The Book of Merton’s

Membaca adalah salah satu hal yang menyenangkan, terutama di negeri yang minat bacanya rendah – Anda mendadak bisa merasakan suatu eksklusivisme semu, di mana Anda bisa tersenyum pada diri Anda sendiri. Saya paling suka menghabiskan waktu luang dengan membaca novel picisan, terutama dari negeri Tiongkok dan Sakura. Tapi waktu yang paling menggembirakan mungkin ketika saya sekadar membuka satu ada dua halaman dari buku-buku tertentu.

Buku-buku tertentu ini tidak banyak yang ada di tangan saya, kebanyakan saya pinjam atau baca dari tempat lain. Dan mereka semua nyaris berbicara hal yang sama, yaitu kehidupan dan filsafat, tapi tidak semua buku tentang kehidupan dan filsafat. Saya biasanya merujuk pada penulis-penulis tertentu, misalnya Jiddu Krishnamurti, Anthony de Mello, dan beberapa di antaranya, yang terakhir saya temukan adalah salah satu karya Thomas Merton, “New Seeds of Contemplation“.

Trappist Fr. Thomas Merton difoto bersama Dalai Lama pada tahun 1968, yang ditemui Merton selama perjalanannya ke Asia. (Pusat CNS / Thomas Merton di Bellarmine University)

Continue reading →

Iklan

Pilihan Serambi Saat Menulis Webnovel Online

Menulis webnovel atau online novel merupakan keunikan tersendiri. Dulu umumnya orang menulis novel atau cerpen (cerita pendek) melalui perpanjangan tangan penerbit. Tapi di era orang-orang yang lebih memilih menggenggam media elektronik ketimbang media cetak, tentunya penulis juga cenderung beralih ke serambi (platform) digital. Dan banyak peralihan dari media yang tercetak ke dalam bentuk media digital.

Lupakan saja itu sejenak. Menulis novel secara digital dan daring (dalam jaringan/online) bisa untuk siapa saja, baik yang memang ingin serius mulai karir di dunia menulis, hingga mereka yang sekadar hobi menulis. Sama seperti ketika saya mulai menyusun Arunametta – semuanya berawal dari hobi.

Continue reading →

Mengenali Pembedaan Buku, Jurnal, Koran dan Majalah Ilmiah

Bagi tenaga kesehatan profesional, penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pun demikian saya tidak bermaksud menyampaikan bahwa yang memisahkan diri dari penelitian secara serta merta menjadi tidak profesional.

Baik ketika Anda bekerja dalam praktik mandiri, di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, atau di instansi lembaga kesehatan – Anda selalu bisa membuat sebuah penelitian dan menerbitkannya dalam bentuk buku, jurnal atau majalah. Atau Anda bisa menemukan situasi di mana Anda perlu mencari atau mengutip buku, jurnal dan majalah ilmiah untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda. Continue reading →

Buku Penuntun Hidup Sehat

Berasal dari naskah asli “Facts for Life“, buku “Penuntun Hidup Sehat” diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui unit Pusat Promosi Kesehatan. Buku ini berisi sejumlah informasi mengenai masalah kesehatan yang kita temui sehari-hari, dan bagaimana untuk bisa hidup dengan lebih sehat menggunakan informasi yang kita dapatkan dari buku ini. Untuk adaptasi edisi keempat, diterbitkan oleh UNICEF, WHO, UNESCO, UNFPA, UNDP, UNAIDS, WFP, the World Bank dan Kementerian Kesehatan. Continue reading →

Belajar Fotografi dari Buku

Fotografi menjadi sebuah hobi yang belakangan ini semakin menjamur oleh karena semakin mudahnya akses ke dunia fotografi itu sendiri. Mulai dari kamera SLR yang mahal dengan set/kit-nya yang bisa bikin bangkrut pemula, hingga ponsel cerdas kelas atas ke ponsel cerdas kelas menengah – semuanya menawarkan pintu ke dimensi baru yang bernama fotografi.

Layanan berbagi di jejering sosial seperti Flickr, Tumblr, dan Instagram misalnya, membuat demam fotografi semakin menyebar ke pelosok negeri. Anda mungkin salah satu yang sedang atau berminat dengan dunia fotografi? Continue reading →

The Promise – Penghubung Avatar Aang dan Korra

Setelah menyaksikan 7 episode awal “The Legend of Korra“, saya merasa ada yang kurang. Rupanya, ada penghubung antara serial animasi “Avatar: The Last Airbender” dan “The Legend of Korra” yang saya lewatkan, yaitu 3 buah buku komik berjudul “The Promise”.

“The Promise” buku kedua sendiri baru terbit akhir bulan ini, dan belum banyak juga yang diungkap pada buku pertama, namun setidaknya ada gambaran apa yang terjadi pasca perang antara Aang dan Raja Phoenix yang hendak menghancurkan Ba Sing Se. Continue reading →

Bukan Pelahap Buku

Saya memiliki sejumlah kecil koleksi buku, meskipun saya gemar mengumpulkan buku-buku menarik, namun karena keterbatasan anggaran, saya berusaha menahan diri agar tidak mengunjungi toko buku – sehingga dompet tidak bocor di sana. Sekali menemukan buku menarik, biasanya saya tidak tahan untuk tidak membelinya – terlepas dari apakah buku tersebut nantinya dibaca atau hanya memenuhi rak dan lemari buku.

Namun ada saja buku yang saya dapatkan dari pemberian para sahabat, entahlah, mungkin karena buku adalah hadiah terbaik yang bisa diterima seseorang selain iPad atau Lamborghini tentunya. Ha ha…, pastinya tidak akan ada yang memberikan iPad pada saya karena tahu saya pecinta open source, pun tak akan ada yang memberikan Lamborghini, karena saya suka ngebut di jalanan. Continue reading →