Donorkan Darah – 2017

Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan tiba, dan seberapa banyak orang yang nyawanya terancam akibat bencana tersebut. Banyak hidup dapat diselematkan dengan keberadaan kantung darah dari para pendonor. Oleh karena itu, jangan menunggu sampai bencana tiba, donorkan darah sekarang juga!

 

Selamat hari Donor Darah Sedunia tahun 2017. Jangan lupa, donorkan darah Anda saat Anda mampu.

Iklan

10 Fakta Mengenai Transfusi Darah

Transfusi darah menyelamatkan nyawa/kehidupan serta meningkatkan kesehatan, namun banyak pasien memerlukan transfusi darah tidak mendapatkan akses akan darah tepat pada waktunya. Perlunya transfusi darah dapat meningkat setiap waktu baik di daerah perkotaan maupun pinggiran. Ketidaktersediaan darah telah mengarah pada kematian dan banyak pasien menderita oleh sakitnya. Suplai darah yang aman yang mencukupi dan tepercaya dapat dipastikan oleh adanya basis donor-donor sukarelawan yang tidak dibayar yang secara teratur mendonorkan darah mereka. Mereka juga merupakan kelompok donor paling aman oleh karena prevalensi infeksi yang terbawa oleh darah paling rendah di antara para pendonor[1. Facts on Blood Transfusion. WHO. URI: http://www.who.int/features/factfiles/blood_transfusion/en/ Reviewed June 2016.].

Sekarang mari kita lihat sepuluh fakta mengenai transfusi darah.

Fakta 1: Transfusi darah menyelamatkan hidup dan meningkatkan kesehatan

Sekitar 108 juta unit darah yang didonorkan dikumpulkan di seluruh dunia setiap tahunnya. Dan hampir 50% dari darah yang didonorkan ini dikumpulkan dari negara-negara yang berpenghasilan tinggi, yang menjadi rumah bagi kurang dari 20% populasi dunia. Banyak pasien memerlukan transfusi, namun, tidak memiliki kesempatan yang tepat waktu untuk mendapatkan akses bagi produk darah yang aman.

Setiap negara perlu menjamin bahwa suplai darah dan produk-produk darah mencukupi dan bebas dari virus HIV, Hepatitis dan infeksi-infeksi lainnya yang ditularkan melalui transfusi.

Fakta 2: Transfusi darah digunakan untuk mendukung pelbagai pengobatan

Pada negara-negara dengan pendapatan yang tinggi, kebanyakan pasien yang sering mendapatkan transfusi adalah kelompok usia di atas 65 tahun, terhitung hingga 76% dari seluruh jumlah transfusi. Transfusi digunakan umumnya untuk layanan dukungan pada bedah kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), bedah transplantasi, trauma parah, dan terapi untuk keganasan padat maupun hematologis.

Pada negara-negara berpenghasilan rendah hingga sedang, digunakan lebih sering untuk pengelolaan pada komplikasi-komplikasi terkait kehamilan, malaria pada anak dengan anemia yang parah sebagai komplikasinya, dan cedera-cedera terkait rudapaksa.

Fakta 3: Suplai mencukupi akan darah yang aman hanya bisa dijamin melalui donor sukarela yang teratur

Suplai darah yang aman yang mencukupi dan dapat dipercaya hanya bisa dijamin melalui donor-donor darah dari para sukarelawan (yang tidak dibayar) yang teratus mendonorkan darah mereka. Mereka adalah kelompok donor yang paling aman karena prevalensi infeksi-infeksi yang ditularkan melalui darah paling kecil di antara para pendonor.

WHO – Badan Kesehatan Dunia – mendorong negara-negara untuk mengembangkan sistem darah nasional yang berdasarkan donor darah sukarela untuk mencapai tujuan terciptanya ketercukupan darah dan produk-produk darah yang aman.

Fakta 4: Donor sukarelawan memberi 100% suplai darah di 62 negara

Pada tahun 2012, 73 negara melaporkan mengumpulkan lebih dari 90% suplai darah mereka dari para sukarelawan, yang tidak dibayar untuk mendonorkan darah, dan di antaranya adalah 62 negara yang mengumpulkan 100% suplai darah hanya dari para sukarelawan ini.

Tapi dalam 72 negara, kurang dari 50% suplai darah berasal dari para donor sukarela, kebanyakan suplai darah mereka masih bergantung pada keluarga atau donor pengganti atau pendonor yang dibayar.

Fakta 5: Sekitar 108 juta donor darah dikumpulkan di seluruh dunia setiap tahun.

Sekitar 50% dari semua ini didonorkan pada negara-negara berpenghasilan rendah hingga sedang, di mana 80% populasi dunia tinggal. Rata-rata donasi darah lebih banyak 9 kali lebih besar di negara berpenghasilan tinggi dibandingkan dengan negara berpenghasilan rendah.

Fakta 6: Pengumpulan pada pusat-pusat darah beragam menurut kelompok pendapatan

Sekitar 10.000 pusat darah di 168 negara melaporkan mengumpulkan sekitar 83 juta donor darah. Nilai tengah donor darah tahunan di setiap pusat adalah sekitar 15.000 di negara berpenghasilan tinggi, dibandingkan dengan 3.100 di negara berpenghasilan rendah hingga sedang.

Fakta 7: Lebih banyak orang di negara berpenghasilan tinggi mendonorkan darah dibandingkan negara lainnya

Nilai tengah rata-rata donor darah pada negara berpenghasilan tinggi adalah 36,8 donor per 1.000 penduduk. Ini berbanding dengan 11,7 donor per 1.000 penduduk pada negara berpenghasilan sedang, dan sekitar 3,9 donasi per 1.000 penduduk pada negara berpenghasilan rendah.

Fakta 8: Darah yang didonorkan selayaknya selalu ditapis

Semua darah yang didonorkan selayaknya selalu ditapis untuk kemungkinan adanya HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis sebelum ditransfusikan. Hanya saja sekitar 25 negara belum mampu melakukan penapisan ini pada semua darah yang didonorkan untuk salah satu atau beberapa infeksi tersebut.

Pengujian tidak menentu di banyak negara dikarenakan suplai perangkat tes yang tidak menentu, kekurangan staf, kualitas perangkat tes yang buruk, atau laboratorium belum memiliki kualitas yang mencukupi.

Fakta 9: Satu unit darah bisa bermanfaat bagi sejumlah pasien

Memisahkan darah ke dalam sejumlah komponennya membuat satu unit darah bisa bermanfaat bagi sejumlah pasien dan menyediakan bagi seorang pasien hanya komponen darah yang dibutuhkannya. Sekitar 95% darah yang dikumpulkan di negara berpenghasilan tinggi, 80% di negara berpenghasilan sedang, dan 45% di negara berpenghasilan rendah dipisahkan ke dalam komponen-komponen darah.

Fakta 10: Transfusi yang tidak dibutuhkan memaparkan pasien pada risiko yang tidak perlu

Kadang transfusi diresepkan saat pengobatan sederhana yang aman sebagai pilihan lain sama efektifnya. Sebagai hasil, transfusi tersebut bisa dikatakan tidak dibutuhkan. Suatu transfusi yang tidak dibutuhkan bisa memaparkan pasien terhadap risiko-risiko infeksi seperti HIV dan hepatitis serta reaksi-reaksi yang tidak diharapkan dari transfusi itu sendiri.

Selamat Hari Donor Darah Sedunia, 14 Juni 2016, “Share Life – Give Blood”.

Hari Donor Darah Sedunia 2015

Terima kasih telah menyelamatkan hidup saya” – demikianlah sentuhan pembuka yang diangkat dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2015. Dunia berterima kasih kepada para donor yang melalui darahnya telah menyelamatkan banyak hidup melalui pemberian darah mereka, dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menyumbangkan darah mereka. Continue reading →

Membuat Harga Sekantong (1 Unit) Darah Lebih Terjangkau

Pernahkah Anda donor darah? Anda tidak menjual darah Anda bukan? Tidak juga Anda dibayar mahal untuk donor darah. Tapi kenapa harga sekantong darah bisa begitu mahal? Tentu saja semua itu melibatkan biaya produksi sekantong darah yang siap ditransfusikan pada mereka yang memerlukan; termasuk di dalamnya biaya kantong darah itu sendiri, biaya pengecekan kualitas darah, dan pelbagai tes serta pengeluaran lainnya. Continue reading →

Jadi Pembicara Dadakan

Awal pekan yang lalu saya menerima tawaran menjadi pembicara dalam sebuah acara bincang-bincang seputar kesehatan, donor darah dan religi yang diadakan oleh adik-adik dari KMHD UGM. Setelah saya pastikan tidak ada jadwal lain yang berbenturan, maka saya pun menyanggupinya. Materi yang saya bagikan mengambil judul, “Donor Darah dalam Pandangan Hindu”, saya usahakan berada dalam tema yang bisa diterima oleh umum.

Jika saya mengingat kembali – zaman mahasiswa tempo dulu, saya mungkin akan menolak tawaran seperti ini. Tapi ketika saya merasa sudah tidak lagi memiliki “kemewahan” seorang mahasiswa, maka saya memilih melawan kemalasan saya untuk tetap bisa berbagi dari sedikit yang saya miliki. Saya sendiri heran, kok bisanya saya duduk tenang di kursi pembicara, padahal narasumber lainnya adalah dosen saya sendiri, seorang guru besar di bidang kedokteran dan obat-obatan herbal. Continue reading →

Kabar Bloody Valentine

Tulisan acara @baliblogger #bloodyvalentine ini seharusnya sudah dimuat pada akhir bulan lalu, namun kesibukan saya begitu menumpuknya. Sehingga tidak bisa berkutat sama sekali dengan blog, hanya sesekali berkicau di twitter. Pertengahan bulan lalu saya pulang ke Bali untuk mengurus beberapa administrasi seperti SKCK dan “kartu kuning”, ternyata mengendarai sepeda motor sejauh 200 Km cukup melelahkan – bisa cukup merasakan apa yang dirasakan pemudik setiap kali pulang kampung di atas roda dua.

Pada hari Minggu, 17 Februari yang lalu, saya juga menyempatkan diri mengikuti acara Bloody Valentine yang diadakan oleh komunitas Bali Blogger, sebuah acara sosial kegiatan donor darah yang akan disumbangkan pada para anak-anak penyandang kanker di Bali. Lama saya tidak mengikuti acara bersama komunitas, ini sangat menyenangkan. Continue reading →

Apa Keuntungan dan Syarat Donor Darah

Donor darah adalah sebuah dorongan kemanusiaan, saya yakin orang-orang yang mendonorkan darahnya tidak memperhitungkan untung-rugi dalam lingkup yang riil. Namun dapat membantu sesama adalah hal yang sangat luar biasa.

Lagi pula, tidak semua tentang donor darah seperti cerita purba tentang vampire yang menyedot hambis darah kita.

Namun tunggu dulu, ternyata donor darah memiliki beberapa keuntungan, mau tahu apa saja dan bagaimana donor darah itu.

Continue reading →