Setelan Pemeriksaan Ejaan Bahasa Indonesia di Ms Word

Salah satu alasan saya menggunakan Microsoft Word adalah pemeriksaan ejaan bahasa Indonesia yang lebih unggul dibandingkan aplikasi lain bertahun-tahun lalu. Ini membuat saya nyaman menulis dokumen dalam bahasa Indonesia di komputer. Sayangnya, mesin baru saya tidak berpikir demikian.

Mac Mini M1 dengan Big Sur mengenali ejaan Indonesia dengan baik, namun tidak mau menggunakannya secara asali (default). Walau pun setelan sistem menggunakan bahasa Indonesia, dan Microsoft Word sudah menggunakan setelan bahasa Indonesia, namun saat mengetik, sistem akan mengembalikan pemeriksaan ejaan ke English (Amerika Serikat).

Situasi ini tidak pernah saya temukan ketika menggunakan Windows (sejak versi Windows 98) dan juga pelbagai distribusi Linux. Saya berusaha mencari jalan keluar untuk masalah ini di Internet, namun belum beruntung menemukan hasilnya, karena menurut Apple, jika sudah disetel ke bahasa lokal, maka semuanya akan otomatis mengikuti. Nyatanya tidak!

Isu sebenarnya bisa dimunculkan pada Windows dengan mengubah setelan bahasa keyboard (papan ketik). Microsoft Windows punya setelan papan ketik US – Indonesia, yaitu papan ketik tipe Amerika Serikat yang digunakan untuk mengetik dalam bahasa Indonesia. Adopsi ini tidak terdapat pada Big Sur 11.11, saya tidak bisa menemukannya. Papan ketik yang tersedia tetap ABC (default) dan U.S. Internasional yang paling mendekati.

Tidak ada satu pun setelan itu yang bisa membuat saya mengetik dengan pemeriksaan ejaan bahasa Indonesia, baik di Ms Word maupun aplikasi lain, termasuk Safari.

Pada akhirnya solusi terakhir yang bisa membantu saya sedikit bernapas lega adalah memilih keyborad Unicode Hex input yang bisa membiarkan ejaan bahasa Indonesia terdeteksi saat mengetik di Microsoft Word, walau tidak berefek pada aplikasi lainnya.

WhatsApp dan iPad OS

Sejak melakukan pembaruan dari iOS 12 ke iPad OS, ipad Mini yang saya miliki menjadi tidak terlalu stabil. Satu-satunya hal yang menarik di iPad OS adalah dark mode, karena fitur lain tidak terlalu menambah produktivitas saya, terkecuali kini saya bisa mengakses WhatsApp versi web di iPad – yang dulunya harus menggunakan aplikasi pihak ketiga – cara yang tidak saya sukai.

WhatsApp web secara resmi dapat diakses melalui peramban Safari pada iPad OS dengan memilih menampilkan tampilan desktop. Lanjutkan membaca “WhatsApp dan iPad OS”

Mengapa iPad Mini 5?

Kisahnya cukup panjang jika harus diruntun ke belakang. Saya tidak memiliki banyak riwayat dalam menggunakan gawai tablet. Setidaknya saya pernah menulis yang pernah saya miliki, misalnya HP Stream 8 yang menggunakan Windows 8, lalu kemudian saya juga menggunakan Huawei MediaPad X1 yang lawas berbasis Android 4 Jelly Bean. Yang terbaik yang saya rasakan adalah MediaPad X1, karena pilihan itu saya buat mengingat memang kemampuan Huawei dalam menghasilkan produk-produknya.

Semuanya berjalan dengan baik, hingga tiba-tiba Microsoft berkata bahwa versi Office baru tidak lagi didukung pada Windows 8. Bak jatuh lalu tertimpa tangga, Google dan banyak perusahaan Amerika melakukan larangan pada Huawei. Saya hanya bisa melongo sebagai konsumen. Lanjutkan membaca “Mengapa iPad Mini 5?”

Kembali untuk Pergi

Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini, dan memang kebetulan banyak sekali yang terjadi – termasuk notebook saya yang mesti rawat inap selama beberapa minggu karena memang sudah jadwal rutinnya untuk masuk bengkel. Untung saja kualitas servisnya memuaskan, jika tidak pasti bakal kecewa sudah berpisah sekian lama.

Nah, saya cuma mau “nongol” sebentar saja, karena masih cukup sibuk mengurus perpindahan ke Tuban akhir bulan ini. Tampaknya batal di Banyuwangi. Jadi dari tadi siang sudah mengirim barang dan kendaraan via Elteha, karena sementara itu yang paling murah biaya pengiriman yang saya tahu untuk area angkut Yogyakarta – Tuban. Lanjutkan membaca “Kembali untuk Pergi”

Perang Paten Semakin Gila

Ranah perang paten antara para vendor ponsel cerdas dan teknologi yang menyertainya semakin memanas. Bahkan saking panasnya perang ini, PBB sendiri sampai turun tangan. Bagaimana tidak, karena yang perang bukan hanya vendor besar seperti Google/Motorola vs Microsoft, atau Samsung vs Apple, namun juga para pengguna fanatiknya di bawah, termasuk yang berkoar-koar di media sosial.

Satu pihak menuduh yang lain meniru desain patennya, sementara sebaliknya menjadi tertuduh peniru teknologi juga. Ini tidak akan ada habisnya, dunia inovasi sepertinya terhenti ketika orang-orang berebut hak atas nama inovasi lawas mereka. Lanjutkan membaca “Perang Paten Semakin Gila”

Selamat Jalan Steve Jobs

Semenjak pagi tadi, timeline twitter berdenting berkali-kali mengalirkan banyak belasungkawa dari seluruh dunia atas kepergian seorang visionaris dari Apple Inc. Mulai dari Bill Gates si pemilik Microsoft hingga ke Obama di Gedung Putih, mulai dari perseorangan hingga komunitas raksasa seperti Mozilla.

Saya bukan pengguna produk-produk Apple, namun Steve Jobs adalah seseorang dengan inspirasi yang tidak terbantahkan lagi telah mengubah dunia kita dalam menggunakan komputer. Tanpa Steve Jobs mungkin tidak akan ada komputer pribadi, tanpa Steve Jobs mungkin tidak akan internet di saku kita, tanpa Steve Jobs mungkin Nemo tidak akan ditemukan oleh ayahnya (yah, walau yang ini hanya salah satu kisah fiksi).

Lanjutkan membaca “Selamat Jalan Steve Jobs”

Apakah Mac OS Bebas Virus Komputer?

Sebagian pengguna Mac OS percaya bahwa komputer mereka bebas virus, dan tidak ada virus yang akan menyerang Mac Os. Kepercayaan serupa ditularkan kepada mereka yang tertarik untuk mencoba sistem operasi ini. Tapi sungguhkan Mac OS adalah sistem operasi yang bebas virus komputer?

Dari pelbagai informasi yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun ini, kenyataannya justru terbalik. Di antara 3 sistem operasi besar, seperti Windows, Mac Os, dan Linux, ternyata Mac OS memiliki sistem keamaanan yang paling buruk. Anda tidak percaya? Silakan telurusi Internet, dan akan ada banyak pakar yang menyatakan hal serupa. Dan Anda akan mengerti meski dengan celah keamanan yang cukup besar, mengapa Mac OS jarang menjadi target serangan, yang secara garis besarnya well, its worthless at all.

Lanjutkan membaca “Apakah Mac OS Bebas Virus Komputer?”