Tata Laksana Keracunan Makanan

Keracunan makanan merupakan suatu kondisi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan zat patogen dan atau bahan kimia, misalnya Norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus.

Beberapa keluhan umum pada kasus keracunan makanan seperti:  Diare akut. Pada keracunan makanan biasanya berlangsung kurang dari2 minggu;  darah atau lendir pada tinja, menunjukkan invasi mukosa usus atau kolon; nyeri perut;  nyeri kram otot perut, menunjukkan hilangnya elektrolit yang mendasari, seperti pada kolera yang berat; kembung.

Lanjutkan membaca “Tata Laksana Keracunan Makanan”

Mempertimbangkan Vaksinasi Rotavirus bagi Anak

Infeksi rotavirus adalah penyakit infeksi paling umum pada bayi dan anak-anak. Mereka yang terkena infeksi rotavirus akan mengalami gejala diare cair akut, seperti misalnya diare cair yang berat, sering disertai oleh muntah, demam dan nyeri perut. Muntah dan diare cair ini bisa berlangsung selama 3 hingga 8 hari (Center for Disease Control and Prevention (CDC), 2014).

Walaupun infeksi rotavirus termasuk penyakit yang swasembuh, namun beberapa kasus bisa menjadi kasus-kasus yang mengalami komplikasi buruk, mulai dari dehidrasi berat hingga kematian. Di Indonesia sendiri kejadian infeksi rotavirus bukanlah hal yang langka, hanya saja kita tidak memiliki dokumentasi yang baik untuk kasus ini (Soenarto et al., 2009). Penulis sendiri ragu, seberapa banyak kode diagnosis A08.0 – Enteritis Rotaviral ada di fasilitas kesehatan, dibandingkan dengan kode A08.4 – infeksi usus oleh virus yang tidak ditentukan.

Pada daerah-daerah dengan kesadaran kesehatan yang baik, dan pola hidup sehat dan bersih terjaga secara berkelanjutan, bisa jadi insidensi diare cair akut akibat rotavirus sangat jarang menimbulkan morbiditas yang menghawatirkan. Namun tidak demikian halnya pada wilayah-wilayah yang sanitasinya belum baik.

Pola hidup bersih dan sehat baik dalam mencegah penyakit infeksi secara umum. Pencegahan yang spesifik seperti vaksinasi yang kemudian juga layak dipertimbangkan. Oleh karena rotavirus tampaknya masih merupakan penyebab utama diare berat pada anak-anak di bawah usia lima tahun (Nirwati, Wibawa, Aman, Wahab, & Soenarto, 2016).

Vaksinasi bermakna melakukan pencegahan melalui sistem kekebalan tubuh anak. Sedemikian hingga ketika terjadi infeksi rotavirus, anak-anak sudah memiliki kekebalan spesifik untuk melawan virus tersebut. Ini akan bermanfaat bagi anak-anak yang tinggal di wilayah endemis rotavirus, atau bagi anak yang sering berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya oleh sebab apa pun – seperti pekerjaan orang tua.

Dalam pengalaman penulis, pemberian vaksinasi rotavirus nyaris tidak pernah ditemukan, mungkin saja ada, namun riwayat itu tidak tergali. Banyak hal yang membuat vaksinasi rotavirus tidak populer selain memang merupakan suatu konsep yang baru berupa kuncup di Indonesia, seperti misalnya prioritas kebijakan kesehatan yang belum ke arah tersebut, kurang dihargainya vaksinasi ini, hingga memang kemampuan keuangan yang pada akhirnya juga memberikan andil (A.A., N., K., & M.J., 2014). Selain itu, tampaknya memang belum semua tenaga kesehatan memahami ketersediaan vaksin rotavirus dalam mencegah diare berat pada anak, setidaknya salah satu penelitian di Yogyakarta menyatakan demikian (Seale et al., 2015). Padahal harapannya, dengan pencegahan yang diperkuat oleh vaksinasi, selain memberikan perlindungan terhadap dampak buruk diare berat, beban biaya kesehatan untuk penanganan kasus diare berat pada anak juga dapat dihemat (Wilopo et al., 2009). Pada akhirnya akan bermanfaat bagi semua pihak.

Salah satu penelitian terbaru di wilayah sub-Sahara, vaksin rotavirus yang tahan panas dengan harga yang terjangkau diujicobakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerian tiga dosis vaksin pentavalen rotavirus bovin via oral (BRV-PV) pada usia 6, 10, dan 14 minggu mampu menunjukkan kemanjuran (efficacy) 66,7% dalam melawan gastroenteritis berat pada anak-anak (Isanaka et al., 2017). Lanjutkan membaca “Mempertimbangkan Vaksinasi Rotavirus bagi Anak”

Campak

Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang cukup umum, terutama jika cakupan imunisasi campak belum melindungi sebagian besar mereka yang rawan terkena campak, terutama anak-anak. Penyakit ini memang begitu menganggu, namun anak-anak biasanya pulih dengan baik, namun sebagai catatan ada kasus yang bisa berkembang menjadi komplikasi yang serius. Mari kita lihat sedikit mengenai penyakit campak ini. Lanjutkan membaca “Campak”

Ketika Nata De Coco Menggunakan Pupuk ZA

Anda mungkin sudah mendengar bahwa pembuatan Nata De Coco menggunakan pupuk ZA. Bahkan saya yang tidak berhubungan dengan media massa pun sempat mendengar berita ini. Tapi mungkin masih simpang siur di masyarakat tentang penggunaan pupuk ZA dalam pembuatan Nata De Coco. Amankah? Karena ada yang berkata aman, tapi ada juga yang berkata sebaliknya. Saya bukan pakar di bidang ini, Anda sebelum membaca lebih jauh tulisan ini, mungkin perlu mempertimbangkan untuk menanyakan langsung ke ahli kimia pangan. Lanjutkan membaca “Ketika Nata De Coco Menggunakan Pupuk ZA”

Buku Penuntun Hidup Sehat

Berasal dari naskah asli “Facts for Life“, buku “Penuntun Hidup Sehat” diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui unit Pusat Promosi Kesehatan. Buku ini berisi sejumlah informasi mengenai masalah kesehatan yang kita temui sehari-hari, dan bagaimana untuk bisa hidup dengan lebih sehat menggunakan informasi yang kita dapatkan dari buku ini. Untuk adaptasi edisi keempat, diterbitkan oleh UNICEF, WHO, UNESCO, UNFPA, UNDP, UNAIDS, WFP, the World Bank dan Kementerian Kesehatan. Lanjutkan membaca “Buku Penuntun Hidup Sehat”

Penyakit dan Gangguan Kesehatan Terkait Banjir

Saat ini masyarakat kita sedang berhadapan dengan salah satu musibah di musim penghujan, yaitu banjir. Titik banjir terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, sudah memakan korban, dan berpotensi memakan korban lebih banyak lagi. Karena itu selalulah waspada, terutama terhadap penyakit yang lebih tinggi potensinya untuk muncul ketika banjir terjadi.

Banjir membuat kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan kita secara drastis menurun, lingkungan menjadi kumuh dan kotor, demikian juga berpengaruh pada higienitas harian kita. Sehingga potensi kuman-kuman menyerang tubuh kita menjadi semakin besar. Lanjutkan membaca “Penyakit dan Gangguan Kesehatan Terkait Banjir”

Memahami Gejala HIV/AIDS

Infeksi HIV masih merupakan salah satu hal yang cukup mengkhawatirkan, penyebarannya cukup menyusahkan guna dilacak. Karena nyaris tanpa gejala, penderitanya pun tidak menyadari dan tidak melakukan deteksi dini.

Infeksi HIV dibagi ke dalam tiga tahapan/stadium, tahapan pertama disebut sebagai infeksi akut atau serokonversi, dan biasanya terjadi dua hingga enam minggu pasca paparan atau mulainya infeksi. Ini adalah masa ketika daya tahan tubuh melakukan perlawanan terhadap infeksi. Gejala awal yang dimunculkan begitu mirip dengan infeksi-infeksi virus pada umumnya, sebagai halnya flu, sehingga sulit disadari bahwa itu adalah HIV. Lanjutkan membaca “Memahami Gejala HIV/AIDS”

Diare pada Anak

Diare pada anak adalah salah satu masalah yang cukup serius dengan penanganan yang selayaknya tepat dan cepat. Salah satu tujuan Millennium Development Goals adalah mengurangi angka kematian anak hingga dua pertiganya dalam rentang 1990 hingga 2015. Seiring mendekatnya batas waktu, ternyata dunia Internasional masih perlu banyak berusaha. Di seluruh dunia, hampir sembilan juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap tahunnya, dan diare adalah penyebab kedua setelah pneumonia.

Kali ini saya hendak menuliskan sedikit tentang diare pada anak, dan bagaimana Anda yang bertanggung jawab atas perawatan anak dapat membantu anak membaik dari kondisi diare yang dideritanya. Apa yang harus menjadi perhatian, dan kapan harus meminta bantuan tenaga kesehatan.

Lanjutkan membaca “Diare pada Anak”