Windows Defender, antara YA dan TIDAK

Salah aktivitas paling menarik pengguna Windows baru (tentu saja Windows 10) adalah segera memasang produk antivirus (selain game favorit bagi beberapa orang). Mulai dari menggunakan antivirus pihak ketiga yang gratis, hingga membeli lisensi yang berbayar, apalagi sekarang lisensi mudah didapatkan dari toko daring. Kecuali mereka yang menggunakan komputer hanya sekadar menerima jadi dan langsung pakai, golongan ini tidak terlalu peduli apakah antivirus ada atau berjalan di komputer yang mereka gunakan.

Perilaku mengutamakan memasang antivirus tambahan bisa jadi menunjukkan bahwa pengguna teknologi juga memiliki kesadaran terhadap keamanan menggunakan komputer.

Continue reading →

Iklan

Kaspersky Free Antivirus

Walau saya masih merekomendasikan avast Free antivirus untuk sebagian besar kasus tanpa masalah, namun karena seringnya masalah BSOD seperti yang saya alami. Saya kemudian merekomendasikan bagi pengguna Windows 10 untuk menggunakan kombinasi antara Windows Defender (aktif) dan Malwarebytes (pasif). Kemudian sambil melirik-lirik lagi, saya saat ini berniat untuk mencoba Kaspersky Free Antivirus.

Continue reading →

Preferensi Baru untuk Antimalware

Setelah dirilisnya Windows Creator Update, saya beberapa kali mengalami masalah menggunakan avast! free antivirus. Dan yang terburuk dalam dua tiga hari ini saya mengalami serangan BSOD yang berulang. Saya bahkan hampir pusing mencari sumber masalahnya. Kadang bertanya-tanya, apakah ini disebabkan oleh sistem Windows Defender yang memang baru dan ‘bandel’.

Akhirnya saya memutuskan untuk melepas avast! free antivirus. Dan menggunakan Windows Defender sebagai pelindung malware, termasuk untuk ransomware yang sedang marak belakangan ini. Di sisi lain, saya menambahkan Malwarebytes (standar pertahanan klasik) edisi gratis untuk second-line defense, hanya saja aplikasi ini tidak berjalan secara proaktif.

Capture Continue reading →

Antivirus Gratis untuk Windows 10

 

Windows 10 telah keluar cukup lama, dan sepertinya semakin jarang pengguna menemukan masalah dengan virus komputer – terkecuali mereka jarang terhubung ke Internet dan memperbarui basis data program antivirus yang mereka gunakan. Di era Internet ini, sudah banyak komputer rumah yang daring (online). Di satu sisi sistem pertahanan otomatis antivirus bekerja dengan baik, di sisi lain ancaman dari keamanan dari dunia maya juga mengintai.

Tidak ada aplikasi atau program antivirus yang sempurna, seperti halnya tidak ada kunci rumah yang benar-benar aman. Apalagi jika kita berbicara tentang antivirus ‘gratis’ untuk Windows 10. Tapi untuk sehari-hari cukuplah untuk melindungi komputer rumah atau laptop pribadi kita, mengingat juga yang ‘gratis’ ini biasanya tidak diizinkan untuk penggunaan pada komputer yang ditujukan bagi kegiatan yang bersifat komersial. Continue reading →

Tata Laksana Varisela di Layanan Kesehatan Primer

Varisela (Varicella / Cacar Air, ICPC II: A72 Chickenpox, ICD-X: B01.9 Varicella without complication or Varicella NOS) merupakan penyakit kulit yang umum. Infeksi akut primer disebabkan oleh virus Varicellazoster yang menyerang kulit dan mukosa. Secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorfisme, terutama berlokasi di bagian sentra tubuh. Masa inkubasi 14 – 21 hari.

Penularan terjadi melalui udara (air-borne) dan kontak langsung dengan penderita. Continue reading →

Antivirus untuk Linux

Sebagai pengguna Linux selama bertahun-tahun, dan pengguna Microsoft Windows juga, saya merasakan kebutuhan antivirus bukanlah keniscayaan pada pelbagai distribusi Linux dibandingkan pada Windows. Lalu orang bisa bertanya, apakah orang menggunakan Linux karena tidak ada virus dibandingkan Windows? Bagaimana kita menjawabnya?

Kata seorang pengguna Linux di salah satu jejaring sosial, menggunakan Linux itu kebebasan, dan sedikit virus itu bisa dibilang bonus. – Saya rasa pendapat tersebut memang benar adanya. Karena ada banyak alasan untuk menggunakan Linux, eksplorasi, edukasi, keamanan, stabilitas, performa, dan lain sebagainya. Continue reading →

Menyelamatkan Ponsel Android yang Disandera Ransomware

Ransomware bisa dikatakan salah satu jenis malware (perangkat lunak jahat) yang ada pada komputer yang melakukan infeksi dengan menyandera komputer, sedemikian hingga si pengguna komputer tidak dapat menggunakan komputernya kecuali tanda tulisan peringatan penyanderaan tersebut. Biasanya ransomware akan meminta pemilik komputer untuk menebus dengan sejumlah uang agar komputernya bisa dibebaskan dari penyanderaan tersebut. Continue reading →