Berburu Batik Segoro Amarto

Beberapa hari yang lalu, akhirnya jadi juga berburu Batik Ceplok Segoro Amarto yang menjadi batik wajib bagi ASN Kota Yogyakarta (catatan: saya bukan ASN). Ternyata cukup sulit mendapatkan batik ini, mengingat batik yang diperkenalkan pada hari ulang tahun ke-261 Jogja ini memiliki hak cipta yang tidak bisa diproduksi oleh sembarang pekarya batik.

Toko batik seperti Yudhistira di Jalan Taman Siswa bahkan tidak memilikinya. Akhirnya berkat bantuan Internet of Things, kami bisa menemukan salah satu penjual dari Instagramnya.

Motif Parang Kawung khas Batik Segoro Amarto. Sumber gambar: Konfrontasi.com

Lanjutkan membaca “Berburu Batik Segoro Amarto”

Firefox Cantik dengan Batik

Hari ini saya mengganti tema merah putih yang ada pada Peramban Firefox dengan tema Batik yang cantik. Warna-warninya yang sedikit “groovy” berpadu dengan corakan batik lokal membuatnya tampil lembut dan nyaman dipandang. Walau mungkin tidak semua orang berpendapat saya dengan saya, tapi tema batik ini bisa membuat saya betah melihat Firefox berlama-lama. Lanjutkan membaca “Firefox Cantik dengan Batik”

Bersama Batik Banyuwangi

Anda masih ingat ketika saya berkisah tentang mengunjungi home industry Batik Tatsaka? Kali ini batik pesanan kami sudah jadi, dan penjahitannya pun sudah selesai dikerjakan. Sehingga pasangan batik ini sudah bisa dikenakan saat dinas sehari-hari.

Saya tidak tahu kapan batik mulai populer dikenakan ke tempat kerja, setidaknya dulu ketika saya masih duduk di bangku SMP, mungkin ketika itu saya mulai tahu kalau batik juga dikenakan ke sekolah. Dan penggunannya terbatas pada akhir pekan saja. Namun saat ini kita bisa menemukan batik hampir digunakan pada setiap hari kerja, kecuali pada saat-saat tertentu yang diwajibkan menggunakan pakaian dinas bukan batik. Motifnya pun sudah mulai banyak, tidak wajib stagnan terhadap motif tertentu saja. Lanjutkan membaca “Bersama Batik Banyuwangi”

Mengunjungi XT Square

Ada sebuah pusat wisata budaya, kuliner dan belanja baru di Yogyakarta (mungkin tidak terlalu baru), yang dibuka pada pertengehan bulan Desember ini; XT Square (belum memiliki situs web resmi, tapi dapat ditemukan di foursquare). Malam ini di antara hujan rintik, saya sempat mengunjunginya setelah menikmati jagung bakar di salah satu sudut Kota Yogyakarta.

Awalnya ragu menuju tempat ini meski sering dilewati, namun setelah meramban di dunia maya, ternyata jam bukanya hingga pukul satu dini hari, jadi mengapa tidak? Meskipun memang terdengar aneh sebuah tempat belanja dan wisata buka dari pukul 13.00 s.d. 01.00. Mungkin ada sedikit konsep pasar malam di sini. Lanjutkan membaca “Mengunjungi XT Square”

Mengunjungi Industri Kerajinan Batik Tatsaka

Nusantara kita kaya akan keragaman hasil seninya, salah satu dari yang cukup terkenal secara mendunia adalah karya seni batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki kerajinan batik yang tersebar di pelbagi sentra industri kerajinan yang bersifat rumah tangga ini. Di Solo, Yogyakarta, Pekalongan dan banyak tempat lainnya. Banyuwangi tempat saya berada saat ini – meskipun tidak begitu begitu dikenal secara luas, namun juga memiliki kerajinan batik khas Banyuwangi.

Batik khas Banyuwangi bermotif “gajah oling” sebagai sentranya, dan terkadang ditambah dengan beberapa motif akseseoris seperti suluran dan manggar. Ada juga kini karena upaya promosi Pantai Penyu Sukamade, motif batik Banyuwangi dihiasi dengan motif tukik. Lanjutkan membaca “Mengunjungi Industri Kerajinan Batik Tatsaka”

Batik Dari Cinta Satu Bait

Senin siang saya didatangi oleh Ibu Kost, beliau membawa satu buah amplop ukuran folio ganda dan tampak begitu antusias. Pertama kata-kata beliau yang saya tangkap adalah “Ada kiriman…” saya kemudian pikir kenapa kiriman bukannya surat? Lalu lanjutannya, “… dari Pekalongan.” Lalu dengan cepat pikiranku beralih, ah iya, itu sudah jelas.

Aku membaca alamat pengirimnya dari Mbak Lia – tentunya tidak lain pemilik AliazBlog – di Pekalongan. Sebuah baju batik berwarna dasar hijau tua yang sangat khas motif kota Pekalongan terbungkus rapi dalam lembar plastik transparan. Saya melepas dari bungkusnya dan melihat serta mengagumi desainnya yang unik.

Lanjutkan membaca “Batik Dari Cinta Satu Bait”