Pertolongan Pertama dan Penanganan Gigitan Ular Berbisa

Sejak pindah ke rumah baru, tidak jarang bertemu dengan ular baik yang berbisa maupun yang tidak berbisa di sekitar rumah. Bahkan kadang kucing kami juga gemar bermain dengan ular yang tak sengaja lewat di gang depan rumah.

Kasus gigitan ular merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang umum ditemui tenaga kesehatan, umumnya jika daerah kerjanya merupakan daerah dengan populasi ular yang tinggi. Pertolongan yang cepat dan tepat dapat membantu menyelamatkan nyawa korban gigitan ular, terutama jika ular itu berbisa.

Jadi mari temani saya sejenak belajar tentang ular berbisa dan bagaimana penanganan gigitan ular berbisa. Jika tergigit ular besar tidak berbisa, seperti ular sanca, bahaya justru datang dari perdarahan jumlah besar yang berpotensi menimbulkan syok hipovolemik.

Continue reading →

Iklan

Vaksin MMR Menyebabkan Autisme?

Vaksin MMR adalah vaksin umum yang diberikan pada anak-anak untuk mencegah penyakit dan komplikasi berat dari penyakit campak (measles), gondongan (mumps) dan cacar/campak Jerman (rubella)1. Namun banyak orang tua yang khawatir melakukan imuniasi MMR karena takut vaksin MMR akan menyebabkan autis(me) pada anak mereka.

Apakah benar vaksin MMR menyebabkan autisme pada anak?

Kita harus melihat kembali ke belakang, riwayat munculnya hubungan antara vaksin MMR dan autisme.

Continue reading →

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal merupakan keganasan ketiga terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak (terlepas dari gender) di Amerika Serikat. Dari data Globocan 2012, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan mortalitas 9,5% dari seluruh kasus kanker. Di Indonesia, kanker kolorektal sekarang menempati urutan nomor 3 (GLOBOCAN 2012), kenaikan tajam yang diakibatkan oleh perubahan pada diet orang Indonesia, baik sebagai konsekuensi peningkatan kemakmuran serta pergeseran ke arah cara makan orang barat (westernisasi) yang lebih tinggi lemak serta rendah serat.

Meskipun perkembangan pengobatan adjuvant akhir-akhir ini berkembang secara cepat dan sangat maju, akan tetapi hanya sedikit saja meningkatkan harapan hidup pasien kanker kolorektal bila sudah ditemukan dalam stadium lanjut.

Kunci utama keberhasilan penanganan kanker kolorektal adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Namun sayangnya, sebagian besar penderita di Indonesia datang dalam stadium lanjut, sehingga angka harapan hidup rendah, terlepas dari terapi yang diberikan. Penderita datang ke rumah sakit sering dalam stadium lanjut karena tidak jelasnya gejala awal dan tidak mengetahui atau menganggap penting gejala dini yang terjadi. Continue reading →

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Payudara

Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel ductus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, KPD menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. (Data Kanker di Indonesia Tahun 2010, menurut data Histopatologik; Badan Registrasi Kanker Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI)). Diperkirakan angka kejadiannya di Indonesia adalah 12/100.000 wanita, sedangkan di Amerika adalah sekitar 92/100.000 wanita dengan mortalitas yang cukup tinggi yaitu 27/100.000 atau 18% dari kematian yang dijumpai pada wanita. Penyakit ini juga dapat diderita pada laki-laki dengan frekuensi sekitar 1%. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Oleh karena itu, perlu pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya rehabilitasi yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal.

Continue reading →

Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar

Pada Januari yang lalu, terbit Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 4 Tahun 2019 tentang Pemenuhan Standar Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Standar Teknis ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pemerintah daerah dalam penyusunan perencanaan untuk pelaksanaan SPM Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota. Sasaran dari Standar Teknis ini adalah untuk memberikan pedoman kepada pemerintah daerah terkait penerapan SPM Bidang Kesehatan dan kebijakan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta peraturan pelaksanaannya.

Continue reading →

Makanan Olahan Siap Saji dan Kesehatan

Saat berpraktik tidak jarang saya bertemu dengan orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk berobat, paling umum anak-anak ini terserang batuk pilek musiman atau sekadar radang saluran napas akut oleh virus atau bakteri. Pada kasus sederhana, anak-anak ini sebenarnya tidak memerlukan obat, sedikit ‘remedy‘ bisa membantu mereka.

Hanya saja pada akhir konsultasi biasanya akan ada permintaan orang tua agar dokter turut membantu melarang anak mereka agar tidak mengonsumsi makanan olahan atau makanan siap saja, karena orang tua khawatir akan kesehatan anak mereka. Tapi apakah ini tepat?

Continue reading →

Kapan ICD-11 Berlaku?

Klasifikasi Internasional untuk Penyakit atau ICD revisi kesebelas atau ICD-11 akan menggantikan ICD-10 yang kini banyak digunakan termasuk di Indonesia. Tapi kapan ICD-11 mulai berlaku?

Sebenarnya ICD-11 versi alfa sudah ditayangkan ke publik pada Mei 2011, dan pada Juni 2011 komentar publik dibuka sebagai bahan masukan. Draf beta sudah dibuka bagi publik pada Mei 2012.

Pada Juni 2018, versi yang siap diterapkan sudah dibagikan pada negara angota WHO, termasuk proses penerjemahannya.

Rencananya pada Mei 2019, saat Pertemuan Badan Kesehatan Dunia ke ke-72, ICD-11 akan dipresentasikan, dan dikuatkan bagi negara-negara anggota WHO untuk mulai menerapkannya.

Pada Januari 2022, negara-negara anggota WHO mulai melaporkan data kesehatan dengan menggunakan ICD-11. Continue reading →