Saya dan Surat Elektronik

Oh ini sudah penghujung tahun 2018, dan sebentar lagi 2019 tiba. Saya tidak tahu apa yang akan menunggu saya di tahun 2019, tapi sepertinya segala sesuatu akan menjadi lebih berat. Dan untuk menghadapinya, saya perlu lebih fokus pada hal-hal yang penting, dan sesekali lenyap untuk hal-hal yang lebih penting – yaitu kehidupan itu sendiri.

Kali ini saya akan menuliskan tentang privasi. Saya sebenarnya sudah lama ingin melepas WhatsApp dari ponsel cerdas, ada beberapa hal yang tidak saya sukai, pertama yang paling bermakna adalah penerobosan WhatsApp ke dalam ranah privasi pengguna, setidaknya ada kekhawatiran tentang itu1.

Kedua, kehidupan bukanlah semata-mata kedai kopi. Di mana Anda senang menyeruput secangkir kopi sambil mendengar percakapan yang antara burung-burung pagi dan cituannya. Ada banyak hal yang menarik, namun tidak esensial muncul dalam WhatsApp, ya saya mungkin akan tertarik untuk menengoknya namun tidak selalu. Sayangnya, hal yang menarik dan tidak esensialnya bisa jadi menumpuk dan menghilangkan hal-hal yang tidak menarik, namun esensial.

Sedemikian hingga untuk memertahankan hal ini, saya hanya merespons dengan segera perpesanan yang tiba via Telegram, Skype atau Surat Elektronik. Saya menulis status “Offline” di WhatsApp, sedemikian hingga bagi mereka yang berniat tetap mengirim pesan, saya tidak akan menjamin keterbacaannya.

Lalu apakah ada yang masih gemar bekirim surat di tahun 2018? Begitu ‘ribet’ dan tidak sesederhana menggunakan aplikasi perpesanan.

Ya, saya mungkin salah satunya.

Capture

Microsoft Outlook, salah satu andalan saya dalam berkomunikasi.

Saya masih kemana-mana membawa ponsel BlackBerry saya yang tidak berisi kartu GSM. Saat ini di tempat kerja, jaringan WiFi ada di mana-mana, kartu telepon tidak lagi esensial untuk berkomunikasi non-lisan.

BlackBerry dengan BlackBerry OS 10 masih menjadi andalan saya dalam berkomunikasi via Telegram dan Surat Elektronik. Hampir semua Surat Elekronik saya bisa diakses dari BlackBery, terkecuali surat elektronik yang paling pribadi, privat dan aman yang menggunakan ProtonMail.

Saat saya membuka PC, saya juga paling pertama melakukan penilikan, apakah ada surat elektronik baru?

Kebalikannya, pada Android, saya sangat jarang mengecek surat elektronik. Entah kenapa lingkungan penggunaan Android membuat akses pada surat elektronik tidak terasa menyenangkan. Jadi biasanya, ponsel Android yang berisi kartu GSM terongok di suatu tempat dan menjadi ‘hotspot’ bagi perangkat lainnya.

Di antara semua surat elektronik, saya paling sering menggunakan alamat pribadi saya atau dengan memanfaatkan Outlook jika berhubungan dengan kompleksitas dokumen perkantoran. Saya memiliki ruang sekitar 50 GB di Outlook, dan cukup bagi saya untuk bernapas saat mengirimkan dan menerima surat elektronik dalam jumlah besar. Sayangnya Microsoft tidak memiliki layanan personalisasi surat elektronik apabila tidak menggunakan domain yang dibeli di GoDaddy untuk saat ini.

Walau saya bilang dapat menampung lalu lintas komunikasi dalam jumlah besar. Alasan saya menggunakan Surat Elektronik sebagai moda komunikasi utama tetap sama, yaitu mudah diakses di mana-pun dan dalam perangkat mananpun secara seketika (syarat & ketentuan berlaku); pengaturan privasi bisa dilakukan dengan baik bahkan bisa menjadi sangat privat dengan enkripsi dan layanan premium (seperti pada ProtonMail); saya tidak hanya memiliki satu alamat surat elektronik, saya bisa memilah surat non-esensial akan pergi ke alamat mana dan yang esensial akan pergi ke alamat mana; surat elektronik memiliki fitur yang lebih lengkap dari aplikasi perpesanan dan lebih mudah ditata serta diarsipkan.

Sayangnya, tidak semua menyenangkan. Di awal saya menggunakan surat elektronik, saya menggunakan layanan dari Yahoo. Sekarang, layanan tersebut sudah saya ‘abaikan’ karena satu dan lain hal. Sehingga kadang jika mengingat masa pertama kali berkenalan dengan surat elektronik, saya jadi bernostalgia sendiri.

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.