Menggunakan Masker Bedah?

Masker bedah cukup populer digunakan oleh masyarakat di luar tenaga kesehatan, tentu saja terkait fungsinya untuk mencegah penularan penyakit dari cipratan cairan. Tidak heran kadang saya bisa melihat jejeran pasien mengenakan masker bedah di ruang tunggu Puskesmas, suatu pemandangan yang mungkin satu atau dua dasawarsa yang lalu hanya ada di film-film Barat yang bertemakan bencana biokimia.

Penggunaan Masker Bedah (Ilustrasi). Sumber: straitstimes.com.

 

Pertama-tama, masker bedah tidak bisa melindungi pengguna dari partikel mikro di udara secara maksimal. Jika seseorang ingin menghindari debu, asap, atau penyakit seperti flu, masker bedah tidak akan memberikan perlindungan terbaik. Anda mungkin akan lebih memerlukan masker respirator.

Namun jika Anda sedang menderita penyakit saluran napas, mulai dari flu hingga tuberkulosis, maka menggunakan masker bedah mampu membantu mencegah penularan penyakit dari Anda ke lingkungan, dan pada akhirnya mengurangi penyakit tersebar di lingkungan dan menjangkiti orang-orang di sekitar Anda. Tentu saja ini dengan catatan, Anda menggunakan masker bedah secara tepat, dan membuangnya setelah sekali pakai pada tempat sampah yang tertutup.

Tenaga kesehatan diwajibkan menggunakan masker bedah dalam situasi di mana dimandakan oleh standar atau pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di mana dia bekerja. Tapi apakah masyarakat umum juga perlu?

Ada beberapa patokan di mana Anda disarankan menggunakan masker bedah. Pertama jika Anda sakit seperti flu, batuk, bersin, pilek, atau penyakit saluran napas, dan Anda akan bepergian ke ruang publik atau tempat keramaian di mana Anda berpotensi menularkan penyakit Anda ke orang lain.

Contoh dari kondisi ini adalah jika Anda sedang flu, namun tetap memutuskan pergi ke tempat kerja atau sekolah, Anda sangat disarankan menggunakan masker.

Kedua, apabila Anda memasuki wilayah layanan kesehatan dengan area yang wajib menggunakan masker bedah walau Anda sedang tidak sakit. Ketentuan ini dapat beragam tergantung kebijakan masing-masing fasilitas layanan kesehatan.

Lalu jika saya sehat dan ingin jalan-jalan ke mal atau tempat lain, apa saya perlu menggunakan masker bedah untuk mencegah saya tertular penyakit saluran napas?

Masker bedah tidak direkomendasikan untuk mencegah penyakit di ruang publik. Jadi menggunakan masker bedah atau tidak, tidak akan terlalu membantu Anda mencegah tertular penyakit di ruang publik.

Pencegahan penyakit secara umum tidak hanya melalui alat pelindung diri, kebiasaan hidup bersih dan sehat jangan terlupakan. Dan apabila diperlukan alat pelindung diri seperti masker, gunakan secara benar.

Menggunakan masker bedah secara benar meliputi meliputi proses higienitas tangan (cuci tangan), memilih masker bedah yang baru dan tidak rusak, lalu mengenakan secara tepat dengan bagian atas adalah bagian yang keras yang dapat dilipat menyesuaikan kontur wajah. Bagian depan masker umumnya adalah bagian yang berwarna, sementara bagian putih adalah bagian dalam yang melekat pada sisi wajah; apabila kedua bagian berwarna putih, maka bagian yang lebih lembut melekat pada sisi wajah. Pun jika tertukar, Anda tidak perlu khawatir, tetaplah digunakan, hanya mungkin akan terasa kurang nyaman karena bagian yang lebih kasar melekat pada wajah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.