Film Animasi the Peanuts Movie

Siapa yang tidak suka Snoopy? Kecuali jika Anda lahir di era yang ‘fakir kartun’ belakangan ini, Anda mungkin tidak mengenal tokoh anjing lucu ini. Bersama dengan sahabatnya Charlie Brown kali ini muncul ke dalam animasi 3D yang menarik dalam film ‘The Peanuts Movie’. Lanjutkan membaca “Film Animasi the Peanuts Movie”

Sebenarnya mesin pencetak tiga dimensi, yang dikenal sebagai Printer 3D sudah mulai banyak beredar di pasaran, namun harganya masih cukup tinggi. Saya sendiri merasa tidak akan memerlukan teknologi ini dalam tempo dekat, atau mungkin tidak akan pernah sama sekali. Printer 3D terkesan seperti kamera SLR kelas atas, mahal, dan hanya penghobi atau profesional yang menggunakannya. Lanjutkan membaca “Era Mesin Printer 3D”

Era Mesin Printer 3D

Planes dari Pixar

Disney Pixar kembali merilis film animasi terbaru mereka (sebenarnya sih sudah berita lama), yaitu Planes yang tayang dalam animasi 3D. Mungkin terinspirasi dari kesuksesan Cars 1 & 2, maka film Planes ini dibuat, karena karakternya di dalamnya hampir serupa, kecuali kali ini seputar pesawat udara. Cerita dalam film Planes ini sebenarnya klise saja, tapi kemasannya yang baru. Bagi yang sering menonton film berlatar sejenis mungkin akan jenuh menyaksikan film ini.

Kisahnya sederhana, tentang Dusty – pesawat penyemprot pestisida yang digunakan di ladang-ladang pertanian yang bermimpi menjadi pesawat pembalap. Dia pun sibuk berlatih aerobatik setelah dia selesai dari tugasnya menyemprot hama. Dan pada suatu ketika kesempatan itu datang padanya, di sinilah kisah Planes berlanjut pada balapan kelas dunia; sebagaimana film Cars sebelumnya. Lanjutkan membaca “Planes dari Pixar”

Ice Age: Continental Drift

Ini adalah seri keempat film “Ice Age” sejak perdana mengocok perut saya sepuluh tahun yang lalu. Mengambil judul “Ice Age: Continental Drift“. Dan sebagaimana film-film sebelumnya, secara klasik petualangan Manny dan kawan-kawan dimulai oleh bencana yang disebabkan oleh Scrat, dan memang bisa dibilang semua bencana memang dialah berang keroknya dalam film Ice Age, kecuali beberapa bencana kecil oleh Sid.

Pada film “Ice Age: Continental Drift” ini, Scrat membuat bencana luar biasa yang dikenal dengan “Scrat’s Continental Crack-Up”, bahkan saya tertawa menyaksikan cuplikannya yang sudah dirilis sejak setahun lalu. Ya, ini nostalgia pelajaran ilmu bumi dalam lelucon animasi 3D yang apik. Hanya saja jika terjadi sebenarnya seperti itu, mungkin tidak akan lucu lagi, Lanjutkan membaca “Ice Age: Continental Drift”

Petualangan Hugo Cabret

Kisah aslinya ditulis oleh Brian Selznick sebagai novel fiksi sejarah tentang seorang anak bernama Hugo Cabret yang hidup seorang diri di stasiun kereta api Paris. Di tangan Martin Scorsese disulap menjadi film petualangan yang seru berjudul “Hugo”. Saya tertarik pada film ini karena begitu banyak rekomendasinya, dan Hugo sendiri mendapatkan 11 nominasi Oscar dan memenangkan 5 di antaranya.

Yang unik dari film ini adalah, tidak menggunakan banyak latar, hanya stasiun kereta api Paris dan labirin menara jamnya, rumah Papa Goerges, perpustakaan kota, teater Robert-Houdin, sekilas ruang kerja ayah Hugo dan rumahnya, serta sekilas jalanan kota. Dengan latar yang sedikit ini, Hugo dapat menjadi film yang penuh daya tarik. Lanjutkan membaca “Petualangan Hugo Cabret”

Les Aventures de Tintin

Sebuah film animasi arahan sutradara Steven Spielberg mengawali acara nonton bulan ini, The Adventure of Tintin. Diangkat dari komik yang telah berusia nyaris seabad, karya Herge (Georges Remi) disulap menjadi sebuah film animasi tiga dimensi yang memukau. Saya mesti menyelip di antara kesibukan saya untuk dapat ikut antre mendapatkan tiket masuknya, dan untungnya, film ini tidak ramai peminat – saya tidak tahu, mungkin karena kebanyakan berpendapat film ini adalah film untuk anak-anak.

Saya sendiri bukan penggemar serial Tintin, mungkin karena ia merupakan karakter reporter lapangan yang kadang tidak segan mendobrak privasi orang lain demi mendapatkan beritanya. Tapi sebagai salah satu tokoh komik tertua dan terlaris oleh penulis Belgia yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 80 bahasa, maka sayang sekali untuk dilewatkan.

Lanjutkan membaca “Les Aventures de Tintin”

Spionase ala Cars 2

Tahun ini, lanjutan film animasi Cars oleh Disney dan Pixar diluncurkan kembali. Meski sudah mulai tayang pada 24 Juni yang lalu, namun di Indonesia sendiri baru mulai ditayangkan beberapa waktu yang lalu. Tentu saja seperti biasanya, saya tidak ingin melewatkan film besutan Pixar. Apalagi film animasi yang bernuansa spionase ala agen Inggris double O seven tidak banyak ada.

Agak berbeda dengan film pertamanya, di mana Lightning McQueen yang menjadi tokoh sentral untuk memenangkan Piston Cup. Kali ini mobil derek dua – Mater yang tampaknya dijadikan sebagai tokoh utama. Dia adalah penyebab terjadi pelbagai masalah di sekitarnya dan di sekitar McQueen.

Lanjutkan membaca “Spionase ala Cars 2”

Pahlawan Bernyawa Sembilan

Anda mungkin pernah mendengar namanya, mengenal wajahnya, melihat petualangannya, namun Anda belum mendengar legendanya – si Pahlawan Bernyawa Sembilan. Setidaknya itulah awalan yang diberikan pada film animasi terbaru besutan DreamWorks yang akan diluncurkan pada November.

Terinsprirasi dari salah satu tokoh yang mengikuti petualangan si Ogre hingga Shrek Forever After – The Final Chapter, kini sudah saatnya dunia mengetahui legenda dibalik pahlawan berbulu kita, Puss in Boots. Dan kini ia memiliki filmnya sendiri untuk diluncurkan.

Lanjutkan membaca “Pahlawan Bernyawa Sembilan”

Bermain dengan Desktop Cube ala Celadon

Fitur desktop cube adalah salah satu cara berpindah antar ruang kerja dengan mudah dan paling “indah” di Linux. Memang tersedia juga produk desktop cube untuk Windows sebagai peranti lunak proprietary seperti produk oleh Think in Bytes, namun lisensinya mencampai ratusan ribu rupiah. Di Linux fitur keren ini bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Ruang kerja (workspace) di Linux memberikan kemudahan untuk mengelola banyak jendela sekaligus, sehingga tidak memenuhi layar monitor. Semisal satu ruang kerja untuk kegiatan resmi (perkantoran), lainnya untuk jejaring sosial, dan beberapa yang lain mungkin untuk permainan dan multimedia. Semua Linux memiliki ruang kerjanya masing-masing.

Lanjutkan membaca “Bermain dengan Desktop Cube ala Celadon”

Kehidupan Kedua di Dunia Digital?

Anda pernah melihat atau bermainan permainan video sejenis Sims (simulation)? Membuat avatar anda sendiri dan melakukan aktivitas di dunia digital selayaknya di dunia nyata? Lalu bagaimana jika interaksi ini diperluas ke jaringan global, tanpa batas dan sekat? Tentu saja ini lebih dari sekadar jejaring sosial.

Setidaknya ini yang ditawarkan oleh Second Life, berinteraksi di dunia digital selayaknya dunia nyata. Tapi saya lebih tertarik lagi oleh tulisan “Seminar Online –  Second Life for Education” yang akan diadakan oleh Komunitas Kluwek pada hari Minggu mendatang. Dalam penangkapan saya, ide dasarnya adalah membangun dunia virtual yang bisa mendukung pendidikan, di mana guru, siswa bisa bertemu secara digital dalam dunia 3 dimensi yang dibuat sedemikian rupa membantu proses edukasi.

Lanjutkan membaca “Kehidupan Kedua di Dunia Digital?”