Cacar Monyet – Selayang Pandang

Bulan Mei yang lalu, terjadi kasus impor infeksi virus monkeypox di Singapura1, kasus yang terjadi di luar daerah endemis penyakit ini, dan cukup mengambil perhatian banyak orang termasuk di Indonesia. WHO pun telah menerima laporan tersebut, dan memberikan masukan, serta tidak memberikan rekomendasi larangan perjalanan2.

Monkeypox sempat mengkhawatirkan, dan sempat menimbulkan kerisuhan akibat sejumlah berita bohong (hoaks) yang beredar. Pun demikian, Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah menepis isu tentang monkeypox tersebut3, dan tetap meminta Dinas Kesehatan serta UPT untuk bersiaga4.

Ilustrasi Infeksi Monkeypox. Sumber gambar: independent.co.uk.

Continue reading →

Iklan

Berapa Ukuran Tekanan Darah yang Normal?

Salah satu pemeriksaan yang paling umum & rutin dilakukan pada hampir seluruh pemeriksaan kesehatan adalah pemeriksaan tekanan darah, yang bahasa kerennya pemeriksaan tensi darah, kecuali pada pasien anak-anak yang tidak umum dan tidak rutin. Lalu tentu saja selain pertanyaan, “tensi saya berapa ya Dok?”, maka ada pula lanjutan pertanyaan seperti, “tensi saya normal atau tinggi?”, atau “tensi yang normal itu berapa ya Dok?”

Jawaban dokter bisa jadi beragam, dan jika pasien bertemu lebih dari satu dokter, dan bisa jadi jawaban yang berbeda membuat mereka bingung, dan ujung-ujungnya dokter juga bisa jadi ikut bingung. Mengingat bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang memiliki bahaya bagi kesehatan, dan bahkan penderitanya memiliki sejumlah pantangan yang tidak menyenangkan, seperti diet rendah sodium sehingga harus mengurangi pangan olahan. Pasien sering kali ingin tahu, apakah tekanan darahnya berada dalam batas normal, rendah, ataukah tinggi.

Kategori tekanan darah menurun Asosiasi Jantung Amerika dan Asosiasi Stroke Amerika.

Continue reading →

Sindrom Kelelahan Kronis

Di antara banyak masalah kesehatan, kelelahan merupakan salah satu keluhan yang acap disampaikan oleh pasien selain keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman. Dan di antara semua jenis keluhan kelelahan, ada satu yang cukup spesifik, berat dan berlangsung menahun yang dikenal sebagai sindrom kelelahan kronis.

Dunia kedokteran tidak asing dengan istilah sindrom kelelahan kronis, yang dikenal juga sebagai kelelahan pasca infeksi virus, atau myalgik ensefalomielitis (ICD 10: G93.3 ; ICD 11: 8E49). Tapi tidak semua tenaga kesehatan dapat mengenali dan menangani kasus sindrom kelelahan kronis secara baik dikarenakan banyak faktor yang rumit, sedemikian hingga sindrom kelelahan kronis acap menjadi kondisi kesehatan yang terpinggirkan.

 

Ilustrasi “kelelahan”. Sumber: npr.org.

Continue reading →

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan

Pertengahan Februari Tahun 2019, masyarakat kesehatan di Indonesia menyambut disahkannya Undang Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan. Tapi apa isi Undang Undang ini yang selama ini baru bisa diintip dari Rancangan Undang Undang yang ada?

Sebelumnya, melihat kembali ke belakang, peraturan terakhir yang terbit mengenai praktik kebidanan adalah Permenkes nomor 28 tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.


Continue reading →

Mewaspadai Kembali Leptospirosis

Beberapa saat pasca hujan, badai, atau banjir, maka setiap tenaga kesehatan selayaknya mewaspadai bahaya infeksi leptospirosis. Leptospirosis sampai saat ini masih minim data, karena keberadaannya sering tidak terdiagnosis dengan baik, serta belum adanya data surveilans yang memadai. Setidaknya secara global ada sekitar 300.000 – 500.000 kasus leptospirosis yang berat1.

Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang menyerang manusia dan hewan. Ini disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira. Pada manusia, dapat menyebabkan pelbagai gejala, beberapa di antaranya mungkin keliru dikenali sebagai gejala penyakit lain. Atau, mereka yang terinfeksi mungkin tidak tampak memiliki gejala sama sekali.

Ilustrasi Banjir. Sumber: abc.net.au.

Continue reading →

Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Setiap rumah sakit selayaknya memiliki kebijakan mengenai kesehatan di lingkungan rumah sakit itu sendiri. Lingkungan sehat di sini terkait dengan pelayanan yang dilakukan oleh rumah sakit itu sendiri, meliputi sejumlah aspek seperti fisik, kimia, biologi, radioakivitas maupun sosial. Lingkungan rumah sakit yang sehat kemudian diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada segenap sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pengunjung, dan masyarakat di sekitar rumah sakit. Tentu saja tidak lupa menjadikan rumah sakit sebagai sebuah kawasan yang ramah lingkungan.

Ilustrasi ruangan di sebuah rumah sakit. Sumber: ihp.viha.ca

Oleh karena itu, setiap rumah sakit menetapkan standar baku mutu kesehatan lingkungan rumah sakit, dan persyaratan kesehatan serta upaya dalam pencapaiannya. Standar tersebut sekurang-kurangnya mencakup pada aspek air, udara, tanah, pangan, saranan & bangunan, serta vektor penyakit yang mungkin berpotensi menyebarkan wabah penyakit di areal rumah sakit dan sekitarnya.

Continue reading →

Menggunakan Masker Bedah?

Masker bedah cukup populer digunakan oleh masyarakat di luar tenaga kesehatan, tentu saja terkait fungsinya untuk mencegah penularan penyakit dari cipratan cairan. Tidak heran kadang saya bisa melihat jejeran pasien mengenakan masker bedah di ruang tunggu Puskesmas, suatu pemandangan yang mungkin satu atau dua dasawarsa yang lalu hanya ada di film-film Barat yang bertemakan bencana biokimia.

Penggunaan Masker Bedah (Ilustrasi). Sumber: straitstimes.com.

Continue reading →