Film Ready Player One

Akhir pekan karena malas pergi ke bioskop, akhirnya memilih menikmati film layar lebar di layar kaca melalui penyewaan di Google Play Film. Kali ini pilihannya adalah film “Ready Player One” – pilihan yang tepat bagi mantan gamer pemula. Saya tertarik dengan film ini karena melirik pratayangnya yang keren.

Dengan iklan mengenai persaingan dalam dunia permainan video, membuat saya benar-benar penasaran dengan film yang satu ini.

Ready Player One - New Official Poster

Pada tahun 2045, dunia nyata adalah tempat yang keras. Satu-satunya waktu Wade Watts (Tye Sheridan) di mana dia benar-benar terasa hidup adalah ketika ia melarikan diri ke OASIS, sebuah dunia maya yang imersif, di mana sebagian besar umat manusia menghabiskan hari-hari mereka. Di OASIS, Anda bisa pergi ke mana saja, melakukan apa saja, hanya batas siapa pun yang merupakan imajinasi Anda sendiri. OASIS diciptakan oleh James Halliday yang brilian dan eksentrik (Mark Rylance), yang meninggalkan kekayaannya yang luar biasa dan kendali penuh atas Oasis kepada pemenang kontes tiga bagian yang ia rancang untuk menemukan pewaris yang layak. Ketika Wade menaklukkan tantangan pertama berburu harta karun realitas, dia dan teman-temannya – alias High Five dilemparkan ke alam semesta penuh temuan yang fantastis dan bahaya untuk menyelamatkan OASIS.

Di film ini saya banyak menemukan ‘nostalgia’ dengan hal-hal dari masa lampau, katakanlah seperti Godzilla, Gundam, Marvin the Martian, Iron Giant dan banyak lagi. Jika Anda generasi millenial, maka film ini benar-benar diracik untuk Anda. Jika kita mengunjungi bagian trivia di IMDB, ada sederetan ikon kultur-pop yang juga disebutkan muncul di sini, mungkin menjadi sebuah daftar travia terpanjang yang pernah saya lihat.

Alur ceritanya sendiri tidak terlalu dalam bagi saya, tidak banyak misteri, jalan ceritanya cukup monoton, tapi tentu seru bagi sebuah film dengan unsur petualangan.

Saya sendiri belum membaca novelnya, karena banyak yang berkata novelnya cukup menarik. Mungkin saya akan membeli Kindle Edition, karena lebih ekonomis dibandingkan edisi cetak.

Menikmati film ini seperti menikmati nasi campur edisi komplit, semuanya ada walau sedikit-sedikit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.