga. Sedemikian hingga, penawaran lisensi berlangganan ala Office 365 memang menjadi tepat bagi saya dan keluarga.

Office 365 biasanya mengalami pembaruan setiap bulannya, dan apa saja yang baru bisa diketahui melalui siaran video mereka 3 yang dirilis secara rutin.

Jika ditanya, seberapa banyak sih fitur Office 365 yang saya perlukan? Penggunaan Office saat ini paling akan berputar disekitar aplikasi Word, Excel dan PowerPoint. Sementara Publisher dan Note mungkin hanya sesekali digunakan. Tentu saja fitur pemeriksaan ejaan milik Microsoft Office bisa dibilang cukup matang untuk membantu memeriksa ketepatan ejaan yang digunakan saat mengetik, dan ini sangat membantu.

Sementara fitur tidak terpisahkan adalah OneDrive, media penyimpanan awan (cloud storage) yang diberikan dalam satu paket dengan penyimpanan sebesar 1 TB. Saya sendiri berencana menggantikan Dropbox dengan OneDrive sepenuhnya, terlalu banyak pilihan penyimpanan awan sering kali justru membingungkan dibanding menambah produktivitas.

Sisi lainnya adalah gratis menelepon 60 menit setiap bulannya dengan menggunakan Skype. Ini sangat menguntungkan bagi saya yang telepon selulernya hanya berisi kuota data, dan tidak pernah terisi pulsa.

Dengan pertimbangan sederhana seperti itu, saya sementara ini memutuskan untuk menetap dengan Office 365. Lisensi termasuk bagian dari investasi untuk bekerja dengan Office.


  1. Produk Document Foundation, disediakan secara cuma-cuma dengan sumber kode terbuka, serta bisa diakses melalui situs resmi LibreOffice.org
  2. Produk Microsoft, berlisensi dengan sistem berlangganan baik bulanan maupun tahunan yang dibayarkan menggunakan kartu kredit atau pembayaran lain secara berkala baik bulanan dan tahunan. Bisa diakses melalui situs resmi halaman resmi Microsoft Office
  3. Saluran video YouTube Office 365
Iklan

2 respons untuk ‘Menetap dengan Office 365

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s