Ibu hamil, yang baru melahirkan, atau yang sedang menyusui juga dapat terinfeksi SARS-CoV-2 dan menderita COVID-19. Tapi apa saja risikonya?

Secara keseluruhan, risiko COVID-19 pada ibu hamil cukup rendah. Namun perlu menjadi catatan bahwa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit parah dan kematian pada COVID-19. Ibu hamil dengan COVID-19 tampaknya lebih mudah mengarah pada komplikasi saluran napas dan memerlukan perawatan intensif dibandingkan perempuan yang tidak hamil.

Tentu saja, jika ibu hamil memiliki penyakit penyerta seperti diabetes misalnya, mereka juga lebih berisiko terhadap luaran COVID-19 yang berat.

Photo by Jou00e3o Paulo de Souza Oliveira on Pexels.com

Beberapa penelitian juga menduga bahwa ibu hamil dengan COVID-19 juga kemungkinan memiliki bayi prematur dan persalinan dengan bedah cesarea, dengan bayi mereka yang lebih cenderung perlu dirawat di unit neonatus (misal NICU).

Hubungi Puskesmas terdekat jika Anda merasa memiliki gejala COVID-19, atau terpapar/kontak erat dengan seseorang yang positif COVID-19. Sangat dianjurkan bagi Anda memeriksakan diri untuk deteksi virus penyebab COVID-19, jika pemeriksaan dapat Anda akses atau tersedia di wilayah Anda. Jangan sungkan untuk menghubungi dokter keluarga Anda jika memerlukan bantuan.

Jika Anda sedang hamil dan terjangkit COVID-19, maka terapi utama akan mengarah pada peredaan gejala dan termasuk menjaga rehidrasi dengan banyak cairan dan istirahat, guna mengurangi demam, nyeri dan meredakan batuk. Jika Anda sangat sakit, Anda mungkin perlu rawat inap di rumah sakit.

Sejumlah wilayah di Indonesia tersedia tempat perlindungan (shelter) bagi penderita COVID-19 yang bergejala ringan. Jika Anda hamil dan terjangkit COVID-19, walau pun tanpa gejala, Anda disarankan memanfaatkan fasilitas ini karena Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi perburukkan kondisi, dan memerlukan fasilitas yang baik untuk melakukan persalinan. Jika Anda tidak yakin, hubungi dokter keluarga Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Upaya kesehatan masyarakat dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 mungkin memengaruhi akses Anda terhadap pelayanan antenatal/prenatal. Konsultasikan dengan bidan atau dokter Anda untuk mendapatkan pilihan pelayanan antenatal bagi kehamilan Anda.

Rekomendasi persalinan

Jika masa kehamilan Anda sudah menjelang persalinan, bersiaplah untuk lebih fleksibel terhadap proses-proses yang mungkin terjadi di masa pandemi.

Bagi yang belum pernah dites COVID-19, Anda akan menjalani pemeriksaan sebelum dilayani untuk proses persalinan di fasilitas kesehatan. Perhatikan peraturan rumah sakit atau klinik/puskesmas dalam melayani persalinan, misalnya bahwa mungkin terdapat aturan melarang kunjungan bagi pasien pasca persalinan.

Jika Anda positif COVID-19 atau sedang menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 akibat gejala atau riwayat kontak, Anda disarankan menjalani rawat inap saat persalinan dan selalu mengenakan masker dan mencuci tangan saat merawat bayi Anda.

Anda dapat merawat bayi selama berada di rumah sakit, namun tetap jaga jarak dengan bayi selama Anda tidak perlu sekali menyentuhnya (misal, ketika bayi sedang tidur). Ikuti protokol kesehatan yang berlaku untuk meminimalkan bayi Anda tertular COVID-19 dari Anda.

Perlu diingat, jika kondisi COVID-19 berat, maka Anda mungkin akan dipisahkan sementara waktu dengan bayi Anda.

‎Disarankan bahwa perawatan postpartum setelah melahirkan menjadi proses yang sedang tetap berjalan. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang opsi kunjungan virtual untuk check-in setelah persalinan, serta kebutuhan Anda untuk kunjungan ke dokter.‎

‎Selama masa stres ini, Anda mungkin memiliki lebih banyak kecemasan tentang kesehatan Anda dan kesehatan keluarga Anda. Perhatikan kesehatan mental anda. Jangkaulah keluarga dan teman-teman untuk mendapatkan dukungan sambil mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi virus ‎‎COVID-19.‎

‎Jika Anda mengalami perubahan suasana hati yang parah, kehilangan nafsu makan, kelelahan yang luar biasa dan kurangnya sukacita dalam hidup tak lama setelah melahirkan, Anda mungkin mengalami depresi pascamelahirkan. Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda berpikir Anda mungkin depresi, terutama jika gejala Anda tidak memudar sendiri, Anda mengalami kesulitan merawat bayi Anda atau menyelesaikan tugas sehari-hari, atau Anda memiliki pikiran untuk membahayakan diri sendiri atau bayi Anda.‎

Rekomendasi menyusui

‎Penelitian menunjukkan bahwa ASI tidak mungkin menyebarkan virus ‎‎COVID-19‎‎ kepada bayi. Kekhawatiran yang lebih besar adalah apakah ibu yang terinfeksi dapat menularkan virus ke bayi melalui tetesan/droplet pernapasan selama menyusui.‎

‎Jika Anda ‎‎memiliki COVID-19‎‎ atau merupakan orang tanpa gejala yang sedang dalam proses pemeriksaan apakah terkena COVID-19, ambil langkah-langkah untuk menghindari penyebaran virus ke bayi Anda. Ini termasuk mencuci tangan sebelum menyentuh bayi Anda dan, jika mungkin, mengenakan masker wajah selama menyusui. Jika Anda memompa ASI, cuci tangan Anda sebelum menyentuh pompa atau bagian botol apa pun dan ikuti rekomendasi untuk pembersihan pompa yang tepat. Jika memungkinkan, minta bantuan seseorang yang sehat untuk memberi bayi ASI yang dikeluarkan/pompa.‎

Saat ini, tidak ada penelitian tentang keamanan vaksin COVID-19 pada wanita hamil atau menyusui. Namun, jika Anda hamil atau menyusui dan bagian dari kelompok yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin COVID-19, Anda dapat memilih untuk mendapatkan vaksin. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang risiko dan manfaatnya.

Perlu diingat bahwa vaksin mRNA COVID-19 tidak mengubah DNA Anda atau menyebabkan perubahan genetik.

Untuk mengurangi risiko infeksi, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang sakit atau memiliki gejala dan jaga jarak sekitar 2 meter antara diri Anda dan orang lain di luar rumah tangga Anda. Kenakan masker wajah kain di depan umum dan di tempat kerja. Batasi kontak dengan orang lain sebanyak mungkin. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk berbagi momen dengan teman dan keluarga melalui foto, video, atau konferensi video. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Yang terpenting, fokuslah mengurus diri sendiri dan bayi Anda. Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendiskusikan masalah apa pun. Jika Anda mengalami masalah dalam mengelola stres atau kecemasan, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda atau konselor kesehatan mental tentang strategi mengatasinya.

Diadaptasi dari Mayo Clinic.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.