Do you love your job, Doc?

In Indonesia, I believe there will be no such question as, “Do you love your job, Doc?” Since we have a culture view, almost like the past view from the Western Countries, that those who practice and work in medical fields would be blessed with great fulfillment. They are hailed as the savior of humanity in a particular context. There is no poor doctor, isn’t there? So every doctor must love their job, aren’t they?

The short answer if you don’t wish to read till the end of this nonsense post is a “Yes,” when they work their duty as a doctor. At least it is what I see in Indonesia.

Continue reading →

Iklan

Year Eleventh!

When I look back, I even can’t remember when the first time I wrote on the net. What was my first title on that script? Its already more than eleven years, and yes, this is the year eleventh.

I called myself a writer, not because I wrote so well, but because I love writing. It is a part of me, the way for me to express my flight of ideas.

When I wrote the first time, it was not on a PC or laptop, but on a typewriter machine. It was quite a luxury near the end of last millennium at a remote village in Bali. I spent a lot of time in front of the old machine, other than school works, I work on my first manuscript – which already lost in – I don’t remember where. The sound of manual typewriting is so nostalgic, I love it, I spent hours with joy and tears hearing them born from moment to moment. Continue reading →

Bilah Kerja, Atas atau Bawah?

Bilah kerja atau taskbar pada setiap tampilan desktop sistem operasi memiliki posisi yang khas, bagi kebanyakan penggunaan Windows, posisi ini secara asali ada di bagian bawah jendela kerja. Pengguna Mac OS memiliki bilah kerja di bagian atas dengan bantuan dok yang di bagian bawah. Tapi di manakah yang paling nyaman?

Saya sendiri paling nyaman sebenarnya ada di sisi kiri jendela kerja. Tapi untuk bekerja lebih cepat, terfokus dan efesien, saya menempatkan bilah kerja di bagian atas jendela kerja.

Capture

Tampilan Windows 10 dengan bilah kerja di bagian atas,

Continue reading →

Berburu Batik Segoro Amarto

Beberapa hari yang lalu, akhirnya jadi juga berburu Batik Ceplok Segoro Amarto yang menjadi batik wajib bagi ASN Kota Yogyakarta (catatan: saya bukan ASN). Ternyata cukup sulit mendapatkan batik ini, mengingat batik yang diperkenalkan pada hari ulang tahun ke-261 Jogja ini memiliki hak cipta yang tidak bisa diproduksi oleh sembarang pekarya batik.

Toko batik seperti Yudhistira di Jalan Taman Siswa bahkan tidak memilikinya. Akhirnya berkat bantuan Internet of Things, kami bisa menemukan salah satu penjual dari Instagramnya.

Motif Parang Kawung khas Batik Segoro Amarto. Sumber gambar: Konfrontasi.com

Continue reading →

Cuap dan Debat di Media Sosial

Musim kampanye bagi saya adalah musim yang baik untuk berlibur dari media sosial. Saya ingat di musim kampanye tahun 2014, saya membisukan banyak pembaruan lini masa dari jejaring di sekitar saya, dan mereka masih bisa hingga saat ini – saya tak akan pernah mendengar mereka bercuap apa.

Musim kampanye itu panas kawan! Lebih panas dari kopi yang baru diseduh dan tumpah di atas celanamu.

Orang saat ini sibuk, seperti orang macam saya, tidak punya waktu untuk sering mengakses media sosial, apalagi waktu lebih untuk melakukan penulusuran kabar yang malang melintang, mana yang palsu mana yang aspalan.

Saya yakin mereka yang “gemar” menyebar berita palsu (hoax) juga sebagian besar orang-orang sibuk macam saya. Tapi mereka punya sedikit waktu untuk menyebar berita palsu, yang kemudian jadi pelampiasan mereka jika ada yang mengajak mereka berdebat karena cuapan mereka sendiri.

Debat tak akan pergi ke mana…

Continue reading →

Memperpanjang SIM di Polres Bantul

Pagi ini saya menghabiskan waktu sehari penuh untuk mengikuti proses perpanjangan SIM di Polres Bantul. Saya memiliki SIM lawas yaitu SIM C dan SIM A individu yang dulu saya buat di Kota Gianyar, Bali. Akhir tahun ini sudah waktunya perpanjangan, dan termasuk proses perpanjangan SIM dari luar kota.

Saya dengar kalau dulu mau memperpanjang SIM yang asalnya dari luar kota harus dengan mencabut dulu SIM di kota asal, dan mengajukan pembuatan baru di kota tempat tingga saat ini. Tapi ada yang bisa tanpa melalui proses tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh, seseorang bisa saja membaca lebih banyak tentang Peraturan Kepala Kepolisian Negara Repulik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Sebelumnya saya mencoba membuat pendaftaran secara daring (online), namun data petunjuk sangat minim, sehingga saya memutuskan untuk menggunakan prosedur manual.

Continue reading →