Pertanyaan-Pertanyaan Penapisan Kecurigaan Kasus COVID-19

Seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan saat ini melakukan penapisan (screening) awal untuk kemungkinan temuan kasus atau kecurigaan kasus COVID-19 sebelum melakukan pemeriksaan kepada pasien. Hal ini penting, karena jangan sampai pasien (yang berpotensi) terinfeksi SARS-CoV-2 lolos dan dilayani oleh petugas yang tidak menyiapkan diri untuk kewaspadaan kontak/droplet, yang pada gilirannya menyebabkan petugas kesehatan tersebut berisiko lebih tinggi terpapar COVID-19.

WHO menyusun sebuah daftar pertanyaan sederhana yang kini banyak diterapkan atau dimodifikasi untuk keperluan penapisan awal ini. Ada beberapa pertanyaan inti yang bisa menjadi saring efektif bagi penemuan kasus yang berpotensi COVID-19.

Pertanyaan apa saja yang ditanyakan petugas kesehatan saat melakukan screening awal pada pasien?

Pertanyaan pertama adalah salah satu gejala utama, yaitu demam dan/atau batuk yang baru pertama kali muncul (onset) pada kurun waktu 14 hari terakhir.

Hal ini penting mengingat hampir seluruh gejala awal COVID-19 adalah demam, dan batuk. Demam yang dimaksudkan adalah demam yang mencapai di atas 38°C. Dan batuk yang dimaksud adalah bisa batuk produktif maupun yang tidak produktif, atau gejala saluran napas yang menimbulkan rasa sesak bagi pasien.

Kendala pada pertanyaan ini adalah banyak keluarga di Indonesia yang menganggap memiliki termometer badan bukanlah sesuatu yang penting di rumah, sedemikian hingga mereka hanya tahu demam, tapi tidak tahu demam berapa derajat celcius. Sedemikian hingga, sering menjadi pertanyaan yang jawabannya tidak ada atau sulit disimpulkan.

Pertanyaan awal tersebut harus dikunci dengan satu pertanyaan tambahan, yang menjadi pengait gejala yang dirasakan oleh pasien tersebut dengan kecurigaan terhadap COVID-19.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah pasien memiliki riwayat bepergian ke negara/daerah yang menjadi zona merah atau memiliki kasus penularan lokal, dan/atau apakah pasien pernah melakukan kontak dengan orang yang mengalami gangguan/masalah/sakit saluran napas dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Riwayat bepergian ke daerah dengan kasus penularan lokal merupakan penarikan asumsi bahwa pasien bisa jadi tertular COVID-19 di daerah tersebut. Permasalahan yang mungkin muncul adalah baik petugas dan pasien tidak tahu daerah mana yang masuk “zona merah” dengan kasus transmisi lokal. Atau mungkin petugas tidak yakin suatu daerah sudah menjadi “zona merah” atau tidak, misalnya karena meragukan angka pemeriksaan COVID-19 per sejuta warganya masih sangat rendah. lalu apakah jika sudah berada di zona merah itu sendiri, lantas pertanyaan ini menjadi tidak bermakna?

Pasien bisa diminta menjelaskan, dalam 14 hari terakhir, dia mengunjungi daerah mana saja? Dan petugas harus dapat menentukan apakah terdapat risiko penularan di situ.

Penularan juga berpotensi terjadi melalui kontak langsung, di mana pasien pernah bertemu, berpapasan, mengobrol dengan orang yang memiliki gejala saluran napas, termasuk batuk dan sesak tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti misalnya masker dan pelindung mata.

Permasalahan yang dapat muncul adalah, pasien mungkin tidak tahu bahwa dia kontak dengan orang yang tidak bergejala. Sedemikian hingga pertanyaan yang mengaitkan apakah pasien juga pernah kontak dengan orang yang memiliki keluarga/kerabat dekat (tinggal bersama) yang telah terdiagnosis COVID-19 positif, ODP, dan/atau PDP juga perlu dipertimbangkan.

Screening-Respiratory-Infection_ID
Pertanyaan Penapisan COVID-19

Permasalahan di lapangan yang mungkin juga muncul adalah pasien tidak mengungkapkan situasi yang sebenarnya – entah karena kelupaan atau kesengajaan, sehingga data medis tidak dapat tergali dengan cukup ketika proses penapisan dilakukan. Seni anamnesis yang baik tanpa menekan atau menyudutkan pasien dapat membantu mengurangi kejadian yang sudah muncul di pelbagai tempat ini.

Berkas infografik di atas dapat diunduh melalui OneDrive atau Google Drive.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.