SpiderOak sebagai Alternatif Pencadangan Daring yang Aman

Sebelumnya saya telah sempat membahas Dropbox sebagai pencadangan data secara daring (online backup), dan kini saya akan membahas SpiderOak yang merupakan salah satu alternatif dan pesain Dropbox yang juga dilirik oleh kaum profesional. Jika Anda bertanya di mana bedanya antara SpiderOak dan Dropbox, maka secara singkat dan kasarnya mungkin SpiderOak lebih cenderung memudahkan pengamanan data, sedangkan Dropbox lebih cenderung memudahkan aksesibilitas data.

SpiderOak pertama kali saya kenal melalui distribusi Linux openSUSE yang saya gunakan, dan dijadikan salah satu promosi atau rekomendasi untuk sistem pencadangan daring. Apa yang ditawarkan oleh SpiderOak adalah solusi sistem pencadangan (backup), sinkronisasi (sync), berbagi (sharing), akses (access), dan penyimpanan (storage) secara daring (online) yang bisa digunakan pada sejumlah sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux (Debian, Ubuntu, Fedora, openSUSE). Anda bahkan bisa menggunakannya pada ponsel cerdas iPhone atau Android. Lanjutkan membaca “SpiderOak sebagai Alternatif Pencadangan Daring yang Aman”

Memasang Pengaya GIMP pada openSUSE

GIMP adalah salah satu peranti lunak penyunting gambar lengkap yang bisa digunakan pada Linux, Windows dan Mac OS. Jika Anda menggunakan GIMP pada Ubuntu, di paket “synaptic” atau “Ubuntu Software Center, Anda akan menemukan kumpulan pengaya untuk GIMP yang disebut sebagai GIMP Plugin Registry yang memuat sejumlah pengaya tambahan bagi GIMP sehingga memudahkan menyunting sebuah foto – seperti membuat efek foto seperti Instagram yang saya tulis beberapa waktu lalu.

Sayangnya paket ini tidak terdapat pada openSUSE, karena bukan merupakan paket yang disediakan oleh upstream. Pun demikian, Anda tetap bisa memasang pengaya ini dengan mudah pada GIMP di openSUSE. Dan berikut adalah sedikit tips yang bisa saya bagikan untuk itu. Lanjutkan membaca “Memasang Pengaya GIMP pada openSUSE”

Foto Vintage ala Instagram dengan GIMP

Belakangan ini sedang ngetren membuat foto efek vintage menggunakan instagram, apalagi karena aplikasi ini sekarang bisa digunakan bisa digunakan pada perangkat Android setelah hanya eksklusif digunakan pada perangkat iOS. Saya sudah menghibahkan ponsel Android saya, jadi tidak ada yang digunakan untuk mencoba instagram, hei…, tapi bukan berarti saya tidak bisa menciptakan efek vintage bukan?

Saya tidak tahu pastinya, namun vintage bermakna sesuatu yang berasal dari era yang lalu, semisalnya vintage clothing, dan demikian juga dengan vintage photography. Jadi bisa dikatakan karya fotografi dari masa sebelumnya, misalnya abad yang lalu. Vintage photography bisa memberikan kesan menarik dan sentuhan emosi, sehingga banyak diminati, apalagi harga asli sebuah mahakarya vintage photography bisa sangat mahal. Lanjutkan membaca “Foto Vintage ala Instagram dengan GIMP”

Memasang Shutter pada openSUSE 11.4

Shutter adalah salah satu aplikasi pengambil pelbagai pratampil layar (screenshot) yang cukup menarik yang saya temukan saat menggunakan Ubuntu, saya sempat mengulasnya pada tulisan Shutter untuk Ubuntu. Namun tentu saja Shutter juga bisa dipasang pada openSUSE dengan mudah, hanya saja karena secara native belum terintegrasi penuh layaknya Ubuntu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Jika Anda menggunakan Tumbleweed sebagai repositori utama pada openSUSE 11.4, maka semua masalah anda bisa dianggap tidak ada. Anda bisa memilih menggunakan Tumbleweed, untuk ini silakan melihat caranya melalui “How to Upgrade openSUSE 11.4 to Tumbleweed” oleh Swerdna.

Lanjutkan membaca “Memasang Shutter pada openSUSE 11.4”

Unlimited Space Hosting untuk Gambar dan Video

Apakah Anda memiliki gambar-gambar penting dalam bentuk digital dan ingin disimpan cukup lama, namun tanpa perlu khawatir gambar atau foto kenangan berharga anda akan rusak atau hilang, karena media/komputer tempat Anda menyimpannya rusak ataupun terserang virus? Ataukah Anda pemilik blog yang tidak ingin kapasitas server-nya terlalu cepat penuh karena menempatkan berkas-berkas gambar ke dalamnya? Tidak semua blog bahkan yang gratisan memberikan kapasitas tak terhingga, Blogspot hanya memberikan 1 GB dan WordPress hanya memberi 3 GB.

Tentu saja bagi yang memiliki atau ingin menyimpan banyak gambar/foto secara aman di Internet memerlukan ruang yang lebih besar lagi. Flickr bisa mengatasinya, namun dengan produk berbayarnya tentu saja.

Lanjutkan membaca “Unlimited Space Hosting untuk Gambar dan Video”

Inspirasi Fotografi Bersama Bing

Adakah yang masih mengingat Internet kita sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu? Saat itu layanan mesin telusur yang paling sering digunakan di sekitar wilayah saya adalah Yahoo, termasuk layanan akun surel gratisnya yang bersaing dengan hotmail pada masa itu. Dua raksasa Yahoo dan MSN adalah rival di mesin telusur ketika itu.

Entah mengapa saya – yang termasuk jarang memanfaatkan Internet – biasanya akan menggunakan Yahoo sebagai mesin telusur. Halaman muka Yahoo zaman dulu tidak terlalu banyak berubah sampai sekarang, masih terintegrasi dengan pelbagai layanan dan sematan third-party yang bisa kita temukan di mana-mana.

Lanjutkan membaca “Inspirasi Fotografi Bersama Bing”

Masalah Gambar dari ImageShack

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan masalah dengan hosting gambar dari ImageShack.us yang saya gunakan di blog ini. Berbeda jika menggunakan blog gratis di Blogspot, kita mendapatkan jatah mengunggah gambar cuma-cuma di Picasa Web Album sebesar 1 GB; sedangkan pengguna WordPress (versi gratis) mendapatkan jatah hosting multimedia sebesar 3 GB. Namun blog seperti yang saya gunakan ini, hanya memiliki ruang terbatas – bahkan sangat terbatas, sedemikian hingga saya mesti mempertimbangkan untuk menaruh berkas gambar di hosting luar.

Sebenarnya ada banyak pilihan lain untuk hosting multimedia/gambar secara gratis, Picasa Web Album misalnya tetap memberikan 1 GB, ada PhotoBucket yang rasanya juga berkisar sebesar 1 GB, Flickr memiliki ruang tak terbatas (atau sebulan hanya 200 MB) dan hanya menampilkan 200 foto teranyar.

Lanjutkan membaca “Masalah Gambar dari ImageShack”

Album Picasa di Ubuntu 10.10

Maverick Meerkat bisa ditambahkan sebuah aplikasi sederhana untuk mengelola Web Album Picasa dari Google itu, termasuk di dalamnya seperti mengunggah gambar, menghapus gambar, mengelola album (membuat & menghapus), mengunduh gambar, dan membuat URL langsung ke gambar.

Kita bisa menggunakan sebuah aplikasi yang bernama Picapy, sebagaimana yang disebutkan dalam Linux Poison:

Using Picapy is really very simple, Picapy is limited to three buttons. clicking the “+” button while being outsite of the album will create a new album. Selecting an album and clicking the “+” button will allow you to upload images to that album. Right click an image in Picapy and then select to get some info on that image such as it’s direct URL or thumbnail URL.

Lanjutkan membaca “Album Picasa di Ubuntu 10.10”

Merapi dari Mata Langit

Bencana letusan Gunung Merapi mendekati penghujung tahun 2010 ini sudah dikategorikan sebagai bencana nasional. Ratusan korban jiwa, ribuan korban luka, puluhan hingga ratusan ribu pengungsi, dan kerugian materi dan imateri yang tak terhitung lagi. Banyak yang sudah mengulurkan tangan, namun banyak juga yang kehilangan.

Sebagai salah satu vulkano yang masih aktif, Merapi diduga sudah mengalami periode erupsi sejak 10.000 tahun yang lalu (melalui penanggalan stratigrafi & radiokarbon deposit-deposit piroklastik), beberapa kali mengalami kehancuran (kubah) dan kemudian tumbuh lagi. Dan Merapi sudah memberikan masalah bahkan jauh sejak tercatatnya pada masa zaman kerajaan di nusantara dulu.

Pada periode 732 sampai 900 Masehi, banyak kuil Hindu & Budha dibangun di Jawab Tengah (sekitar Merapi), dan Merapi mengalami erupsi eksplosif pada masa sebelum, pada saat & pasca pembangunan candi. Beberapa candi hancur dan (atau) yang lain segera terkubur begitu selesai pembangunan. Hal ini juga (diduga) mempengaruhi perubahan peradaban di daerah yang dijangkau Merapi. Erupsi pada abad ke-12-14 Masehi meninggalkan debu di dasar Candi Sambisari dan Candi Kedulan, yang diduga juga mengakhir riwayat penjagaan candi-candi tersebut.

Lanjutkan membaca “Merapi dari Mata Langit”