Daftar Obat Keadaan Darurat di Ruang Praktik Dokter

Keadaan darurat bisa terjadi di mana saja, termasuk di ruang praktik mandiri seorang dokter.  Dokter pun tidak akan pernah tahu kapan pasien atau bahkan dirinya sendiri mungkin mengalami keadaan darurat di tempat praktiknya, misalnya saja serangan asma, atau nyeri akut.

Oleh karena itu, dokter selayaknya dan wajib menyediakan obat-obat keadaan darurat (emergency drugs kit) di ruang praktiknya. Minimal kelengkapannya sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01/07/MENKES/263/2018 yang dirilis pada Mei lalu.

Sediaan di dalamnya termasuk Adrenalin (epinefrin), lidokain, atropin, isosorbitdinitrat, oksigen, cairan intravena NaCl, deksametason, salbutamol, ringer laktat, glukosa 40%, diazepam, klorpromazin, difenhidramin, domperidon, ketoprofen, dalam sediaan mereka masing-masing sesuai dengan lampiran di bawah ini.

Setelah tersedia, maka persediaannya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala, termasuk di dalamnya adalah kelengkapan, keutuhan/kerusakan atau kehilangan, dan masa pakai (kedaluwarsa) jika sudah waktunya diganti. Lalu penempatannya pun dilakukan pada area yang mudah diawasi, dan mudah dijangkau oleh tenaga kesehatan.

Kadang obat-obat tersebut tetap utuh hingga sudah mendekati masa kedaluwarsa jika tidak ada kasus yang memerlukannya. Bukan dibuang sayang, namun merupakan investasi terhadap upaya menjaga keselamatan pasien.

Catatan akhir: gambar di atas hanya merupakan ilustrasi, bukanlah kemestian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.