Zotero atau Mendeley?

Ini mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagai mahasiswa (baca: anak kuliah) ketika mereka akan memanfaatkan salah satunya untuk membantu melakukan sitasi atau menambah bibliografi dalam karya tulis mereka. Keduanya merupakan perangkat lunak yang cukup populer, memiliki fungsi utama yang sama. Keduanya berjalan di multiplatform, dan bisa digunakan pada Microsoft Office dan LibreOffice.

Sumber: ilovefreesoftware.com.

Dibandingkan kita berkutat tentang Mendeley atau Zotero, mungkin ide bagus sebenarnya untuk membahas mengerjakan karya tulis ilmiah dengan aplikasi yang memang didesain untuk itu, SciFlow misalnya? Sudah pernah mencoba? Gratis untuk pelajar.

Jika membaca tentang pengelola referensi sosial, pengguna Mendeley dan Zotero memang agak berbeda (terkait ideologi mereka tentang penelitian)1. Tapi bagi saya tidak terlalu berbeda, saya juga menggunakan Mendeley (lebih banyak), dan terkadang Zotero (jika bekerja bersama kelompok/komunitas).

Jika kita menyukai keterbukaan data, Zotero mungkin pilihan yang baik, karena data kita bisa memilih data kita tidak tertanam di penyimpanan awan2. Tapi kemudian pengguna Zotero juga menggunakan fasilitas awan lain untuk menyimpan data mereka, ini menjadi tidak terlalu berbeda.

Saya sendiri lebih banyak menggunakan Mendeley karena versi gratis memberikan perlindungan awan yang lebih banyak dibandingkan Zotero. Keterkaitan dengan akun Elsevier saya juga tidak terlalu memengaruhi keputusan saya antara menggunakan Mendeley atau Zotero.

Tapi bagi peneliti dan kelompok penelitinya, Zotero mungkin pilihan yang lebih menarik, terutama dari segi pembiayaan, karena penyimpanan awan Zotero cukup disewa oleh pemilik grup dan anggota grup tetap dapat menggunakan edisi gratis.

Yang mana yang lebih mudah digunakan? Saya sudah melihat bahwa banyak orang yang kesulitan menggunakan komputer akan kesulitan menggunakan keduanya, dan banyak orang yang mudah menggunakan komputer, tidak akan kesulitan sama sekali. Jadi saya rasa, kemudahan dan kesulitan bagi pengguna tidak terlalu berbeda.

Tapi bagi yang tidak terlalu fasih menggunakan komputer, Zotero akan lebih membantu ketika dia memiliki menu eksklusif pada pita Microsoft Word dan menu LibreOffice. Membuatnya lebih mudah ditemukan, sementara Mendeley tersembunyi pada menu referensi.

Pilihan kembali pada pengguna, saya rasa keduanya cukup asyik digunakan. Dan jika saya merekomendasikan untuk Anda, mungkin saya merekomendasikan Zotero walau saya pengguna Mendeley 😁.

Adakah rekomendasi lain?

Yup, sebenarnya dulu ada Sente di Mac OS dan iOS, tapi pengembangnnya berakhir pada tahun 2016, dan dukungannya juga berakhir pada tahun 2017. Ada juga EasyBib, EndNotes, RefWorks dan sebagainya; tapi jika Anda ingin meneliti secara serius, maka alternatif lain adalah Qiqqa, memiliki sejumlah fitur yang benar-benar menggiurkan dengan versi premium yang murah bagi civitas academica, plus kemanpuan mengakses sitasi dari pelbagai perpustakaan daring perguruan tinggi ternama di dunia.

Qiqqa memiliki antarmuka seperti aplikasi tempo dulu, kadang mengingatkan saya pada peramban Netscape, tapi cukup bagus. Jika Anda berminat menggunakan Qiqqa, silakan mencoba mendaftar melalui tautan rekomendasi berikut: qiqqa.com.

 


  1. Chen, P. Y., Hayes, E., Larivière, V., & Sugimoto, C. R. (2018). Social reference managers and their users: A survey of demographics and ideologies. PloS one13(7), e0198033. 
  2. Beel, J. (2014). Comprehensive comparison of reference managers: Mendeley vs. Zotero vs. Docear. Retrieved May4
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.