Ghostery versus Disqus

Beberapa lama ini saya memerhatikan bahwa Disqus tidak bisa diakses dengan baik ketika saya menggunakan Firefox dan Chrome pada Windows. Disqus tidak dapat dibuka bagian komentarnya, kesannya seperti javascript yang diblok. Namun saya tidak berhasil menemukan penyebabnya, karena baik di Linux dan di Windows, saya sama-sama menggunakan setelan peramban yang sama melalui fitur sinkronisasi multiplatform.

Awalnya saya mencurigai sejumlah pengaya seperti Ghostery atau Adblock Plus yang memiliki kemampuan untuk memblok markah tertentu pada halaman web. Tapi kalau saya sudah memastikan semua pengaya tersebut mengizinkan Disqus sebagai aplikasi/markah yang diizinkan. Lanjutkan membaca “Ghostery versus Disqus”

Menyederhanakan Tampilan Blog di 2013

Menjelang akhir minggu ke-2 awal tahun 2013, saya melakukan sedikit perubahan pada penampilan blog ini. Seiring berubahnya penggunaan teknologi, dari era PC dan netbook beralih ke penggunaan ponsel cerdas dan komputer tablet, maka saya melakukan sedikit pendekatan ke arah tersebut. Sedemikian hingga blog ini menjadi cukup ramah diakses pada perangkat-perangkat tersebut.

Jadi saya meminjam tema Clean Retina dari koleksi tema WordPress konsep kaya fitur namun tetap sederhana. Karena saya tidak memiliki banyak kemewahan untuk mengolah kembali sumber kodenya, maka saya pun memanfaatkan sejumlah pengaya tambahan untuk menyelesaikan beberapa hal menyangkut kode-kode tersembunyi yang saya gunakan pada blog saya ini. Lanjutkan membaca “Menyederhanakan Tampilan Blog di 2013”

New DISQUS 2012

Tanda #D2012 oleh @Disqus di pelbagai jejaring sosial berarti dimulainya peluncuran Disqus 2012 ke publik setelah digunakan dan diuji oleh komunitas terpilih sebelumnya. Anda mungkin mengetahui bahwa blog ini telah lama menguji coba Disqus 2012 Beta sebelumnya. Dan terima kasih karena telah turut menggunakannya.

Kini New DISQUS 2012 sudah diluncurkan, saya melihat sejumlah perbaikan besar dari awal versi betanya, dan perubahan yang lebih besar dari versi sebelumnya. Dan terus terang saya cukup menyukai perubahan yang ada. Saat ini Disqus tidak hanya menjadi sebuah sistem komentar pihak ketiga untuk sebuah blog, namun jejaring sosial tersendiri. Lanjutkan membaca “New DISQUS 2012”

Mencoba Disqus 2012 versi Beta

Beberapa waktu yang lalu Disqus mengadakan seleksi terbatas untuk menguji versi terbaru Disqus 2012, dan kebetulan saya diterima bersama sejumlah pengguna dan pengembang lainnya untuk mencoba sistem komentar Disqus yang baru. Sistem komentar ini adalah sistem komentar yang baru yang akan muncul dalam tampilan blog.

Saat saya mencoba memasuki Lab Disqus untuk menguji Disqus yang baru, saya lumayan terkejut dengan bagaimana mereka berhasil membuat tampialn Disqus yang baru ini cukup padat namun sangat intuitif. Saya kira ini adalah buah diizinkan penggunaan CSS tersendiri, sehingga ada banyak tampilan Disqus unik di luar sana di samping versi asalinya.

Lanjutkan membaca “Mencoba Disqus 2012 versi Beta”

Google Akan Mengeluarkan Sistem Komentar Baru

Sedang hangat pembicaraan di Internet bahwa Google akan mengeluarkan sistem komentar baru, dan ini berarti tantangan bagi sistem komentar lainnya, seperti Disqus yang saat ini menguasai pasar sistem komentar pihak ketiga. Pun demikian, menurut rumor yang beredar, sistem komentar dari Google ini tidak serta merta ditujukan menyaingi Disqus si raja, ataupun Livefyre yang sedang naik daun.

Namun sistem komentar ini direncanakan ditanam di Google+ sehingga dapat menyaingi sistem komentar milik Facebook. Banyak situs yang menanamkan sistem komentar Facebook secara ekslusif, dan ini menaikan daya penggunaan Facebook yang berujung pada penguatan pasar Facebook sebagai jejaring sosial. Lanjutkan membaca “Google Akan Mengeluarkan Sistem Komentar Baru”

Apakah Disqus Menahan Spam Sepenuhnya?

Salah satu alasan utama saya memasang sistem komentar Disqus adalah guna menghindari spam yang bertebaran di dunia maya. Tapi apapun mekanisme yang diterapkan, rasanya tidak ada yang 100% sempurna, selama borang tanggapan masih dibuka, spam bisa selalu muncul. Termasuk ketika menggunakan Disqus.

Di beberapa blog lain yang menggunakan Disqus, saya memperketat aturan berkomentarnya, seperti mesti memiliki akun Disqus yang terverifikasi. Namun tidak untuk blog ini, bahkan OpenID-pun masih diizinkan – semisal pemberi tanggapan tidak ingin memublikasikan alamat surelnya bahkan pada admin blog, hanya saja ini membuka peluang lebih besar untuk masuknya spam.

Lanjutkan membaca “Apakah Disqus Menahan Spam Sepenuhnya?”

Alasan Disqus Potensial Untuk Diskusi

Bahkan ketika Anda tidak memasang sistem komentar Disqus pada blog anda, saya rasa ada baiknya memiliki sebuah akun Disqus. Karena Disqus belakangan ini sudah bukan lagi sekadar sistem komentar untuk blog atau situs tertentu, namun juga sebuah jejaring sosial yang memungkinkan interaksi luas dan diskusi yang tanpa batas.

Disqus memberikan potensi diskusi yang sangat luas. Bagi admin blog, manajamen sistem komentar menjadi lebih mudah, baik dengan moderasi atau-pun tanpa moderasi. Jangan khawatir dengan spam, sebab Disqus memiliki antispam sendiri – dan setelah saya pelajari belakangan ini, admin blog bahkan tidak memerlukan antispam tambahan pada mesin blognya.

Disqus mungkin lebih berat pada sebuah blog yang menggunakan sistem komentar standar. Dengan akun Disqus, pembaca mesti menunggu sesaat – sambil membaca konten blog – sebelum sistem komentar siap. Namun dengan akun Disqus (tentu saja sebaiknya penerimaan kuki diaktifkan), akan lebih cepat jadinya, dan proses diskusi selanjutnya akan lebih mudah. Lanjutkan membaca “Alasan Disqus Potensial Untuk Diskusi”

Serangan Spam

Ketika saya melepas sementara sistem komentar Disqus untuk melakukan pemeliharaan blog selama satu-dua hari, saya mendapati bahwa Antispam Bee menghalangi ratusan spam per harinya. Aneh juga, walau tentu dengan setelan yang saya terapkan, spam akan langsung dihapus tanpa harus disimpan dan dipilah manual (saya nyaris tidak pernah memoderasi komentar spam – saya tidak suka itu).

Disqus memang memiliki sistem antispam tersendiri, saya pun menyisipkan lapis kedua dari sistem antispam automattic kismet (akismet) pada server Disqus. Sehingga sebagaimana yang saya sampaikan dulu, dengan menambah Disqus di blog ini berarti ada tiga lapis sistem antispam yang bekerja, dua di server luar dan satu di server internal.

Lanjutkan membaca “Serangan Spam”

Changing Disqus Font Size

Sometimes Disqus doesn’t show the font size that we exactly prefer to look. Some themes make it smaller than how it should normally be – “The Erudite” as an example. So I tried to look up what I can I do to fix this, even I dislike learning about CSS, I think I have no other option.

The first attempt was to crack Erudite’s CSS from inside, but well, I just can find which font in which line that cause Disqus doesn’t appear proportionally. Okay, I gave up this – reading hundreds of CSS lines would surely made my head dizzy.

I did ask Matt – the Erudite’s creator – about any clue for this situation. He said that I may need some other CSS specially build for Disqus in Erudite. I feel I don’t really need the whole system change here, only the font size. So, I looked up some options based on this clue.

I tried to use external CSS (style sheet) that a build my own, point the Disqus to use that style sheet, but still – it doesn’t change at all – it is still looked the same way as before. Okay, forget the whole new CSS – the I did trying to hijack it by using CSS hooks from WP-Typography plugin for WordPress – and absolutely total failure experiment.

Then, why don’t you the simple way? – I thought of. Taking some line above, and hooks it from Disqus customization section? I read again the Disqus Custom CSS and Disqus CSS documentations, so I tried this line of code …

#dsq-content #dsq-comments .dsq-comment{ font-size:1.2em; }

And viola, the font has resized! Eureka!

You may try it for your self, but I can’t give any guarantee it would work the same way – since I stand no CSS in my head, ha ha….

Bhyllabus dan Charlene

Seperti yang Anda dapat lihat, Bhyllabus memiliki beberapa perombak besar (yang tidak penting) belakangan ini. Kami menyimpan “The Erudite” untuk sementara waktu, dan tampilan yang baru adalah “Charlene” sebuah tema versi beta yang dibangun oleh Papertree Themes.

Charlene dibentuk sebagai tema minimalis, bahkan ia tidak membawa navbar (baris navigasi) sendiri. Jadi beberapa orang mungkin yang terbiasa dengan navigasi standar seperti pada “The Erudite” akan tidak terbiasa.

Saya mengeluarkan daftar halaman di bilah sisi bagian atas, ini adalah navigasi utama dalam blog. Arsip, tentu saja sumber penelusuran berharga untuk tulisan-tulisan lawas.

Saya menambahkan bottom bar pada bagian bawah blog (ya, namanya juga bottom) yang berisi akses menuju beranda blog (home), tulisan terakhir & terpopuler masing-masing 10 judul, 10 tanggapan terakhir, dan tunggu dulu, di sana juga ada tombol klik untuk tulisan acak – klik! – dan Anda tidak akan menduga ke mana Anda akan dibawanya (ah, ini lebih seru daripada hanya sekadar menampilkan judul acak bukan?).

Sistem post share juga ada di bottom bar, saya menyediakan beberapa yang jaringan seperti twitter, facebook, digg dan lain sebagainya. Jika Anda malas menggunakan papan ketik untuk kembali ke atas, maka di bottom bar juga tersedia back to top button, tinggal klik dan Anda akan kembali ke puncak.

Tentu saja Anda juga bisa memanfaatkan tombol pintas pada papan ketika Anda. Misalnya “Home” untuk kembali ke atas, “Page Up” untuk bergulir ke atas, “Ctrl D” untuk menyimpan (bookmarking) pada Windows, dan jika huruf terlalu kecil bagi Anda, maka “Ctrl +” akan membantu membesarkan ukurannya. Jika artikel terlalu panjang dan Anda bosan menggulung roda tetikus anda, gunakan auto-scrolling dengan tombol tengah tetikus, maka tulisan akan bergulir dengan sendirinya.

Dan masih banyak jalan pintas lainnya, monggo dibuka-buka kembali buku panduan saat kursus komputer dulu :D.

Charlene juga memberikan Bhyllabus kesempatan meletakkan latar dengan elemen gambar di dalamnya. Sebenarnya saya menyukai tipe grunge yang agak gelap, tapi ha ha…, sepertinya saya diprotes terus. Sehingga kali ini, tampilan “light floral pattern” yang menjadi pilihan. Ah, tapi saya lupa di mana mendapatkannya, biasanya ada banyak situs yang menyediakan pattern indah, misalnya Din Pattern.

Tidak suka melihat tampilan blog dengan latar gambar? silakan nonaktifkan penampilan gambar pada peramban anda. Jika Anda pengguna Opera, pasti sudah tahu bagaimana mengatur ini dengan mudah.

Dan tentu saja, sebenarnya tidak berubah, tapi Anda bisa melihat ada Disqus lagi di sini – ini seperti konsep awal blog ini ketika masih diasuh di pangkuan blogger. Jika Anda bertanya mengapa Disqus? Mungkin Anda sudah tahu jawabannya.

Blog ini tidak sempurna, saya tahu itu. Tapi, hmm…, rasanya cukup dulu sampai di sini. Or did I forget about anything else?