Uji Coba Grammarly

Sebelum saya sudah menuliskan mengenai uji coba Pro Writing Aid, dan saya cukup menyukai versi uji coba yang disediakan. Bagi penulis karya fiksi berbahasa Inggris, atau ingin menerjemahkan novel atau sejenisnya ke bahasa Inggris, aplikasi tersebut sangat bersahabat dan banyak digunakan oleh penulis untuk memeriksa ‘grammar’, ‘style’, ‘ overused words’, ‘readability’, ‘cliches’, ‘diction’, dan sebagainya.

Kali ini saya melakukan uji coba untuk rival-nya, yaitu Grammarly.  Aplikasi ini berbasis web/cloud yang juga memiliki pengaya Microsoft Word. Dan Grammarly dibandingkan dengan Pro Writing Aid, lebih banyak penggemarnya, tapi juga lebih tinggi harga lisensinya.

Capture Continue reading →

Iklan

SpiderOak sebagai Alternatif Pencadangan Daring yang Aman

Sebelumnya saya telah sempat membahas Dropbox sebagai pencadangan data secara daring (online backup), dan kini saya akan membahas SpiderOak yang merupakan salah satu alternatif dan pesain Dropbox yang juga dilirik oleh kaum profesional. Jika Anda bertanya di mana bedanya antara SpiderOak dan Dropbox, maka secara singkat dan kasarnya mungkin SpiderOak lebih cenderung memudahkan pengamanan data, sedangkan Dropbox lebih cenderung memudahkan aksesibilitas data.

SpiderOak pertama kali saya kenal melalui distribusi Linux openSUSE yang saya gunakan, dan dijadikan salah satu promosi atau rekomendasi untuk sistem pencadangan daring. Apa yang ditawarkan oleh SpiderOak adalah solusi sistem pencadangan (backup), sinkronisasi (sync), berbagi (sharing), akses (access), dan penyimpanan (storage) secara daring (online) yang bisa digunakan pada sejumlah sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux (Debian, Ubuntu, Fedora, openSUSE). Anda bahkan bisa menggunakannya pada ponsel cerdas iPhone atau Android. Continue reading →

Avast! 7 Dengan Teknologi Awan Hibrida

Kemarin saya menerima berita dari tim pengembang avast! antivirus mengenai kisi-kisi baru teknologi yang akan ditanamkan pada avast! antivirus terbaru nanti. Melihat perkembangan teknologi saat ini, peningkatan kejahatan yang menggunakan teknologi informasi dan penyebaran peranti lunak jahat, maka avast! mengembangkan sistem komputasi awan untuk produk terbarunya nanti.

Teknologi awan hibrida (hybrid cloud technology) pada avast! 7 akan memberikan semua pengguna pembaruan yang mengalir terus menurus (streaming updates) akan peranti jahat (malware) terbaru sebagai tambahan untuk pembaruan database virus reguler. Continue reading →

G Data CloudSecurity untuk Keamanan Berinternet

Kita sudah sebelumnya telah mengenal TrafficLight dari BitDefender, sekarang produk antivirus lain yaitu G Data juga memperkenalkan CloudSecurity yang dapat mengamankan aktivitas berinternet kita. G Data CloudSecurity adalah sebuah pengaya (plugin) peramban berbasis cloud computing.

Ini adalah plugin gratis untuk peramban-peramban populer seperti Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Secara terkini mampu dinyatakan mampu memblok akses oleh distribusi peranti lunak jahat (malware) dan situs-situs penipuan (phising) yang telah dikenali dengan baik. Plugin ini bisa digunakan bersamaan dengan security suite lain jika sudah terpasang, tidak harus dengan G Data Secuty Suite.

Continue reading →

Wish To Touch Jolicloud

By reading “Jolicloud – The Future is Here” by Ardiansyah, I really wish to try this operating system on my old notebook by the end of the year. Jolicloud as how mention by Ardiansyah’s blog is a Linux (Ubuntu) powered operating system.

Well, Ubuntu is a already well known – I used to play with it years ago. Now, there is Jolicloud with HTML 5 powered desktop if I not mistaken, would make it smooth and beautiful. Easy to install, even it can be installed directly from Windows. Even if you are not familiar with Linux system, this would make everything as easy as taking a deep breath.

Simple, fast, and with cloud computing as a great concept, I think I just seen the future of computer techs here.

Hmm…, but by seeing all this. I think Jolicloud would need a constant Internet access to make it works as powerful as it should be – ah, there would be a problem here. I don’t have that kind of access.

Well, I should wait my consultant on Linux arrive at Yogyakarta this week – Dani Iswara – before deciding if I would go on to the “cloud”. And how about you? Have you try Jolicloud?

Perbandingan Antivirus Desember 2010

Apakah masih mencari program antivirus yang baik untuk komputer Anda? Saya sendiri suka menelusuri bagaimana perkembangan antivirus belakangan ini – hanya sekadar hobi sih. Beberapa bulan belakangan ini ada banyak hal yang menarik yang terjadi, hingga terakhir pada laporan menyeluruh keluaran AV-Comparatives dan Faculty of Computer Science and Quality Engineering – University of Innsbruck.

Jika Anda punya cukup dana untuk membeli lisensi program antivirus yang mumpuni, maka setelah apa yang saya ikuti selama ini. Empat program antivirus berbayar yang saya rekomendasikan adalah F-Secure, Symantec, Avira dan Kaspersky. Sebagai catatan Avira di sini bukanlah versi Avira gratis (Free AntiVir) yang cukup banyak digunakan di Indonesia.

Jika Anda memiliki pengalaman yang cukup dalam menangani serangan virus komputer dan pelbagai program yang mencurigakan, maka produk antivirus yang boleh dipertimbangkan (walau tidak sebaik yang saya ajukan sebelumnya) adalah GData, AVG, Panda, avast!, ESET, Trend Micro, dan PC Tools.

Sedangkan yang tidak bisa saya rekomendasikan, walau tidak melarang tentunya untuk digunakan adalah BitDefender, Norman dan KingSoft. Karena kemampuan deteksinya masih di bawah 95%, bahkan ada yang mencapai hanya 80% dari ribuan sampel serangan yang diujicobakan.

Nah, jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk lisensi. Maka program antivirus yang berlisensi gratis adalah pilihan yang baik. Ada banyak sekali saat ini program antivirus gratis, seperti Avira, AVG dan avast! adalah yang paling banyak digunakan saat ini. Microsoft Securit Essential (MSE) adalah sebuah perkembangan yang menakjubkan dari Microsoft, karena sejak diluncurkan banyak yang menduga bahwa ia akan bernasib seperti OneCare. Namun versi antivirus gratis ini dari Microsoft ini menunjukkan bahwa ia mampu sejajar dengan antivirus kelas dunia seperti Kaspersky dan Symantec. Hanya saja sayangnya, di Indonesia belum legal untuk digunakan, artinya tidak dipasarkan untuk negara kita, walau lisensinya gratis. Tapi jika Anda tinggal di negara lain yang merupakan pasarnya, mengapa tidak, ini adalah pilihan yang baik menurut saya.

Anda juga bisa mencoba Cloud Antivirus dari Panda. Melihat induknya yang berbayar yaitu Panda Antivirus mampu mendeteksi sampel serangan hingga 96,7%, maka saya rasa versi gratis ini akan sangat membantu Anda.

Avast sendiri tidak menunjukkan suatu peningkatan yang berarti jika dilihat dari perkembangan antivirus lain. Selama periode Agustus hingga November 2010 dari uji kasus sebanyak 1968 buah, avast gagal pada 70 kasus, dan berhasil menangani 1898 kasus. Bandingkan dengan F-Secure yang hanya kecolongan 22 kasus. Pun demikian, sebagai pengguna tetapnya, saya sama sekali tidak ada masalah serangan virus sampai saat ini.

Karena hal mendasar sebagaimana prinsip optimalisasi antivirus kembali pada pengguna masing-masing. Percuma saja antivirus hebat jika tidak bisa menggunakannya, apalagi mengoptimalisasikannya. Lagi pula belakangan ini, tidak hanya kemampuan sebuah antivirus menangkal serangan virus saja yang menjadi pertimbangan, namun kompatibilitasnya dengan pelbagai program lainnya.