Live Messenger ke Skype

Akhirnya berakhir sudah masa penggunaan perpesanan instan Live Messenger yang dulunya menggunakan akun dari Microsoft, seperti Hotmail, MSN dan tentu saja Live. Sekarang migrasi sudah dilakukan ke Skype yang telah dimiliki oleh Microsoft. Saya pun menggabungkan akun Microsoft saya dengan Skype (yang awalnya menggunakan Gmail).

Skype saya biasanya justru aktif saat menggunakan Linux dibandingkan saat menggunakan Windows, alasannya sederhana, kualitas suaranya lebih jernih lewat Linux. Mengapa demikian? Saya sendiri tidak bisa menjelaskan. Lanjutkan membaca “Live Messenger ke Skype”

Mengembalikan Alamat Surel Asli pada Halaman Info Facebook

Beberapa waktu lalu, Facebook secara sepihak mengubah alamat email yang ditampilkan pada halaman info pemilik akun menjadi alamat email berdomain facebook.com, saya dengar ini disebabkan adanya kebijakan penyeragaman di Facebook. Sebenarnya ini adalah isu lawas, meskipun banyak yang protes karena menganggap Facebook melanggar privasi, namun sepertinya kebijakan ini tidak berubah.

Pada awalnya saya tidak terlalu peduli, namun hanya sedikit penasaran karena tidak jelas bagaimana sistem surel/email ini bekerja. Saya mendengar ada beberapa orang yang tidak pernah mendapatkan surel yang dikirimkan padanya melalui alamat surel yang disediakan oleh Facebook. Sehingga saya pun mencobanya beberapa waktu yang lalu. Lanjutkan membaca “Mengembalikan Alamat Surel Asli pada Halaman Info Facebook”

Jangan Sembarang Klik di Facebook

Jejaring sosial sudah menjadi bagian dari keseharian pengguna Internet saat ini. Apapun namanya, baik twitter, facebook, google+ bahkan sebuah blog pribadi. Jejaring sosial menghubungan antar individu di dunia maya ini, dan oleh karena itu mereka memiliki sesuatu yang sangat berharga yang sering dijadikan target kejahatan dunia maya – itu adalah identitas Anda!

Anda mungkin berpikir bahwa apa sih artinya sebuah identitas, sebagaimana identitas toh banyak yang dipalsukan juga. Namun bagi mereka yang memiliki niat tidak baik, identitas bisa menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi, sebagaimana sebuah perusahaan memiliki daftar kliennya.

Lanjutkan membaca “Jangan Sembarang Klik di Facebook”

Mengaktifkan Lagi Yahoo! Mail

Untuk beberapa alasan, saya mengaktifkan kembali Yahoo! Mail yang sudah sejak 4 tahun yang lalu dibekukan. Alamat surel dari Yahoo! ini merupakan alamat surel pertama saya, namun 4 tahun yang lalu benar-benar menjadi korban spamming (spam farming) yang tidak ada hentinya – sedemikian hingga memaksa saya untuk membekukannya.

Ketika itu saya membuat akun di Google Mail (Gmail) sebagai penggantinya untuk akun publik, dan menjadikan akun Hotmail untuk komunikasi privat. Rata-rata teman-teman saya tahu alamat akun publik saya, namun tidak banyak yang tahu akses akun privat saya.

Lanjutkan membaca “Mengaktifkan Lagi Yahoo! Mail”

Dagelan Indosat M2 (Bag. 2)

Pagi ini pushmail saya berdering, saya kira siapa yang mengirim surel pagi-pagi. Oh ternyata dari pihak IM2, isinya bahwa status akun pasca bayar saya sedang inactive. Lalu saya mengirim surat elektronik ke Costumer Care IM2 menanyakan alasan (dasar) mengapa akun saya yang baru sekitar 2 minggu aktif di bulan pertamanya menjadi inactive.

Sebuah jawaban datang berselang beberapa jam kemudian. Alasan akun saya saya diblok adalah karena ada tunggakan tagihan yang masih belum dibayar, dan mesti dibayar sebelum tanggal 25 bulan ini. Saya tentu saja agak kaget mendengarkan penjelasan ini.

Lanjutkan membaca “Dagelan Indosat M2 (Bag. 2)”

Diuntit Mr. Bean Lewat Twitter

Siapa yang tidak kenal Mr. Bean, salah satu tokoh komedi terkenal sedunia yang sudah berusia lebih dari setengah abad. Sudah lama saya tidak mendengar kabar darinya, hingga beberapa hari yang lalu saya mendapatkan surel pemberitahuan dari Twitter (siapa yang tidak tahu Twitter coba), bahwa Mr. Bean sedang menguntit akun saya (baca: following).

Jadi bertanya-tanya juga apa ini karena akhir Desember lalu topik Mr. Bean jadi trending topic di Twitter makanya si Mr. Bean mengikuti orang-orang pengguna Twitter di nusantara, apalagi milik seorang narablog kondang fakir seperti saya, ha ha…, tunggu dulu, mungkin tidak begitu.

Lanjutkan membaca “Diuntit Mr. Bean Lewat Twitter”

Live Spaces dan WordPress Bergabung

Sehari yang lalu Dharmesh Mehta – Direktur Windows Live Product Management – menulis di Windows Blog bahwa pihak Microsoft selaku penyedia Live Space Blog melakukan kerja sama dengan pihak Automattic selaku penyedia WordPress dot com.

Live Spaces sendiri bagi saya merupakan platform blogging yang terbaik jika digabungkan dengan jejering sosial milik Microsoft itu, tentu saja dengan dukungan Windows Live dari PC, maka menjadi sebuah alat membangun jejaring sosial yang mumpuni. Bahkan jejaring sosial Facebook masih jauh tertinggal di bidang teknologi pendukungnya menurut saya, hanya saja Facebook menang popularitas (karena tidak semua orang menyukai Microsoft).

Namun kini, Microsoft melirik pertumbuhan WordPress yang luar biasa, dengan digunakan lebih dari 26 juta situs di Internet, maka kerja sama pun dilakukan untuk memberikan 30 juta pengguna Live Space pengalaman yang lebih baik dalam mengelola blog.

Pemilik akun Live Space akan bisa melakukan upgrade dan sinkronisasi dengan akun WordPress. Bahkan bisa menghubungkan blog mereka WordPress.com dengan Live Messenger, sehingga Messenger miliki teman mereka akan menunjukkan pembaharuan ketika ia menerbitkan tulisan baru di blognya.

Jangan khawatir, konten di Live Spaces akan terselematkan dengan baik, selama prosedurnya tepat. Untuk mengetahui bagaimana detail prosedur sinkronisasi antara pemilik akun Windows Live dan WordPress, silakan klik gambar berikut.

Surel Yahoo diserang Peretas

Dalam waktu dua minggu ini saya sudah menerima dua buah surat elektronik dari dua orang rekan yang berbeda yang menggunakan domain Yahoo.com. Surat elektronik tersebut memang dikirimkan dari alamat asli si empunya, hanya saja ada beberapa kecurigaan sehingga saya bisa menduga bahwa alamat surel tersebut sudah diserang peretas sistem keamanan.

Pertama surel dikirim pada saya tanpa adanya subyek, atau judul surat. Tentunya bukan hal yang biasa jika surel dikirim tanpa subyek kecuali dalam keadaan darurat.

Kedua, isi surel adalah pranala yang mencurigakan, dan saya tahu teman-teman saya tidak akan mengirim pranala tanpa penjelasan tambahan. Jelas sekali bukan karakter si pengerim.

Ketiga, surel-surel ini setahu saya sudah lama sekali tidak diakses oleh pemiliknya. Alias sudah lama tidak aktif di dunia maya, sehingga kemungkinan si pemilik juga tidak sadar jika surat elektroniknya diserang peretas.

Berikut adalah pratampil surel yang saya terima.

Entah kebetulan atau tidak, kedua surel itu adalah surel dari YahooMail. Sehingga saya mesti menghubungi si pemilik surel, bahwa akunnya diserang oleh peretas. Tidak mungkin surel jenis ini disaring melalui sistem penyaringan atau-pun mesin antispam dengan mudah.

Jika Anda menerima surel seperti ini dari tema-teman anda, coba konfirmasi kembali ke pemilik surel. Sarankan dia mengganti kata sandi yang lebih kuat untuk surelnya. Dan berharap bahwa serangan ini bisa dihentikan.

Menolak Undangan di Yahoo! Messenger

Bukannya saya sombong atau bukannya saya juga tidak terbuka bagi publik (tapi tentunya saya juga bukan milik publik, he he, memangnya fasilitas negara), namun saya harus sering kali menolak undangan seseorang di Yahoo! Messenger karena saya tidak bisa mengetahui identitas orang tersebut.

Saya jarang sekali menggunakan Yahoo! Messenger, pun saya gunakan untuk berkomunikasi, biasanya saya membuat janji terlebih dahulu – karena memang memerlukan waktu tersendiri. Jadi saya tidak ingin akun saya yang satu ini kacau.

Saya tidak bisa begitu saja membiarkan akun dengan identitas yang tidak dapat ditelusuri hinggap di jaringan saya bukan? Karena saya juga bertanggung jawab atas keamanan – tidak hanya akun saya – namun akun-akun lain yang berada dalam jaringan saya. Itu seperti social network responsibility.

Jadi saya sarankan kepada para pemilik akun Yahoo!, silakan lengkapi identitas pengguna akun anda dengan baik. Dulu ada yang namanya Yahoo! Profiles, dan saya masih menggunakan profile lawas & valid saya di alamat: http://profiles.yahoo.com/hari_diva sehingga setiap saat dapat ditelusuri kembali. Walau kini sudah berganti nama menjadi aplikasi Yahoo! Pulse (saya tidak mengerti, dulu ada Yahoo! 360, akhirnya kembali ke Yahoo! Profiles, kemudian sekarang berganti Yahoo! Pulse, padahal intinya sama, dan hanya berganti kulit saja).

Jadi ketika Anda ingin masuk ke jaringan seseorang (salah satunya adalah Yahoo! Messenger), maka orang tersebut bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang diri anda, dan lebih memastikan bahwa undangan anda bukanlah penipuan dunia maya.

Hal lain yang sebaiknya juga disisipkan adalah penggunaan identitas asli. Saya menghargai pengguna internet anonim – karena itu memang hak-nya – namun sekali lagi tidak pada jaringan saya. Saya misalnya, walau mengirimkan pesan Yahoo! Messenger dengan nama panggilan (nick), namun akan ada identitas asli saya yang menyertainya. Dan tentu saja, selain identitas asli, setidaknya Anda menambahkan pesan kepada akun tujuan, walau Anda yakin kenal orangnya – siapa tahu orang yang Anda tuju termasuk pelupa seperti saya.

Saya tidak suka birokrasi berbelit-belit, tapi hanya dengan sedikit informasi singkat, saya rasa semua masalah bisa terselesaikan dengan baik. Jadi sebaiknya kita tidak terlalu pelit informasi di ruang internet. Karena jika pelit, saya sering kali harus menolak undangan menghubungkan akun Yahoo! Messenger karena saya tidak tahu siapa orang itu, dan identitasnya pun tidak dapat ditelusuri di dunia maya. Tapi saya kirimkan kok pesan penolakannya (alasan mengapa saya menolak menggabungkan akun ke dalam satu jaringan).

Pesan disisipkan saat menolak undangan Yahoo! Messenger dari akun yang tidak dikenal.