Do you love your job, Doc?

In Indonesia, I believe there will be no such question as, “Do you love your job, Doc?” Since we have a culture view, almost like the past view from the Western Countries, that those who practice and work in medical fields would be blessed with great fulfillment. They are hailed as the savior of humanity in a particular context. There is no poor doctor, isn’t there? So every doctor must love their job, aren’t they?

The short answer if you don’t wish to read till the end of this nonsense post is a “Yes,” when they work their duty as a doctor. At least it is what I see in Indonesia.

Continue reading →

Iklan

Permenkes nomor 39 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia

Program intersip bagi dokter dan dokter gigi di Indonesia merupakan salah satu program wajib pemerintah bagi dokter dan dokter gigi yang telah menyelesaikan pendidikan profesinya di kampus masing-masing. Peraturan ini menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 299/Menkes/Per/II/2010 tentang Penyelenggaraan Program Internsip dan Penempatan Dokter Pasca Internsip yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Continue reading →

Memilih Metode KB dengan Bantuan Aplikasi Lingkaran Kontrasepsi

Memilih metode kontrasepsi atau keluarga berencana (KB) bagi pasangan baru, atau pasangan suami istri yang belum pernah menggunakan KB bisa menjadi hal yang sulit & rumit. Karena bagi mereka yang tidak begitu memahami pro dan kontra penerapan kontrasepsi atau KB, mungkin tidak bisa menemukan metode yang pas. Hal ini menjadi alasan mengapa sebelum menentukan program KB yang dikehendaki oleh pasangan suami istri, mereka selayaknya melakukan konseling bersama-sama terlebih dahulu dengan pihak penyedia layanan KB.

Continue reading →

Pedoman Praktik Kedokteran yang Baik

Ini bukan tentang panduan praktik klinis bagi seorang dokter yang memuat bagaimana dia mendiagnosis dan memberikan terapi pada pasiennya, atau kapan dia harus merujuk. Namun pada praktik kedokteran yang baik, seorang dokter diajak untuk melihat bagaimana dia “seharusnya” atau “selayaknya” bersikap dengan pasien, kolega dan pihak lainnya dalam situasi dan kondisi tertentu. Misalnya bagaimana seorang dokter bersikap jika ada konflik kepentingan? Continue reading →

Dokter Internship

Semua calon dokter layanan primer (dulu disebut dokter umum, dan sekarang pun masih), setelah menyelesaikan pendidikan klinis, dan lulus ujian yang bermacam-macam, wajib mengikuti program Internship Dokter Indonesia. Program ini selalu memiliki pro dan kontra, karena mungkin segala hal yang kita lakukan selalu memiliki tidak hanya satu sisi. Continue reading →

Clinica – Rekam Medis Sederhana Multiplatform

Rekam medis elektronik sudah menjadi tuntutan bagi penggemar paperless world saat ini, dan sediannya banyak sekali di pasaran. Clinica Project, salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh programer dari Italia mungkin termasuk yang paling sederhana yang bisa didapatkan dari pasaran. Aplikasi ini bisa berjalan di Linux dan Windows, dan bisa digunakan untuk sebuah jaringan Intranet.

Bisa dikatakan Clinica Project masih cukup hijau, tampilannya sangat sederhana, dan lembar rekam medisnya juga sederhana. Namun mereka sudah berencana mengembangkan open source ini agar terintegrasi dengan CNS Smart Card – semacam kartu JKN BPJS Kesehatan di Italia sana. Saya kadang berpikir, kapan di Indonesia ada yang mau membuat aplikasi seperti ini – bersemangat open source dan untuk mendukung keperluan banyak orang? Continue reading →

Selamat Datang Indonesia di Gerbang Defensive Medicine

Isu kesehatan di negeri ini sedang memanas, mungkin tidak kalah panas dengan ObamaCare di negeri yang jauh di sana. Ketika Mahkamah Agung sudah mengetuk palu vonis pidana bagi kasus malpraktek dalam pandangan hukum, namun bukan malpraktek dalam pandangan kedokteran, maka kepercayaan dokter sedikit banyaklah telah luntur pada perlindungan hukum kita.

Percikan gelombangnya mulai memperlihatkan alur hukum aksi-reaksi di negeri ini. Saya memerhatikan beberapa hari belakangan ini, bahkan jam belakangan ini, praktek defensive medicine telah mulai berkembang di dalam negeri. Saya tidak bisa menyalahkan sejawat, karena saya mungkin akan mengambil pertimbangan yang serupa jika saya berada di sini mereka. Continue reading →