Christopher Robin

Apakah Anda terlahir di tahun 1926? Mungkin tidak, tapi pada tahun tersebut lahir sebuah karya – yang kini dikenal klasik – bagi anak-anak. Winnie-the-Pooh. Saya bukan penggemar berat serial ataupun filmnya, namun saya tidak bisa tidak menyukainya.

Winnie-the-Pooh adalah tuangan pemikiran yang unik, yang murni tentang interaksi tokoh-tokoh di dalamnya. Dan di balik ketidaksempurnaan yang dihadirkan, ada sebuah utopia yang terselubung.

Continue reading →

Iklan

Film Animasi Kingsglaive – Final Fantasy XV

Beberapa waktu yang lalu beruntung bisa menyaksikan film animasi Kingsglaive: Final Fantasy XV. Sebuah film yang dibuat berdasarkan alur video game Final Fantasy XV dalam sebuah kisah yang pararel. Sudah sejak lama tidak ada film Final Fantasy, sejak Advent Children sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Continue reading →

Bertengkar Karena Hal Sederhana

Kita selalu bertengkar karena hal-hal sederhana, karena kita manusia – yang tentu saja menemukan masalah di sepanjang perjalanan hidup kita.

Tidak jarang kita menemukan diri kita bertengkar atau beradu dengan orang-orang terdekat karena hal-hal sederhana, seperti selisih paham, tidak ingin berbagi hal yang sama, atau menginginkan dua hal yang berbeda yang tidak memiliki titik temu.

 

Continue reading →

Film Oz the Great and Powerful

Saya menonton film ini, mungkin karena terikat dengan salah satu musik favorit saya, “Over the Rainbow“. Setidaknya seminggu sekali, saya akan mendengarkan lagu ini di saat santai. Sayangnya, kali ini tidak muncul dalam film terbaru Disney, “Oz the Great and Powerful”.

Lalu apa yang ditawarkan film ini? Saya bisa katakan, “dunia baru” yang diciptakan benar-benar karya imaginasi yang tiada duanya, dibandingkan semua film yang pernah saya tonton. Ini seperti banyak dunia film dijadikan satu. Apakah mendekati film “Wizard of Oz” tahun 1939 yang pernah ditayangkan di televisi kita di masa lalu? Entahlah, saya lupa, terlalu kecil untuk mengingatnya, tapi saya rasa “keajaiban imaginasi” yang diberikan, nyaris sebanding. Continue reading →

Real Steel–Tak Sekadar Berbalut Baja

Ini adalah film terakhir yang saya saksikan di teater bulan ini, dan tentu saja masih dalam acara Free Monday Movie yang disponsori oleh tetangga saya. Film “Real Steel” karya sutradara Shawn Levy ini adalah film terbaik yang saya saksikan pasca Cars 2, Johnny English Reborn & The Three Musketeers.

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki, seorang petinju, seorang kekasih, seorang ayah, seorang petarung robot yang gagal dalam segalanya, kehilangan semuanya – hingga seorang anak datang ke dalam kehidupannya, mulai mencampuri hari-harinya, hingga mengubah segalanya, dan mengembalikan semuanya.

Continue reading →