Pilih Prezi dibanding PowerPoint?

Saya sudah memiliki akun Prezi sudah cukup lama. Hanya saja tidak pernah saya gunakan. Saya bahkan lupa hingga disampaikan oleh istri sekitar setahun yang lalu, kemudian saya lupa lagi sampai saya kemarin mengerjakan beberapa tugas presentasi dari kampus.

Sebagian besar presentasi saya memang saya kerjakan dengan PowerPoint melalui Office 365. PowerPoint adalah standar yang dipakai dan dibagikan di banyak kegiatan presentasi, baik di pendidikan atau di perkantoran dunia usaha. Dan saya sebagaimana kebanyakan orang lebih senang dan familier dengan PowerPoint (plus saya biasanya melirik Impress).

Sementara untuk presentasi, ada banyak sekali yang bisa digunakan seperti Visme dan SlideDog yang cukup menarik. Lalu bagian Prezi dibandingkan dengan PowerPoint?

Annotation 2019-11-18 081004
Tampilan Aplikasi Prezi pada Desktop Windows 10

Pertama-tama, Prezi adalah alternatif bagi PowerPoint, bukan pengganti. Kita bisa membuat presentasi dengan Prezi, tapi tidak bisa berharap semua fitur PowerPoint bisa dihadirkan pada Prezi, dan demikian juga sebaliknya. Misalnya PowerPoint saat ini memiliki fitur presentasi 3D yang sepertinya belum tersedia pada Prezi. Pada PowerPoint kita bisa mengubah latar belakang setiap salinda dengan bebas, namun pada Prezi kita hanya memiliki satu gambar latar dari awal sampai selesai.

Prezi terbagi ke dalam dua masa (baca: jenis). Sebelum tahun 2017, Prezi memanfaatkan Flash, namun kemudian Flash ‘dimatikan’ oleh pengembangnya, Adobe. Sedemikian hingga Prezi beralih ke HTML5 dan menjadi Prezi Next, sementara yang lama bernama Prezi Classic. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok, sedemikian hingga banyak pengguna Prezi Classic cukup kecewa dengan pergantian ke Prezi Next. Pun demikian pengguna Prezi Classic tetap bisa mengakses presentasi mereka, walau ada beberapa yang melaporkan kasus kehilangan data.

PowerPoint memerlukan keahlian dan usaha ekstra untuk menampilkan presentasi yang menarik, semisal video di bawah ini:

Sementara Prezi Next langsung memberikan kesempatan pengguna untuk belajar membangun presentasi menggunakan konsep brain mapping dan brain storming. Sedemikian hingga, kita ditantang sekaligus dipandu untuk menghasilkan presentasi yang mudah dipahami oleh pemirsa.

Bisa dikatakan, Prezi tidak cocok bagi mereka yang hobi copy-paste untuk salinda presentasinya.

Baik Prezi maupun PowerPoint dibekali teknologi penyimpanan awan, untuk versi gratis, keduanya hanya bisa diakses melalui penyimpanan awan dengan memanfaatkan peramban seperti Google Chrome. Sedangkan untuk bisa menyunting secara luring, keduanya memerlukan lisensi.

Lisensi PowerPoint melalui Office 365 atau Office 2019, sebenarnya cukup terjangkau, terutama edisi yang murah sesuai kebutuhan. Sementara itu, untuk Prezi, saya sendiri menilai value for money-nya terlalu rendah, alias lisensinya kemahalan. Beruntung saya memiliki surat elektronik civitas akademik, sehingga saya bisa memperoleh potongan besar untuk lisensinya. Masing-masing di bawah IDR 100 K per bulannya.

PowerPoint lisensinya melalui Office 365 mendapatkan ruangan sebesar 1 TB pada OneDrive, sementara Prezi tidak memiliki batasan tersebut. Prezi dapat melakukan konversi berkas PowerPoint menjadi presentasi Prezi, tapi tidak sebaliknya. Keduanya bisa diekspor ke dalam bentuk data portabel (PDF). Jadi kita mungkin akan perlu melakukan konversi dari Prezi ke PDF, dan PDF ke PowerPoint untuk mendapatkan presentasi PowerPoint dari Prezi. Hanya saja PDF sendiri tidak terlalu perlu dikonversi ke PowerPoint karena PDF dapat langsung dipresentasikan.

PowerPoint akan disimpan di dua lokasi, pengandar lokal yang kita pilih dan di penyimpanan awan jika kandar/map tersebut terhubung/tersinkronisasi dengan pencadangan awan. Sementara Prezi disimpan secara manual dalam bentuk berkas terjalankan (.exe). Ini menjadikan PowerPoint lebih nyaman digunakan ketika tidak terdapat jaringan internet, meskipun Prezi juga bisa menampilkan dan menyunting presentasi secara luring.

Prezi hadir dengan ekosistemnya sendiri. Antarmuka dan aplikasi tersendiri, media penyimpanan tersendiri, dan publikasi daring tersendiri. Prezi dapat disematkan dengan menggunakan iframe pada halaman situs yang mendukung, sayangnya WordPress tidak mendukung fitur ini secara bawaan, dan ada beberapa trik untuk membuat Prezi bisa ditampilkan di WordPress dan Blospot. Saya sendiri akan lebih memilih menggunakan tautan.

Oleh karena lisensi melekat pada pengguna/orang, dan bukan pada mesin/komputer, maka aplikasi Prezi bisa dipasang pada banyak komputer dan banyak alamat IP yang digunakan oleh orang tersebut. Sementara PowerPoint melalui lisensi Office 2019 hanya terbatas pada satu PC (tanpa melihat jumlah pengguna), sedangkan pada lisensi Office 365 Home / Small Office bisa digunakan oleh 6 pengguna dengan masing-masing pengguna bisa memasang di banyak PC/Ponsel/Tablet – walau hanya 3 yang dapat aktif secara bersamaan.

Pro:

  • Menghadirkan presentasi yang mudah dipahami.
  • Alur kerja yang sederhana, lebih mudah digunakan dibandingkan PowerPoint.
  • Pilihan cetakan salinda yang mencukupi.
  • Dukungan HTML5.
  • Aplikasi luring (offline apps) untuk Windows dan Mac OS (pada versi berbayar).
  • Ruang penyimpanan awan tidak ada batasan (pada versi berbayar).
  • Dapat digunakan pada banyak komputer dan banyak alamat IP.
  • Tampil beda dibandingkan aplikasi presentasi lainnya.
  • Pengembangan aktif, ada perbaikan dan fitur baru setiap bulannya.

Kontra:

  • Harga relatif tinggi, kecuali melalui diskon edukasi.
  • Versi gratis sangat terbatas fungsinya, seperti halnya juga PowerPoint versi gratis.
  • Tidak bagus untuk bekerja pada jaringan internet yang lambat, yang mana ini ada di mana-mana di Indonesia.
  • Kebebasan eskpresi lebih terbatas dibandingkan PowerPoint.

Saya melihat banyak yang menjual aplikasi Prezi di toko daring (online shop) terkemuka. Hanya saja, saya tidak menyarankan Anda membelinya. Pertama karena versi gratis tidak didukung oleh aplikasi offline, ada sejumlah bug yang menyebalkan. Kedua, aplikasi tersebut bisa diunduh di banyak tempat, jadi Anda tidak perlu membelinya.

Singkat kata, Prezi bisa dipertimbangkan sebagai alternatif PowerPoint tentunya pada versi gratis dengan segala keterbatasannya, dan pada versi berlisensi dengan segala pertimbangan bahwa harga tersebut layak kita investasikan.

2 tanggapan untuk “Pilih Prezi dibanding PowerPoint?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.