Stabilitas Bersama openSUSE Leap Gnome

Sudah berapa bulan sejak rilis openSUSE Leap 42.1? Selama ini saya masih cukup betah menggunakan Antergos, meskipun bersifat rolling release, Arch dan turunannya memang sudah membuktikan stabilitas mereka. Namun beberapa hari yang lalu saya mendapatkan wangsit, entah mengapa tiba-tiba ada suara yang membisikkan, “Hei…, mengapa tidak mencoba Leap dan stabilitasnya?” Maka dari sana saya menyapu…… Lanjutkan membaca Stabilitas Bersama openSUSE Leap Gnome

Budgie Desktop – Ringan dan Gesit

Berbasis Gnome 3, saya mencoba kembali melihat Budgie Desktop pada awal tahun ini. Apalagi setelah rilis versi stabil pertama dari Solus OS, membuat rasa penasaran pada Desktop Budgie terbuka kembali. Pertama kali mencoba Budgie Dekstop, kesan saya agak ringkih, namun masih dapat digunakan. Menggunakan Budgie, terasa hampir sama seperti menggunakan Cinnamon – hanya saja dalam…… Lanjutkan membaca Budgie Desktop – Ringan dan Gesit

Comice OS 4 yang Menawan

Saya sebenarnya sedang menunggu Luna OS, namun Comice OS 4 yang rilis beberapa hari yang lalu sangat memukau sebagai sebuah distribusi Linux yang elegan, indah, dan ramah pengguna. Comice OS 4 adalah salah satu seri Pear OS Linux, sebuah distribusi yang mengusung tampilan dan kemudahan ala Mac OS X dari Apple. Comice OS 4 berbasis…… Lanjutkan membaca Comice OS 4 yang Menawan

Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3

Saat melihat-lihat koleksi aplikasi pada openSUSE Tumbleweed saya yang saat ini menggunakan GNOME 3, saya melihat bahwa tidak terdapat aplikasi untuk sebagai klien twitter. Saya berpikir bahwa seharusnya ada Gwibber untuk GNOME, tapi ke manakah aplikasi tersebut. Saya pun membuka YaST dan menelusuri menu “Software Management”. Saya menemukan Gwibber ada di sana dan tidak terpasang.…… Lanjutkan membaca Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3

YaST pada GNOME 3 openSUSE Tumbleweed

Saya tidak tahu ada apa alasan di balik pengembangan GNOME 3 pada openSUSE yang memutuskan untuk tidak menampilkan YaST secara default, tentu saja YaST ada, namun hanya saja tidak dapat diakses semudah pada GNOME 2. Padahal bisa dikatakan YaST adalah tulang punggung si Geeko Hijau ini, bisa dikatakan ibaratnya Control Panel pada Microsoft Windows atau…… Lanjutkan membaca YaST pada GNOME 3 openSUSE Tumbleweed

Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Pasca memperbarui openSUSE 11.4 Celadon menjadi openSUSE Tumbleweed, kini yang hendak saya coba adalah GNOME 3, desktop terbaru keluaran GNOME yang akan menggantikan GNOME 2.x yang sudah cukup lama bertahan. Saya telah sempat menulis secuil tentang kontroversi GNOME 3 pada tulisan sebelumnya. Namun kini, sudah saatnya menghadapi kontroversi tersebut. Tentu saja metode yang tidak digunakan…… Lanjutkan membaca Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Menanti Fedora 15 dengan Gnome 3

Di antara 10 distro terpopuler, mungkin Fedora 15 yang akan dirilis dalam kurang dari 3 minggu dari sekarang adalah distribusi Linux yang pertama kali memasang langsung Gnome 3 (Gnome Sheel Desktop) secara default ke sistemnya. Bukan isu lagi, Fedora 15 adalah incaran banyak pengguna Linux, terutama para pengguna Ubuntu yang kecewa bahwa rilis seri 11.04…… Lanjutkan membaca Menanti Fedora 15 dengan Gnome 3

Gnome 3 atau Unity?

Unity yang dibawa oleh Ubuntu 11.04 Natty Narwhal menurut saya sangat cantik, apalagi kalau dilengkapi dengan kertas dinding koleksi pr9studio yang elegan itu. Tapi bagaimana dengan Gnome 3? Saya sudah menampilkan pratampil Unity pada tulisan sebelumnya. Dan saya tertarik mencicipi Gnome 3, karena Mas Vavai menulis oprekan Gnome 3 untuk openSUSE sangat menarik di blognya.…… Lanjutkan membaca Gnome 3 atau Unity?