Patah Hati itu Menyakitkan?

Jika ditolak, tentu saja itu menyakitkan. Setidaknya demikianlah yang ditunjukkan oleh penelitian baru-baru ini bahwa sakit karena kondisi fisik dan sakit karena penolakan bisa jadi “menyakitkan” dengan cara yang serupa. Para peneliti menemukan bahwa nyeri fisik dan sakit emosional yang mendalam, seperti perasaan penolakan pasca patah hati atau putus hubungan, mengaktifkan jalur pemrosesan “nyeri” yang … Lanjutkan membaca Patah Hati itu Menyakitkan?

Tak Usah Kebencian Disebar

Mungkin saya tidak terlalu memahami, atau mungkin lebih tepatnya saya terlalu cuek, sering kali tak acuh. Ataukah di sisi lain saya hanya sudah terlalu lelah melihat bagian dari masyarakat yang semakin kusut dan muram. Orang bisa menyumpahi, meneriaki, bahkan bisa lebih semena-mena lagi pada orang lain, entah karena dasar emosi, ataukah karena dasar pemikiran yang … Lanjutkan membaca Tak Usah Kebencian Disebar

Sad Ripu adalah si enam musuh?

Membaca artikel “Six Inside Enemies” oleh narablog TuSuda, membuat saya berjalan lagi melalui jalur ingatan ke masa bangku sekolah dengan buku-buku agama terbuka lebar. Saya termasuk orang yang sering “protes” saat pelajaran agama, dan paling rendah nilai ulangan hariannya – ah…, itu akan membuat saya tersenyum-senyum kembali. Mengenai Sad Ripu, saya selalu bertanya-tanya mengapa selalu … Lanjutkan membaca Sad Ripu adalah si enam musuh?

Bagaimana Amarah Memberikan Rasa Sakit di Dada

Jika Anda tahu bahwa amarah yang berulang atau sering dirasakan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan, akankah Anda tetap meluapkan emosi anda dengan berteriak dan menghantam atau membanting barang-barang ketika Anda beradu argumentasi atau mendapati peralatan kantor macet di saat-saat genting atau hari-hari yang membuat stres? Sudah waktunya yang berkepala panas untuk didinginkan. Para … Lanjutkan membaca Bagaimana Amarah Memberikan Rasa Sakit di Dada

Sebuah Dialog Dengan Sang Diri

Malam ini seorang sahabat baik meminta saya mengirimkan terjemahan “A Dialogue with Oneself” oleh Jiddu Krishnamurti. Mungkin juga sudah cukup lama saya tidak lagi membuka lembar-lembar karya Jiddu Krishnamurti, namun saya menyimpannya dengan baik dalam beberapa map berkas khusus, sehingga saya dengan cepat dapat menemukannya kembali. Saya pun sudah mengirimkannya via surat elektronik. Tulisan ini … Lanjutkan membaca Sebuah Dialog Dengan Sang Diri