Pertimbangan Menggunakan Masker N95

Semenjak merebaknya kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona dari Wuhan. Dan juga semenjak ditetapkannya PHEIC (status kedaruratan kesehatan masyarakat secara global) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), banyak masyarakat berbondong-bondong membeli masker untuk menghindari kemungkinan tertular infeksi.

Memang belum banyak yang diketahui masyakat mengenai coronavirus dan pencegahannya, ditambah lagi munculnya berbagai kabar palsu (hoax) terkait situasi terkini.

Per-tulisan ini dibuat, data global 2019-nCov oleh John Hopkins CSSE menunjukkan telah ada 14.559 kasus positif di seluruh dunia, dengan korban meninggal 305 jiwa, dan sembuh/pulih dari sakit 340 orang.

Lalu kembali ke masalah penggunaan masker N95 atau dikenal juga sebagai masker P2 atau respirator, yang menurut berita angka penjualannya melonjak tinggi beserta harganya di pasaran.

Apakah masker N95/P2 atau respirator mampu menangkal virus corona?

Kemungkinannya sangat baik dalam mencegah penularan virus corona, dengan beberapa catatan.

Pertama masker tersebut memang ditujukan untuk mencegah penularan virus, karena ada beberapa jenis masker 95. Misalnya kalau di dunia kesehatan, tidak semua masker 95 bisa dipakai saat melakukan operasi, tidak semua tahan cipratan cairan, dan sebagainya. Tapi pada prinsipnya, sistem filtrasi N95 adalah sama.

Kedua, untuk mendapatkan manfaat yang tepat, masker N95 harus dipaskan dulu saat hendak digunakan. Jika masker N95 tidak pas dengan kontur wajah Anda, maka cobalah masker n95 lain yang pas. Pengepasan ini memerlukan pelatihan khusus, bahkan tidak semua tenaga kesehatan ahli dalam melakukannya. Ditambah lagi kecenderungan N95 mudah bergeser dan mudah tertekuk. Masker N95 yang tidak pas terpasang pada wajah, sama saja dengan tidak menggunakan masker N95.

Ketiga, saat telah menggunakan masker N95, tangan tidak boleh lagi menyentuh masker. Masker akan seperti itu selama digunakan. Menyentuh masker dapat berdampak menggeser masker dan meniadakan fungsi perlindungannya.

Keempat, masker N95 merupakan masker sekali pakai. Begitu dilepas, tidak boleh digunakan kembali, karena memang tidak berfungsi, dan memang ada kemungkinan bagian dalamnya sudah terkontaminasi.

Kelima, karena sifat filtrasi yang ketat terhadap partikulat, masker N95 sangat cepat ‘mampet’ dan membuat pengguna lebih kesulitan lagi dalam bernapas. Menggunakan masker N95 sendiri sudah membuat pengguna kesulitan bernapas, apalagi jika ditambah dengan penggunaan berlama-lama, dapat mengganggu kesehatan.

Jadi jika memang berniat melindungi diri dengan masker N95, maka anggarannya akan sangat mahal. Sehari entah berapa masker yang harus disiapkan, Anda mungkin tidak akan betah menggunakan masker N95 dalam hitungan menit.

Lalu apa sebaiknya diganti menjadi masker biasa? Jawabannya, masker biasa tidak melindungi dari virus yang menyebar lewat udara. Tapi dapat melindungi pengguna dari cipratan cairan yang mengandung virus. Dan tetap saja, masker apapun yang digunakan, harus diganti dengan segera setelah tidak layak pakai.

Dalam situasi di mana kasus wabah infeksi melalui udara tidak dinyatakan sedang terjadi di sebuah wilayah, maka penggunaan masker respirator/N95/P2 di wilayah tersebut tidak memberikan banyak manfaat dalam upaya pencegahan infeksi yang dimaksud.

Satu tanggapan untuk “Pertimbangan Menggunakan Masker N95

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.