Do you love your job, Doc?

In Indonesia, I believe there will be no such question as, “Do you love your job, Doc?” Since we have a culture view, almost like the past view from the Western Countries, that those who practice and work in medical fields would be blessed with great fulfillment. They are hailed as the savior of humanity in a particular context. There is no poor doctor, isn’t there? So every doctor must love their job, aren’t they?

The short answer if you don’t wish to read till the end of this nonsense post is a “Yes,” when they work their duty as a doctor. At least it is what I see in Indonesia.

Continue reading →

Iklan

Sindrom Kelelahan Kronis

Di antara banyak masalah kesehatan, kelelahan merupakan salah satu keluhan yang acap disampaikan oleh pasien selain keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman. Dan di antara semua jenis keluhan kelelahan, ada satu yang cukup spesifik, berat dan berlangsung menahun yang dikenal sebagai sindrom kelelahan kronis.

Dunia kedokteran tidak asing dengan istilah sindrom kelelahan kronis, yang dikenal juga sebagai kelelahan pasca infeksi virus, atau myalgik ensefalomielitis (ICD 10: G93.3 ; ICD 11: 8E49). Tapi tidak semua tenaga kesehatan dapat mengenali dan menangani kasus sindrom kelelahan kronis secara baik dikarenakan banyak faktor yang rumit, sedemikian hingga sindrom kelelahan kronis acap menjadi kondisi kesehatan yang terpinggirkan.

 

Ilustrasi “kelelahan”. Sumber: npr.org.

Continue reading →

Makanan Olahan Siap Saji dan Kesehatan

Saat berpraktik tidak jarang saya bertemu dengan orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk berobat, paling umum anak-anak ini terserang batuk pilek musiman atau sekadar radang saluran napas akut oleh virus atau bakteri. Pada kasus sederhana, anak-anak ini sebenarnya tidak memerlukan obat, sedikit ‘remedy‘ bisa membantu mereka.

Hanya saja pada akhir konsultasi biasanya akan ada permintaan orang tua agar dokter turut membantu melarang anak mereka agar tidak mengonsumsi makanan olahan atau makanan siap saja, karena orang tua khawatir akan kesehatan anak mereka. Tapi apakah ini tepat?

Continue reading →

Depresi pada Ibu dengan Bayi Muda

Depresi bisa ‘mengunjungi’ siapa saja, termasuk para ibu yang memiliki bayi muda. Tanda-tanda depresi ini cukup mudah dikenali, di antaranya:

  • Menangis terus menerus.
  • Selalu terbawa perasaan.
  • Kurangnya ikatan/sentuhan dengan sang bayi.

Ketiga tanda tersebut dapat memperkenalkan kita dengan kemungkinan seorang ibu dengan bayi sedang mengalami depresi. Dan jika Anda seorang ibu dengan bayi yang memiliki ketiga tanda tersebut, maka Anda dapat menyadarinya.

Continue reading →

Demensia

Surat kabar Internasional daring belakangan ini membuka hasil otopsi terhadap almarhum aktor ternama Robin Williams menunjukkan bahwa ditemukannya badan Lewy yang menandakan sang aktor kemungkinan menderita demensia (dementia) selama masa hidupnya, dan bisa jadi sebagai salah faktor pemicu kasus yang diduga bunuh diri tersebut. Continue reading →

Gangguan Afektif Musiman

Dikenal juga sebagai SAD, walau tidak selalu berarti sad = sedih. Seasonal Affective Disorder memiliki spektrum yang cukup lebar, dan sering kali tidak terdiagnosis dengan tepat oleh tenaga kesehatan/medis. Mungkin pertama karena kita negara tropis, sehingga sulit mendeteksi kondisi ini (mempertimbangkan latar belakang kemunculannya). Kedua kasus ini memang tidak umum didiagnosis.

Saya bukan ahli kejiwaan, sehingga ulasan saya nanti tidak sepenuhnya dapat dijadikan rujukan medis. Biasanya gangguan afektif, jika merujuk DSM 5 (di mana mungkin di Indonesia masih menggunakan rujukan DSM IV TR yang lama), memang tidak dicantumkan pada ICD-X (F34.x) tentang gangguan mood musiman ini secara tersendiri. Continue reading →

Gejala Fisik Depresi

Depresi memang dikatakan sebagai tekanan/gangguan mental, dan bisa jadi cukup serius. Depresi bukan hanya tentang perasaan “merasa tak berdaya/terbuang” atau “merasa mengambang tidak jelas” selama beberapa hari saja, namun menetap dan sulit untuk pergi, sehingga benar-benar mengganggu kehidupan penderitanya.

Dan selain mempengaruhi kondisi batin seseorang, depresi juga menimbulkan gejala-gejala yang tampak pada kehidupan fisiknya. Berikut adalah sedikit dari sejumlah gejala depresi yang dapat kita temukan dalam keseharian.

Continue reading →