Teknologi Menulis yang Enak di Ponsel

Ketika ada banyak pilihan teknologi untuk menulis bagi para penulis. Saya masih tetap klasik pada Ms Word. Dulu saya gemar menggunakan Libre Writer, namun beberapa membuatnya tidak lama bertahan dengan perubahan tuntutan dan teknologi. Khususnya tuntutan bekerja yang selalu bergerak.

Ponsel saat ini merupakan sarana menulis praktis, tapi bagi penulis klasik semacam saya, menulis di perangkat komputer adalah hal yang tidak terlepaskan. Sehingga saya akan mencari perangkat lunak yang bisa membantu saya melakukan sinkronisasi. Pertimbangan kedua adalah setelah sinkronisasi, saya harus bisa melakukan penyuntingan dan proofreading dengan lebih mudah. Pertimbangan ketiga adalah jika bisa saya tidak perlu mengetik sendiri. Continue reading →

Iklan

Uji Coba Grammarly

Sebelum saya sudah menuliskan mengenai uji coba Pro Writing Aid, dan saya cukup menyukai versi uji coba yang disediakan. Bagi penulis karya fiksi berbahasa Inggris, atau ingin menerjemahkan novel atau sejenisnya ke bahasa Inggris, aplikasi tersebut sangat bersahabat dan banyak digunakan oleh penulis untuk memeriksa ‘grammar’, ‘style’, ‘ overused words’, ‘readability’, ‘cliches’, ‘diction’, dan sebagainya.

Kali ini saya melakukan uji coba untuk rival-nya, yaitu Grammarly.  Aplikasi ini berbasis web/cloud yang juga memiliki pengaya Microsoft Word. Dan Grammarly dibandingkan dengan Pro Writing Aid, lebih banyak penggemarnya, tapi juga lebih tinggi harga lisensinya.

Capture Continue reading →

Uji Coba ProWritting Aid

Menulis dalam bahasa Inggris memerlukan apa yang disebut sebagai proofreading, dan ada banyak jasa untuk itu. Sayangnya, jasa tersebut sering kali tidak affordable (tidak terjangkau dalam hitungan kita). Maka penulis mungkin akan mengandalkan Word Processor seperti Microsoft Office Word dan LibreOffice Writer dengan fungsi peninjauan ejaan (grammar) untuk melihat jika ada kesalahan. Lalu apakah ini cukup?

Singkat katanya tidak!

Saya pada awalnya percaya, ah masa cuma ngetik begitu saja perlu bantuan. Ternyata nyatanya memang demikian. Dulu ketika saya menguji coba pemikiran ini, ternyata keliru sekali, banyak tulisan yang ternyata benar-benar keliru secara lucu. Jika saya menghitung maka rerata adalah dua puluh lima setiap seribu kata, atau sekitar tiga dari setiap seratus kata yang saya tulis adalah keliru. Ini kesalahan yang fatal, itu baru tentang kata, belum lagi jika menilik tentang keterbacaan dan menghindari bingungnya pembaca.

Untitled

Tampilan Panduan Koreksi ProWriting Aid di salah satu

Continue reading →

Melakukan Sensor Kata Tak Layak di Blog

Sebagai seseorang yang melakukan publikasi tulisan melalui blog, saya selalu berusaha menjaga agar kata-kata yang tulis tetap sedap serta menghindari menulis kata-kata yang kurang senonoh.

Untuk sebuah blog, hal tersebut tidak terlalu sulit dilakukan. Sayangnya, ketika menulis sebuah karya fiksi, cerita pendek, dan sebagainya. Kadang kata-kata untuk memaki, atau sesuatu yang tidak pantas adalah bumbu. Kita tidak bisa menampilkan cermin kehidupan tanpa seluruh sisi tercerminkan.

Continue reading →

Mengapa Memilih Nokia X6?

Bulan lalu, saya memutuskan memberi ponsel cerdas pengganti kepada istri, selain memang sudah sering macet, juga termasuk kesalahan saya saat sebelumnya memilihkan ponsel. Sebelumnya saya memilihkan salah satu produk dari Asus yang kemudian menjadi terlalu banyak aplikasi yang tidak terpakai menyenyaksakan ruang kecil yang tersedia.

Setelah banyak pertimbangan, terutama kebutuhan, harga, dan potensi penggunaan jangka panjang serta dukungan keamanannya. Saya memilihkan ponsel berbasis android, Nokia X6 atau juga disebut Nokia 6.1 Plus.

Continue reading →

Bantuan Ponsel Cerdas dalam Telaah Interaksi Obat oleh Dokter

Pelayanan dokter pada jenjang kuratif akan sering melakukan pengobatan atau peresepan obat kepada pasiennya. Peresepan obat oleh dokter didasarkan kepada kaidah peresepan obat secara rasional 1 berdasarkan hasil kajian klinis terhadap kebutuhan terapi pasien. Oleh karena peresepan memang tidak mudah, maka sejumlah kaidah yang dikembangkan untuk menghasilkan peresepan yang lebih baik dalam pembelajaran yang terus-menerus 2.

Continue reading →

Migrasi dari Dropbox ke OneDrive

Saya menggunakan Dropbox sejak tahun 2012, atau sejak tahun enam tahun yang lalu. Dropbox membantu saya mencadangkan banyak berkas penting, termasuk berbagi berkas dengan kolega dan keluarga. Seiring dengan perjalanan perjalanan waktu, saya mencoba sejumlah pencadangan awan, termasuk Spider Oak yang pada awalnya populer di openSUSE.

Continue reading →