Pertolongan Pertama dan Penanganan Gigitan Ular Berbisa

Sejak pindah ke rumah baru, tidak jarang bertemu dengan ular baik yang berbisa maupun yang tidak berbisa di sekitar rumah. Bahkan kadang kucing kami juga gemar bermain dengan ular yang tak sengaja lewat di gang depan rumah.

Kasus gigitan ular merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang umum ditemui tenaga kesehatan, umumnya jika daerah kerjanya merupakan daerah dengan populasi ular yang tinggi. Pertolongan yang cepat dan tepat dapat membantu menyelamatkan nyawa korban gigitan ular, terutama jika ular itu berbisa.

Jadi mari temani saya sejenak belajar tentang ular berbisa dan bagaimana penanganan gigitan ular berbisa. Jika tergigit ular besar tidak berbisa, seperti ular sanca, bahaya justru datang dari perdarahan jumlah besar yang berpotensi menimbulkan syok hipovolemik.

Continue reading →

Iklan

Daftar Obat Keadaan Darurat di Ruang Praktik Dokter

Keadaan darurat bisa terjadi di mana saja, termasuk di ruang praktik mandiri seorang dokter.  Dokter pun tidak akan pernah tahu kapan pasien atau bahkan dirinya sendiri mungkin mengalami keadaan darurat di tempat praktiknya, misalnya saja serangan asma, atau nyeri akut.

Oleh karena itu, dokter selayaknya dan wajib menyediakan obat-obat keadaan darurat (emergency drugs kit) di ruang praktiknya. Minimal kelengkapannya sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01/07/MENKES/263/2018 yang dirilis pada Mei lalu.

Continue reading →

Pertolongan Pertama pada Stroke

Perlu dipahami bahwa stroke terjadi ketika ada pendarahan dalam otak atau ketika aliran darah normal ke otak terhalang. Dalam beberapa menit otak tidak mendapatkan nutrisi-nutrisi esensial oleh karena hal tersebut, maka sel-sel otak akan mulai mati – proses ini masih dapat berlangsung hingga beberapa jam kemudian. Continue reading →

Keracunan Tanaman Hias Anglaonema dan Dieffenbachia

Tanaman hias dari genus Anglaonema (Sri Rejeki) dan genus Dieffenbachia (Beras Wutah) bisa terjadi di sekitar kita, bukan hanya karena mereka merupakan tanaman hias yang ada mudah di temukan di banyak rumah dan pekarangan di Indonesia, namun juga karena banyak hidup di alam liar. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang tanaman dan budi dayanya, sayang saya tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskannya. Tapi mari kita lihat potensi keracunan yang dimiliki tanaman golongan talas-talasan ini. Continue reading →

Daftar Kondisi Kegawatdaruratan Menurut BPJS Kesehatan

Saya baru saja mengunduh manual pelaksanaan yang disusun oleh BPJS Kesehatan, di dalamnya ada pelbagai informasi, termasuk kriteria kasus gawat darurat yang menjadi acuan bagi BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang menjadi mitra kerjanya. Salah satu keluhan dari peserta BPJS Kesehatan saat ini adalah bahwa sering kali “ditolak” oleh pihak rumah sakit, terutama pasien yang masuk lewat IGD, dan di dalamnya ada kalanya kita menemukan bahwa kondisi gawat darurat tidak terpenuhi.

Continue reading →

Tanda Peringatan Serangan Stroke

Stroke atau CVA adalah kondisi gawat darurat di mana pasokan oksigen dan makanan ke sejumlah bagian otak mengalami hambatan sehingga sel-sel otak mengalami gangguan, kerusakan, hingga kematian. Otak yang kaya akan sel-sel saraf akan mengalami kematian dengan cepat jika tidak ditanggulangi segera.

Sehingga jika Anda menemukan seseorang dengan tanda serangan stroke, maka segera bawa ke instalasi gawat darurat terdekat. Jika Anda yang mengalami tanda serangan stroke, maka segera hubungi ambulans 118. Karena kita tidak pernah tahu kapan kondisi itu akan memburuk, dan seberapa cepat perburukannya. Continue reading →

Mendesak atau Gawat Darurat?

Di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) seperti saat ini, masyarakat diharapkan mulai belajar membedakan, mana kasus yang mendesak dan mana kasus yang gawat darurat. Kasus mendesak sifatnya jika tidak segera ditangani, maka akan memburuk, tetapi tidak mengancam nyawa. Namun pada kasus yang gawat darurat, jika tidak ditangani maka bisa berakibat kematian.

Teorinya, kasus gawat darurat adalah kasus-kasus yang mendapatkan penanganan di ruang gawat darurat (emergency room), sedang kasus yang mendesak bisa ditangani di klinik yang melayani urgent care. Tapi di Indonesia, kasus IGD/IRD sering menjadi bulan-bulanan pasien yang malas mengantre.

Continue reading →