Social Network on Demand

Bisakah kita mengatakan bahwa jejaring sosial adalah sebuah wujud peradaban yang baru? Facebook, Twitter, LinkedIn, Google+, Instagram, YouTube dan banyak lagi di mana setidaknya seseorang sekarang sudah memiliki satu, dua atau bahkan tiga akun jejaring sosial sekaligus. Saat saya memiliki ponsel Android, sejumlah jejaring sosial saling terkait satu dan yang lainnya, dan sepertinya menjadi bagian dari kewajaran.

Misalnya saja, saya sangat jarang melakukan pembaruan atau bercuap di Facebook secara langsung, namun saya melakukannya di Twitter dan akan secara otomatis muncul di Facebook. Ups, tidak hanya pelajar yang bisa mencontek dan salin tempel, tapi jejaring sosial juga ahlinya.

Hingga kemudian saya merasakan, bahwa ini terlalu berlebihan, terutama masalah notifikasi yang datang silih berganti. Setelah saya ‘mematikan’ sejumlah setelan notifikasi, saya masih menemukan notifikasi datang pada saat yang ‘kurang’ nyaman, tentu saja ini tidak sering. Dan saya kemudian bertanya, apakah ‘notifikasi’ ini esensial?

Capture Lanjutkan membaca “Social Network on Demand”

Pesan Terabaikan di Messenger

Facebook memiliki alat perpesanan populer yang dikenal sebagai Messenger. Saya karena tidak pernah menggunakan perpesanan di Facebook, bahkan ketika Messenger belum lahir, mencoba memasang Messenger di Windows 10 dan melihat pesan yang masuk. Hasilnya sungguh mengagetkan, saya memiliki banyak sekali pesan – ada yang sejak tahun 2010, tidak pernah saya baca – saya bahkan tidak tahu pesan itu ada.

Capture

Jadi saya bertanya-tanya, pesan sebanyak ini, kok bisa saya tidak tahu? Lanjutkan membaca “Pesan Terabaikan di Messenger”

Membersihkan Linea Waktu

Facebook adalah jejaring sosial yang masih cukup sering saya pakai dibandingkan dengan jejaring sosial lainnya. Dan bahkan itu pun sangat masih terhitung sangat jarang sekali. Saya tahu panasnya suhu ‘politik’ dan kacaunya ‘argumentasi’ dua sisi yang belakangan ini melanda negeri kita, yang juga tak kalah meriah dibandingkan hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah.

Sebenarnya saya ingin, ketika melihat linea waktu pada Facebook, setidaknya ada kabar yang bermanfaat, atau setidaknya tidak merusak suasana hati. Salah satu alasan saya belum memiliki televisi adalah karena saya tidak melihat banyak manfaat dari dalamnya dalam menyediakan informasi. Tapi bagaimana jika baris waktu di Facebook juga kemudian dipenuhi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan?

Ya, saya dengan sederhana melakukan ‘unfollow’, setidaknya kabar-kabar itu tidak akan muncul lagi dan menghabiskan waktu saya untuk mencari secuil penghiburan. Orang boleh bilang saya tidak peduli, tapi saya memang tidak peduli, karena peduli pun saya hanya melihat kekeliruan, untuk apa peduli pada kekeliruan yang menghendaki simpati? Menghabiskan waktu sia-sia.

Lanjutkan membaca “Membersihkan Linea Waktu”

WhatsApp dan Sebuah Kisah Privasi yang Tercuri

Ketika ada pesan berantai untuk segera mengubah setelah privasi WhatsApp, maka saya tahu bahwa sudah muncul drama yang terlalu berlebihan. Privasi adalah hal yang unik di dunia maya dan jejaring sosial.

Satu-satunya aplikasi perpesanan di dunia yang masih menghargai privasi adalah surat yang Anda tulis sendiri dengan tersandi, dan dikirim secara manual melalui pos. Selain dari itu, sangat sulit menemukan privasi di dunia modern ini, siapa yang sedang mengintip kita?

Lanjutkan membaca “WhatsApp dan Sebuah Kisah Privasi yang Tercuri”

Akhirnya, yang ditunggu beritanya sudah keluar juga. Jajaran ponsel dari Nokia X Family (dulu memiliki kode panggilan “Nokia Normandy”) yang menggunakan sistem operasi Android sudah dirilis. Sejumlah seri seperti Nokia X, X+, X+ dual SIM, hingga XL menemani rilis ini (terkesan seperti ukuran pakaian sih). Dan sudah bisa dilihat tampilannya di situs resmi Nokia.

Nokia dulu tidak mau merilis sistem operasi Android, tapi akhirnya kini justru melepas ponsel berbasis Android yang mereka kostumasi sendiri. Bisa jadi karena pasar Windows Phone belum begitu memikat masyarakat luas, meskipun mengalami peningkatan di atas dan menyalip BlackBerry. Lanjutkan membaca “Ponsel Android Nokia X Family”

Ponsel Android Nokia X Family

Mengembalikan Alamat Surel Asli pada Halaman Info Facebook

Beberapa waktu lalu, Facebook secara sepihak mengubah alamat email yang ditampilkan pada halaman info pemilik akun menjadi alamat email berdomain facebook.com, saya dengar ini disebabkan adanya kebijakan penyeragaman di Facebook. Sebenarnya ini adalah isu lawas, meskipun banyak yang protes karena menganggap Facebook melanggar privasi, namun sepertinya kebijakan ini tidak berubah.

Pada awalnya saya tidak terlalu peduli, namun hanya sedikit penasaran karena tidak jelas bagaimana sistem surel/email ini bekerja. Saya mendengar ada beberapa orang yang tidak pernah mendapatkan surel yang dikirimkan padanya melalui alamat surel yang disediakan oleh Facebook. Sehingga saya pun mencobanya beberapa waktu yang lalu. Lanjutkan membaca “Mengembalikan Alamat Surel Asli pada Halaman Info Facebook”

Jangan Sembarang Klik di Facebook

Jejaring sosial sudah menjadi bagian dari keseharian pengguna Internet saat ini. Apapun namanya, baik twitter, facebook, google+ bahkan sebuah blog pribadi. Jejaring sosial menghubungan antar individu di dunia maya ini, dan oleh karena itu mereka memiliki sesuatu yang sangat berharga yang sering dijadikan target kejahatan dunia maya – itu adalah identitas Anda!

Anda mungkin berpikir bahwa apa sih artinya sebuah identitas, sebagaimana identitas toh banyak yang dipalsukan juga. Namun bagi mereka yang memiliki niat tidak baik, identitas bisa menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi, sebagaimana sebuah perusahaan memiliki daftar kliennya.

Lanjutkan membaca “Jangan Sembarang Klik di Facebook”

Waspadai Konten Facebook Bernada Bunuh Diri

Jejaring sosial kadang menjadi niat bagi seseorang untuk mempublikasikan keinginannya atau keputusasaannya yang menjurus pada upaya pun percobaan bunuh diri. Kecenderungan ini tampaknya masih berlanjut seperti salah satu kejadian di Taiwan beberapa waktu yang lalu, ketika korban menyampaikan niat bunuh dirinya melalui Facebook.

Jika Anda pengguna facebook, maka selayaknya Anda turut waspada untuk setiap konten yang menjurus atau bernada hendak melakukan upaya bunuh diri. Anda masih mungkin menyelematkan sebuah nyawa jika Anda bertindak nyata. Anda mungkin sama bingungnya dengan saya atau orang lainnya, namun bertindaklah daripada terlambat.

Lanjutkan membaca “Waspadai Konten Facebook Bernada Bunuh Diri”

Google Akan Mengeluarkan Sistem Komentar Baru

Sedang hangat pembicaraan di Internet bahwa Google akan mengeluarkan sistem komentar baru, dan ini berarti tantangan bagi sistem komentar lainnya, seperti Disqus yang saat ini menguasai pasar sistem komentar pihak ketiga. Pun demikian, menurut rumor yang beredar, sistem komentar dari Google ini tidak serta merta ditujukan menyaingi Disqus si raja, ataupun Livefyre yang sedang naik daun.

Namun sistem komentar ini direncanakan ditanam di Google+ sehingga dapat menyaingi sistem komentar milik Facebook. Banyak situs yang menanamkan sistem komentar Facebook secara ekslusif, dan ini menaikan daya penggunaan Facebook yang berujung pada penguatan pasar Facebook sebagai jejaring sosial. Lanjutkan membaca “Google Akan Mengeluarkan Sistem Komentar Baru”

Scam Berkedok Tag Facebook

Semalam ada sebuah surat elektronik masuk pada perangkat genggam BlackBerry saya, isinya berupa notifikasi ada yang malukan tag (penandaan) akun saya pada situs jejaring sosial Facebook. Tentu saja saya merasakan sesuatu yang aneh, seharusnya semua notifikasi dari Facebook (yang juga sudah diminimalkan) akan terkirim melalui aplikasi Facebook terintegrasi dalam perangkat BlackBerry, dan bukannya via surat elektronik.

Baru melihat sekilas saja saya langsung tahu bahwa ini adalah scam (penipuan), namun karena penasaran, saya membiarkannya masuk ke dalam klien surat elektronik saya di komputer. Dan melihat seperti apa sebenarnya strukturnya.

Lanjutkan membaca “Scam Berkedok Tag Facebook”