The Book of Merton’s

Membaca adalah salah satu hal yang menyenangkan, terutama di negeri yang minat bacanya rendah – Anda mendadak bisa merasakan suatu eksklusivisme semu, di mana Anda bisa tersenyum pada diri Anda sendiri. Saya paling suka menghabiskan waktu luang dengan membaca novel picisan, terutama dari negeri Tiongkok dan Sakura. Tapi waktu yang paling menggembirakan mungkin ketika saya sekadar membuka satu ada dua halaman dari buku-buku tertentu.

Buku-buku tertentu ini tidak banyak yang ada di tangan saya, kebanyakan saya pinjam atau baca dari tempat lain. Dan mereka semua nyaris berbicara hal yang sama, yaitu kehidupan dan filsafat, tapi tidak semua buku tentang kehidupan dan filsafat. Saya biasanya merujuk pada penulis-penulis tertentu, misalnya Jiddu Krishnamurti, Anthony de Mello, dan beberapa di antaranya, yang terakhir saya temukan adalah salah satu karya Thomas Merton, “New Seeds of Contemplation“.

Trappist Fr. Thomas Merton difoto bersama Dalai Lama pada tahun 1968, yang ditemui Merton selama perjalanannya ke Asia. (Pusat CNS / Thomas Merton di Bellarmine University)

Continue reading →

Iklan

Segara Kalbu

Ragaku adalah perahu
Yang tak henti mengaru-aru
Di bawah bentang segala yang biru
Napasku menjadi lagu

Menarik dan menguak segala pilu
Merajut luka laksana beludru
Air mata yang tersipu malu
Aku melihat segara kalbu

Di atas angin yang tak pernah layu
Anak-anak manusia asyik membubu
Sebagaimana moyang mereka sejak lalu
Demi seribu, seribu, seribu deru haru

Ada senyum tanpa tipu
Pada layar terhembus sang bayu
Ada tangis tanpa bendu
Pada rembulan yang tersedu

Segara kalbu
Tampungan harta sedari hulu
Santapan sukma yang kelulu
Lebih nikmat dibanding karya sang gerau

Segara kalbu
Siapa yang dapat jadi pandu
Tak kan mengucap pelalau
Amabakdu ancala prabu

Ilustration: Ocean by Cristal Whiser (DeviantArt)

Menulis dengan Onomatope

Ketika saya mulai menulis, salah satu hal yang paling sulit saya ekspresikan adalah onomatope (dalam bahasa Inggris: onomatopoeia). Kita harus menjadi pengamat yang baik dalam menghasilkan onomatope yang merupakan terjemahan suara di sekitar kita ke dalam bunyi dengan tulisan. Selain itu kita juga harus banyak membaca karya-karya sastra sebelumnya, sehingga tahu apakah ada onomatope yang telah diterima oleh masyarakat secara umum.

Misalnya saja, kita semua tahu bahwa “Kukuruyuk” adalah suara ayam, “Dor” adalah suara tembakan, atau “Plak” yang merupakan suara tamparan. Semua ini adalah onomatope umum. Namun bagaimana misalnya dengan suara “Pika”? Bagi yang tidak pernah menonton atau tentang Pokemon, mereka tidak akan tahu bahwa itu adalah onomatope bagi salah satu tokoh dalam Pokemon, Pikachu.

Continue reading →

Letter

It is not a mere words that I wish, that I hope when it reaches you, it is my soul – unbounded by wind, sea, and sky.

It is not just alphabetic conceptions that delivered to your small hands, it is my heart – unlocked by the earth and all the trees those never bow under the heaven.

It is not a paltry of black above the white fields that you see with your very own eyes, it is my dream – travelled far on uncharted and borderless desert, accompanied by the song the sun and the moon.

It is not a measly conviction when you hold it, it is my love – the life of a spirit that hold your hands, the very hands that bring it into this world.

Yet it is a letter, a simple wordless one, from meto you.

Thank you, and Goodbye from the Far Shore

Me, and just like the rest of the world, is deeply shocked by the news that Mr. Stan Lee has left us for forever. His works, his legacy, were life and inspiration for many.

I never knew him personaly, but I know what his works became. For a writer like me, who since my childhood know his works (despite was ignorant that those were his), they gave me and still give me inspiration, as I am an evergreen ‘newbie’ in the world of writing.

Do what you love

We’ll remember him always.

Thanks for everything Mr. Stan Lee, and may you find your peace.