Masker dan Coronavirus

Salah satu fenomena yang muncul dari wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 adalah berkurangnya stok masker di pasar. Kabar mengenai harga masker melonjak tinggi dapat kita saksikan melalui pelbagai media massa dan sosial. Masyarakat mencari masker untuk melindungi diri dari ancaman wabah coronavirus.

Pertanyaannya, seberapa banyak masker dapat membantu mencegah wabah? Ataukah justru masker meningkatkan risiko penyebaran wabah?

Jika kita melihat ke belakang. Ketika terjadi wabah koronavirus sebelumnya, yaitu MERS-CoV. Pada kenyataannya, sulit menentukan bukti teknik perlindungan mana yang memberikan perlindungan terbaik dalam mencegah MERS-CoV, standar perlindungan maksimal disarankan bagi staf yang menangani pasien dengan infeksi coronavirus.1

Pada kasus COVID-19 atau nCoV-2019, ada beberapa pendekatan yang dilakukan, namun pendekatan perlindungan ini lebih pada staf medis. Misalnya, pemerintah Australia memberikan banyak masker N95 bagi para dokternya.2 Sementara itu di Hong Kong, seluruh staf medis yang berisiko tinggi oleh karena melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol pada pasien COVID-19 (misalnya, intubasi) wajib mengikuti kententuan kewaspadaan airborne, hand hygiene, dan mengenakan alat pelindung diri.3

Kewaspadaan ini merupakan hal penting bagi staf kesehatan, karena terdapat bukti yang mengarah pada pasien yang tak bergejala pun dapat menyebarkan COVID-19 dengan sangat efisien.4

Kasus yang tidak bergejala sulit dideteksi tanpa kajian yang cermat. Hal ini yang mungkin menjadi pertimbangan pemerintah Arab Saudi melarang (sementara) kegiatan Umroh ke Tanah Suci. Oleh karena, kegiatan di mana massa berkumpul dalam jumlah banyak, dapat menjadi kunci penyebaran penyakit infeksi saluran napas.56

Tantangan yang dihadapi dalam mencegah penyebaran wabah kali ini termasuk sulitnya mendeteksi mereka yang belum bergejala, masyarakat masih cukup rentan terhadap virus jenis baru ini, serta penularan yang diketahui via droplet juga mungkin saja menular melalui kontak dekat dan penularan fekal-oral. Sulit diketahui siapa yang terinfeksi, dan ketika wabah terjadi, sebuah kota dapat saja diisolasi untuk mengurangi laju penyebarannya.7

Ketika pola penyebaran dapat diketahui, lalu apakah masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19?

Masker dapat berperan kunci dalam stabilitas dalam masyarakat. Dalam situasi wabah, pemerintah selayaknya menjamin ketersediaan masker bagi masyarakat. Masker dapat membantu menahan laju penyebaran wabah virus saluran pernapasan.8

Siapa yang menggunakan masker ini? Perlu diingat bahwa masker merupakan sumber daya terbatas, dan penggunaannya tidak terlalu dikedepankan dalam strategi penghentian penyebaran COVID-19, sedemikian hingga harus diregulasi secara tepat.9

Jika seseorang dalam kondisi sehat, dia akan memerlukan masker saat sedang merawat mereka yang sedang sakit atau terinfeksi COVID-19.

Jika seseorang sakit, batuk atau bersin, meskipun bukan karena COVID-19. Maka sebaiknya orang tersebut mengenakan masker. Masker bedah terbukti efektif untuk kondisi ini. Selalu buang masker yang telah terpakai, jangan gunakan masker berulang kali. Jika sudah dalam kondisi tidak layak pakai, segera ganti dengan masker baru.

Orang yang tidak berhati-hati dalam menggunakan masker justru dapat terinfeksi penyakit melalui masker itu sendiri. Bahkan pembelian masker secara berlebihan di pasar dapat mengurangi stok masker, dan berpotensi menghambat penanganan wabah pada kasus terjadinya wabah infeksi saluran napas.

Bagaimana menggunakan masker dengan benar?

 

 

 

Saat Anda sehat, gunakan masker jika Anda sedang merawat pasien yang dicurigai COVID-19. Gunakan juga masker ketika Anda batuk atau bersin. Masker hanya efektif digunakan dengan kombinasi bersama cuci tangan yang sering menggunakan cairan sanitasi berbasis alkohol atau sabun dan air mengalir.

Sebelum menggunakan masker, selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan sanitasi tangan berbasis alkohol (lihat cara cuci tangan).

Tutup mulut dan hidung menggunakan masker, dan pastikan tidak ada celah antara wajah Anda dan masker.

Hindari menyentuh masker saat menggunakannya. Jika Anda harus menyentuh masker, cuci tangan Anda dengan sanitasi tangan berbasis alkohol atau dengan sabun dan air mengalir. Begitu pun setelah menyentuh masker.

Langsung ganti masker dengan yang baru begitu masker yang digunakan rusak, atau basah, dan jangan gunakan ulang/kembali masker yang ditujukan untuk sekali pakai.

Untuk melepas masker: lepaskan dari belakang (jangan sentuh bagian depan masker); buang segera di tempat sampah tertutup; lalu cuci tangan dengan sanitasi tangan berbasis alkohol atau sabun dan air mengalir.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi coronavirus.

 


  1. Chung, J. S., Ling, M. L., Seto, W. H., Ang, B. S. P., & Tambyah, P. A. (2014). Debate on MERS-CoV respiratory precautions: surgical mask or N95 respirators?. Singapore medical journal55(6), 294. 
  2. Kirby, T. (2020). Australian Government releases face masks to protect against coronavirus. The Lancet Respiratory Medicine
  3. Cheung, J. C. H., Ho, L. T., Cheng, J. V., Cham, E. Y. K., & Lam, K. N. (2020). Staff safety during emergency airway management for COVID-19 in Hong Kong. The Lancet Respiratory Medicine
  4. Chang, D., Xu, H., Rebaza, A., Sharma, L., & Cruz, C. S. D. (2020). Protecting health-care workers from subclinical coronavirus infection. The Lancet Respiratory Medicine
  5. Burki, T. K. (2013). Mass gatherings and respiratory disease. The Lancet Respiratory Medicine1(8), 598. 
  6. Hoang, V. T., & Gautret, P. (2018). Infectious diseases and mass gatherings. Current infectious disease reports20(11), 44. 
  7. Zhang, S., Diao, M.Y., Duan, L. et al. The novel coronavirus (SARS-CoV-2) infections in China: prevention, control and challenges. Intensive Care Med (2020). 
  8. Ung, C. O. L. (2020). Community pharmacist in public health emergencies: Quick to action against the coronavirus 2019-nCoV outbreak. Research in Social and Administrative Pharmacy
  9. Patel, A., Bell, M., & De Perio, M. (2020). CDC 2019 novel coronavirus response: Strategies for ensuring healthcare systems preparedness and optimizing N95 supplies. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.