Kewajiban Rumah Sakit & Kewajiban Pasien

Antara pujian dan kritikan terhadap penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, tidak dipungkiri bahwa akses masyarakat sebagai pasien terhadap rumah sakit cukup meningkat. Pembiayaan kesehatan yang dulunya dipikir-pikir untuk dikeluarkan, kini bisa dihemat – dengan pro dan kontra situasi sebenarnya di lapangan.

Dengan semakin meningkatnya pencarian akses kesehatan di rumah sakit, setidaknya demikian penilaian saya, maka rumah sakit sebagai pemberi pelayanan dan pasien sebagai penerima layanan memiliki kewajiban masing-masing sebelum mendapatkan hak mereka. Kewajiban Rumah Sakit & Kewajiban Pasien ini tertuang dan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 4 Tahun 2018.

Isu tentang kewajiban rumah sakit itu sendiri sudah ada sejak lama, misalnya saja sebuah karya tulis tahun ’82 menyebutkan kemungkinan pemisahan kewajiban moral rumah sakit sebagai sebuah institusi dengan kewajiban moral profesional dan pribadi para staf medis dan tenaga kesehatan lainnya1. Sementara kajian-kajian yang lebih spesifik menjadi bahan pikiran pada beberapa tahun belakangan ini, misalnya kewajiban penyedia kesehatan membuka keberadaan medical error kepada pasien dan keluarganya2.

Demikian juga mengenai kewajiban pasien yang mungkin selama ini agak sedikit samar di dunia kesehatan. Oleh karena konsep kewajiban pasien masih belum begitu kental, masih ada perbincangan-perbincangan menarik seputar garis pemisah hak dan kewajiban pasien itu sendiri.

Misalnya saja dulu, pasien ketemu dokter langsung nurut, ketemu perawat juga nurut, ketemu bidan pasti juga nurut, walau ada yang bandel. Tapi pasien juga punya hak dalam hal otonomi dalam berperan aktif dalam perawatan atau pengobatannya3. Walau pada akhirnya beberapa pasien menjadi bingung karena kurangnya pengetahuan mereka akan penyakit dan kondisinya, atau kurangnya kemampuan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi secara efektif dengan pasien dan keluarganya. Jika pasien memiliki hak otonomi dalam perawatannya, lalu apakah pasien berkewajiban untuk menjadi otonom? Mungkin saja tidak selalu4.

Dalam regulasi yang berlaku di Indonesia, Rumah Sakit memiliki sejumlah kewajiban, di antaranya:

  1. memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat;
  2. memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit;
  3. memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya;
  4. berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana, sesuai dengan kemampuan pelayanannya;
  5. menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin;
  6. melaksanakan fungsi sosial;
  7. membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien;
  8. menyelenggarakan rekam medis;
  9. menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak meliputi sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia;
  10. melaksanakan sistem rujukan;
  11. menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-undangan;
  12. memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien;
  13. menghormati dan melindungi hak pasien;
  14. melaksanakan etika Rumah Sakit;
  15. memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana;
  16. melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional maupun nasional;
  17. membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktik kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya;
  18. menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah Sakit (hospital by laws);
  19. melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi semua petugas Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas; dan
  20. memberlakukan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai kawasan tanpa rokok.

Selain keduapuluh poin di atas, rumah sakit juga memiliki kewajiban mengupayakan  keamanan dan pembatasan akses pada unit kerja tertentu yang memerlukan pengamanan khusus; dan keamanan Pasien, pengunjung, dan petugas di Rumah Sakit.

Sementara itu, dalam menerima pelayanan di rumah sakit, pasien di sisi lain juga memiliki sejumlah kewajiban. Kewajiban pasien di rumah sakit, di antaranya adalah:

  1. mematuhi peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;
  2. menggunakan fasilitas Rumah Sakit secara bertanggung jawab;
  3. menghormati hak Pasien lain, pengunjung dan hak Tenaga Kesehatan serta petugas lainnya yang bekerja di Rumah Sakit;
  4. memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya;
  5. memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan kesehatan yang dimilikinya;
  6. mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit dan disetujui oleh Pasien yang bersangkutan setelah mendapatkan
    penjelasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  7. menerima segala konsekuensi atas keputusan pribadinya untuk menolak rencana terapi yang direkomendasikan oleh Tenaga Kesehatan dan/atau tidak mematuhi petunjuk yang diberikan oleh Tenaga Kesehatan untuk penyembuhan penyakit atau masalah kesehatannya; dan
  8. memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

  1.  De George, R. T. (1982). The moral responsibility of the hospital. The Journal of medicine and philosophy7(1), 87-100. 
  2.  Zaghloul, A. A., Rahman, S. A., El-Enein, A., & Younes, N. (2016). Obligation towards medical errors disclosure at a tertiary care hospital in Dubai, UAE. International Journal of Risk & Safety in Medicine28(2), 93-99. 
  3. Lindberg, C., Fagerström, C., Sivberg, B., & Willman, A. (2014). Concept analysis: patient autonomy in a caring context. Journal of advanced nursing70(10), 2208-2221. 
  4.  Hansen, T. W. R. (2018). Patient Autonomy Is a Right, But Exercising That Right May Not Be an Obligation for Patients and Kin. 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.