Setelan Privasi Pribadi pada avast!

Melanjutkan cerita sebelumnya, ada yang menyebalkan dari penggunaan avast!, yaitu setelan bawaan (default) mereka kadang tidak menyenangkan. Hal ini juga terjadi pada Windows 10 (tahukah Anda bahwa Windows 10 mungkin saja mengumpulkan apa saja yang Anda ketik pada Windows tanpa Anda sadari?)

Setelan privasi memberikan pengguna pilihan, seberapa banyak kita sebagai pengguna bersedia membagi data kita pada vendor perangkat lunak, dalam hal ini avast! Dan sebenarnya pilihan berbagi data ini ada pada hampir semua vendor keamanan modern, termasuk yang paling terkenal seperti Kaspersky, yang juga terpilih secara bawaannya.

Lalu, bagaimana kita bisa menghindari pengunggahan data privat kita ke peladen para produsen antivirus ini?

Biasanya kita disediakan pilihan (yang mau tidak mau, kita bisa percaya bahwa pilihan tersebut benar, atau tidak sama sekali). Karena sayangnya, saya tidak yakin apakah Indonesia  memiliki aturan sejenis GDPR atau CCPA yang tertuang secara detil? Apakah UU ITE saja cukup untuk membuat para penyedia ini menghargai data pengguna dari Indonesia? Continue reading →

Apakah masih layak menggunakan avast antivirus?

Saya merupakan pengguna avast!, sebuah perangkat lunak (aplikasi) antimalware/antivirus sejak kurang lebih lima belas tahun. Dan lima belas tahun bukan sebuah periode yang singkat, pengalaman pengguna menjadi sesuatu yang layak mempertimbangkan apakah sebuah produk masih digunakan atau tidak.

Namun, belakangan ini ada bukti bahwa, anak perusahaan avast!, yaitu Jumpshot melakukan pengumpulan data riwayat penelusuran web pengguna dan menjualnya; hal ini membuat marah banyak pengguna avast! Saya pun baru mengetahuinya belakangan ini.

Continue reading →

Melindungi Komputer Pribadi dari Ransomware

Ransomware sudah ada sejak dulu sekali, setidaknya mulai dari tahun 1989. Dan banyak sekali terjadi kasus penyanderaan data dan sistem komputer. Kadang pilihan terakhir adalah membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kunci membuka gembok penyanderaan.

Perlindungan pada komputer pribadi, tentu saja akan berbeda dengan sistem server pada organisasi. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah Ransomware. Continue reading →

Ulasan Baseous Covo BC10

Saya suka mendengarkan musik, mulai dari era radio dan WalkMan™ dari Sony di masa sekolah dulu. Walau mungkin selera musik saya agak berbeda dari teman-teman sebaya pada masa itu.

Entah kenapa, sebuah masa terlompati begitu saja. Dari era headset walkman menuju earphone pada era ponsel, dan hingga kini era smartphone.

Saya adalah orang yang termasuk tidak nyaman menggunakan earphone, bukan karena pengalaman masa kecil. Namun hanya sedikit produk earphone yang ramah pada telinga saya. Paling nyaman yang pernah saya miliki dulu adalah Jabra Helo Fusion, karena earbud tipe ini yang paling nyaman di telinga saya.

Lalu, barang itu hilang ketika saya menghadiri pertemuan di sebuah hotel. Saya kira terjatuh ketika saya melepas helm. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi membeli wireless headset, risiko jatuh saat berkendara dan rasa tidak nyaman ketika earbud masuk ke dalam liang telinga memang membuat saya enggan.

Sampai kemudian saya melihat penawaran beberapa produk wireless headphone dengan teknologi pengantaran suara melalui konduksi tulang (bone conduction). Harganya pun lebih fantastik, walau tidak sefantastik produk teranyar Sony yang digadang mampu menghasilkan total noice cancelation. Continue reading →

Aplikasi Statistik JASP

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama biaya lisensi untuk melakukan analisis statistik, serta prinsip yang katanya mengusung semangat open source. Dulu saya hendak mencoba R, Namun sayangnya, kemalasan saya selalu menang untuk menemukan alasan untuk tidak belajar lebih jauh dengan R. Sampai akhirnya saya menemukan JASP – yang juga berbasis R.

JASP atau Jeffreys’s Amazing Statistics Program, yang diambil sebagai penghargaan terhadap Sir Harold Jeffreys sebagai pioner Bayesian, merupakan aplikasi dengan antarmuka yang ramah bagi pengguna. Continue reading →

Visualisasi Data di PowerPoint dengan Power-user

Visualisasi data adalah topik yang penting dalam melakukan presentasi, karena informasi yang kita sampaikan pada para pemirsa kita adalah berupa data – oke kecuali Anda sedang menyampaikan dongeng itu beda lagi. Tulisan sahabat baik saya dalam “Riset: visualisasi data kesehatan Indonesia sulit dibaca, apa penyebabnya?” mengungkapkan masih lemahnya kemampuan kita dalam melakukan penyampaian data melalui visualisasi.

Apa yang bisa membantu Anda melakukan visualisasi data dengan baik? Tentu saja pendukung seperti perangkat lunak dan aplikasi.

Apalagi ketika kita berbicara mengenai presentasi, kita akan lebih suka melirik media presentasi sejuta umat – Microsoft PowerPoint. Tinggalnya sejenak Prezi yang dibahas sebelumnya.

Saya akan memilihkan salah satu tambahan pengaya PowerPoint yang bernama Power-user yang bisa digunakan untuk melakukan visualisasi data via PowerPoint (plus juga bisa pada Microsoft Word). Continue reading →

Pilih Prezi dibanding PowerPoint?

Saya sudah memiliki akun Prezi sudah cukup lama. Hanya saja tidak pernah saya gunakan. Saya bahkan lupa hingga disampaikan oleh istri sekitar setahun yang lalu, kemudian saya lupa lagi sampai saya kemarin mengerjakan beberapa tugas presentasi dari kampus.

Sebagian besar presentasi saya memang saya kerjakan dengan PowerPoint melalui Office 365. PowerPoint adalah standar yang dipakai dan dibagikan di banyak kegiatan presentasi, baik di pendidikan atau di perkantoran dunia usaha. Dan saya sebagaimana kebanyakan orang lebih senang dan familier dengan PowerPoint (plus saya biasanya melirik Impress).

Sementara untuk presentasi, ada banyak sekali yang bisa digunakan seperti Visme dan SlideDog yang cukup menarik. Lalu bagian Prezi dibandingkan dengan PowerPoint? Continue reading →