Mitos Populer Seputar Penyebab Kanker

Penangkapan/pemahaman yang keliru seputar penyebab kanker dapat menggiring kita pada kekhawatiran yang tidak perlu akan kesehatan kita. Klaim-klaim menyeramkan beredar di Internet bahwa benda-benda dan produk-produk keseharian, seperti plastik dan deodoran adalah penyebab rahasia kanker. Selain keliru, banyak mitos ini bisa menyebabkan timbulnya kekhawatiran yang tidak perlu akan kesehatan anda dan keluarga anda.

Namun, mari kita lihat satu per satu, beberapa di antara mitos yang populer seputar penyebab kanker tersebut, dan penjelasan mengapa mereka sesungguhnya keliru. Berikut adalah beberapa yang saya adaptasikan dari Klinik Mayo.

Lanjutkan membaca “Mitos Populer Seputar Penyebab Kanker”

Sejumlah Fakta tentang Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah bagian dari dunia emosi manusia, bahkan mungkin dapat dikatakan akar dari emosi positif yang dibawa oleh setiap orang. Para peneliti terus berusaha menggali misteri-misteri di balik kebahagiaan manusia, dan ini adalah beberapa yang diuaraikan oleh S. Moss – seorang penulis senior di Family Health Guide. Anda mungkin tertarik menemukan beberapa di antaranya.

1

Meskipun gene dan karakter kita menenuntukan sekitar 50% variasi dalam kebahagiaan kita, namun kondisi/keadaan kita (pendapatan dan lingkungan) hanya berpengaruh sekitar 10%. Sisa 40%-nya ditemukan dalam keseharian dan aktivitas kita, termasuk dalam berhubungan, bermasyarakat, pekerjaan dan juga hobi. Lanjutkan membaca “Sejumlah Fakta tentang Kebahagiaan”

5 Mitos Detak Jantung Kita

Selama ini, kebanyakan dari kita mungkin tidak selalu memperhatikan akan aktivitas tanpa henti jantung kita, sekitar seratus ribu denyut per hari, atau sekitar tiga puluh tujuh juta per tahun dan tiga miliar kali rata-rata seumur hidup kita.

Namun tidak selalu demikian. Kadang denyut nadi anda tiba-tiba bertambah kencang tanpa alasan yang jelas. Mungkin jantung anda berdegup kencang. Mungkin tampak berdebar atau kelewatan satu detakan. Saat itu terjadi, mungkin Anda akan berpikir, apakah ini normal?

Lanjutkan membaca “5 Mitos Detak Jantung Kita”

Antara Fakta dan Mitos Kebahagiaan

Anda ingin menjadi lebih bahagia? Hmm…, mengapa tidak, rasanya semua orang rata-rata pernah memikirkan hal serupa. Tapi langkah pertama mungkin adalah mempertanyakan sendiri pandangan anda seputar kebahagiaan itu sendiri.

Mungkin Anda berpikir bahwa untuk menjadi lebih bahagia, Anda memerlukan lebih dari apa yang Anda miliki sekarang – lebih banyak ruang bebas, lebih banyak uang, lebih banyak kasih sayang… mengisi kekosongan dalam hidup anda. Atau mungkin Anda meyakinkan diri bahwa apa yang diperoleh sudahlah cukup baik.

Jadi apakah pandangan anda itu sebenarnya sekadar mitos atau fakta seputar kebahagiaan? Hmm…, mungkin tidak akan ada yang bisa menjawab dengan pasti, tapi tidak ada salahnya kita melihat lebih jauh,

Pertama, tidak peduli dari manapun Anda beranjak, setiap orang bisa bahagia. Walau terdapat bukti penelitian bahwa genetik memberikan masukan sekitar 50% dari titik awal kebahagiaan anda, namun tetap berjalan dan mengerjakan aktivitas harian bisa membuat orang merasa lebih bahagia.

Anda tidak harus ketika mulai dari titik 1 lantas begitu saja selesai di titik 10 dan menjadi bahagia. Ambillah sebuah tujuan yang berharga dalam kehidupan – Anda boleh menyebutnya sebagai mimpi. Lakukan dengan upaya sungguh-sungguh dan penuh perhatian – hanya itu.

Beberapa orang bisa membangun relasi yang baik dan alamiah, membuat sedikit catatan ungkapan terima kasih dalam jurnal hariannya, melakukan kebaikan yang acak dengan sendirinya, mengembangkan kebiasaan olah raga atau meditasi di pagi hari. Mungkin dikatakan keseimbangan antara setiap gerak dalam kehidupan.

Jadi tidak ada hubungan serius antara tempat Anda memulai kehidupan dengan kualitas kebahagiaan anda bukan?

Beberapa orang berkata ketika ditanya, “Apa yang Anda ingin dapatkan dalam hidup anda?” dan dia menjawab, “Saya ingin berbahagia.” Seakan-akan mengatakan kebahagiaan adalah tujuan hidupnya.

Jadi apakah kebahagiaan sebuah tujuan kehidupan, yang mungkin berarti, saya menikah – maka saya bahagia, saya punya rumah baru – maka ketika tujuan itu tercapai saya bahagia di sana?

Mungkinkah kebahagiaan bukanlah garis akhir emosional yang bisa dipacu dalam kehidupan ini? Di mana orang berpacu dari kondisi tidak bahagia menjadi bahagia pada akhirnya?

Atau kebahagiaan adalah sesuatu yang kini ada pada Anda, dan ketika Anda bahagia maka Anda secara sendirinya akan menjadi lebih kreatif, lebih ingin tahu, lebih ramah, dan bersedia mencoba hal-hal baru. Anda seakan-akan menjadi sesuatu yang baru dan selalu segar untuk mewujudkan apapun dalam hidup ini.

Jadi apakah menurut Anda kebahagiaan adalah tujuan kehidupan anda, ataukah sesuatu yang akan menjadi bahan bakar teramah anda guna menjalani kehidupan ini dalam kondisi apa pun? Yang manakah mitosnya dan yang manakah faktanya?

Ada banyak hal lain lagi seputar kebahagiaan, dan berserakan di luar sana, dan jauh lebih berserakan lagi di dalam diri anda. Tidak ada salahnya untuk memungut sesaat dan mengamatinya. Apakah itu adalah kebahagiaan atau bukan sesungguhnya. Dengan memilah-milah yang mana bukan kebahagiaan dan menyingkirkannya, maka apa yang tersisa di dalam diri anda, adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Adalah bagi Anda sendiri untuk menemukannya.

Cinta Tak Pernah Menyesuaikan

Anda mungkin memperlakukan berbincangan yang telah berlangsung di antara kita sebagai sebuah pertukaran ide-ide, sebagai suatu proses penerimaan ide-ide baru dan melepaskan ide-ide yang lama, atau sebagai proses menolak ide-ide baru dan tetap mempertahankan ide-ide yang lama. Kita tidaklah berurusan dengan ide-ide sama sekali.

Kita berhadapan dengan fakta-fakta. Dan ketika seseorang memperhatikan fakta, maka di sana tidak ada lagi penyesuaian; Anda bisa menerimanya atau menolaknya.

Anda bisa berkata, “Saya rasa, saya tidak menyukai ide tersebut, saya lebih condong pada ide yang lama, saya akan jalani hidup dengan cara saya sendiri”, atau, Anda bisa melangkah bersama fakta. Anda tidak bisa bisa kompromi, Anda tidak bisa menyesuaikan.

Lanjutkan membaca “Cinta Tak Pernah Menyesuaikan”

Fakta Mengejutkan Tentang Lambung Anda

Setelah sebelumnya kita melirik pada hal-hal yang mengejutkan dan menarik dari bersin, kini kita akan sedikit hal-hal serupa menyangkut tentang lambung (baca: perut) kita. Tulisan ini saya sadurkan kembali dari artikel berjudul “9 Surprising Facts About Your Stomach” oleh Colette Bouchez.

Ketika orang berbicara masalah lambung, ada banyak sekali mitos menurut para ahli. Nah kini seberapa banyakkah Anda tahu tentang lambung anda sendiri?

Lanjutkan membaca “Fakta Mengejutkan Tentang Lambung Anda”

Yang Mengejutkan dan Menarik dari Bersin

Jadi siapa yang tidak pernah bersin hingga saat ini? Mungkin Anda perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan 🙂 – karena bersin adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Namun ternyata bersin tidak selalu sesederhana yang kita pikirkan, ada hal-hal yang menarik yang bisa ditilik sejenak dari si bersin ini. Semisal pernahkah Anda bertanya seberapa cepat bersin menyebar? Apakah sengatan matahari dan seks bisa menyebabkan Anda bersin-bersin? Ya, ada banyak fakta-fakta aneh tentang bersin yang saya temukan ketika saya berjalan-jalan ke situs favorit saya yang berslogan “Better Information. Better Health”. Di situ ada sebuah artikel berjudul, “11 Suprising Sneezing Facts”. Lanjutkan membaca “Yang Mengejutkan dan Menarik dari Bersin”

HIV dan Ciuman

Tanggal 1 Desember dunia memperingati hari AIDS. Perhatian besar-besaran dimunculkan di berbagai lokasi di penjuru dunia untuk mengingatkan betapa berbahaya HIV/AIDS, serta bagaimana menyelamatkan masyarakat dari HIV/AIDS tanpa melakukan diskriminasi terhadap OHDA.

Tulisan ini sebenarnya saya bagikan sebagai tanggapan terhadap salah satu kiriman di milis BBC tentang permasalahan ciuman dan HIV ini.Dokter Oka Negara yang mengirimkan tulisan di milis yang mengatakan bahwa dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta ada narasumber yang menyampaikan bahwa ciuman dapat menularkan HIV, karena air liur bisa menularkan HIV dan persentasenya 5%. Saya terkejut ketika membaca tulisan itu.

Lanjutkan membaca “HIV dan Ciuman”