Sterilisasi Hewan Peliharaan di Bantul

Kami memiliki seekor kucing betina usia 4 tahun, sudah beberapa kali melahirkan keturunan yang lucu dan manis. Tapi seiring bertambahnya generasi, kemampuan kami merawat mereka pun semakin terhimpit. Sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk melakukan sterilisasi kucing betina kami di salah satu klinik hewan di Bantul.

Klinik hewan yang kebetulan sedang memberikan bantuan keringan pembiayaan untuk proses sterilisasi kucing yang memang merupakan mamalia peliharaan dominan di Jogja.

Medical Pet, di Sewon membantu kami untuk melakukan proses sterilisasi. Pelayanan ramah dan cepat. Pagi hari, saya mengantarkan si kucing ke Medical Pet menggunakan Pet Cargo yang kami pinjam dari Berkah Petshop di Imogiri (langganan kami membeli kebutuhan hewan peliharaan). Kami tiba sekitar pukul sepuluh pagi, dan operasi telah selesai sebelum pukul satu siang.

Saat dibawa pulang, si kucing masih dalam pengaruh sedasi (bius). Jalannya agak linglung, sehingga tetap ditempatkan di dalam kandang. Besok paginya sudah bisa bermain dan berjalan seperti biasa.

Saya tetap mengontrol lukanya, setidaknya memastikan bahwa tidak ada luka/infeksi daerah operasi. Mungkin dia akan pulih dalam beberapa hari, tapi sampai tiga hari pasca operasi ini, kondisinya sangat prima.

Sebenarnya kami sudah lama mempertimbangkan untuk melakukan sterilisasi, mengingat populasi kucing kian bertambah. Belum lagi mereka akan berkelahi satu sama lain untuk memperebutkan wilayah (teritorial), dan akan sering terluka.

Yang kalah biasanya pergi berkeliaran, karena di sekitar tempat kami masih merupakan wilayah hutan jati dan daerah aliran sungai, maka biasanya mereka akan pergi berburu. Ada banyak hewan buruan, seperti tikus, kodok, kadal, hingga ular. Yang pergi kadang kembali ke rumah beberapa bulan sekali, sering dalam kondisi sakit, sehingga harus diobati, mulai dari luka borok, hingga jamur kronis. Setelah membaik, si kucing akan pergi lagi berkeliaran.

Kelebihan populasi tidak baik untuk mereka. Mau tidak mau, sterilisasi menjadi pilihan untuk menyelamatkan kelompok ini. Apalagi tidak banyak yang bersedia mengadopsi kucing liar sebagai peliharaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.